Kamis, 04 Jun 2026 06:57 WIB

Apa Tujuan Munculnya Baliho Jokowi? Ini Analisa Pengamat Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Mar 2022 13:40 WIB
Bliho begambar Jokowi di Surabaya
Bliho begambar Jokowi di Surabaya

selalu.id - Munculnya baliho bergambar Presiden Jokowi dengan tulisan 'Satu Komando Ikut Jokowi 2024' disebut sebagai bentuk penguatan relawan. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam.

"Relawan ingin penguatan di tahun 2024. Menjelang 2024, ketika mau selesai berarti setia menguatkan kembali perannya," kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Minggu(20/3/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Surokim memperingatkan agar relawan harus hati-hati dengan isu yang diangkat. Jangan sampai ada isu perpanjangan atau penundaan Pemilu.

"Jadi konsisten saja untuk mengusung dan mengawal Jokowi sampai 2024,"ujarnya.

Menurutnya, isu untuk mengawal Jokowi sampai 2024 hal tersebut merupakan strategi yang bagus. Sejauh ini relawan tersebut banyak diincar oleh para kandidiat dan politisi.

"Memang relawan itu sudah pengalaman dalam pilpres. Saya kira itu juga menjadi catatan keunggulannya mereka,"jelasnya.

Dengan pemasangan baliho-baliho Jokowi itu, menurut Surokim, para relawan tersebut berkesempatan mereka untuk naik kelas di 2024.

"Cuman harapan saya konsisten mengawal sampai penundaan masa Jokowi kedua dan tidak terperangkap ke perpanjangan dan penundaan," harapnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kalau sampai itu dilakukan menurut saya akan sangat menurunkan daya tawar mereka di 2024,"imbuhnya.

Lebih lanjut Surokim menjelaskan, Jokowi saat ini masih kuat di tahun 2024. Apalagi masyarakat tahu partai yang mengusung Jokowi serta pendukung relawannya.

"Relawan-relawan itu yang kemudian saat ini sangat penting seiring dengan cairnya dukungan pemilih pemilu yang tidak lagi punya ikatan kuat dengan partai,"tuturnya.

Selain itu, Surokim menyampaikan dengan digelarnya dukungan tersebut, nantinya para relawan melakukan deklarasi di Surabaya. Hal tersebut menguatkan link menuju ke 2024.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Yang ingin di sondingkan ke publik adalah relawan ini jangan dilupakan, harus tetap diperhatikan,"ucapnya.

Surokim menambahkan bahwa relawan tersebut sudah mempunyai pengalaman dengan mengusung Jokowi pada periode lalu. Para relawan berharap mereka tidak dilupakan dengan menggelar dukungan.

"Supaya nanti publik masih ingat kalau relawan jokowi masih ada," (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.