Kamis, 02 Jul 2026 17:59 WIB

Narkoba 3,37 Ton di Gresik Itu Jenis Kuncup Ganja, Berasal dari Thailand

Pengungkapan narkoba jenis kuncup bunga ganja sebanyak 3,37 ton yang diungkap BNN di Gresik. (Foto: selalu.id).
Pengungkapan narkoba jenis kuncup bunga ganja sebanyak 3,37 ton yang diungkap BNN di Gresik. (Foto: selalu.id).

selalu.id - Narkoba yang diungkap Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di pergudangan kawasan Cerme, Gresik, ternyata jenis kuncup bunga (cannabis buds) atau ganja.

Barang terlarang tersebut merupakan jaringan internasional berasal dari Thailand. Total, barang bukti yang disita sebanyak 3,37 ton.

Baca Juga: 12 Orang Diamankan dalam Pengungkapan Narkoba 3,37 Ton di Gresik, Ini Profesinya

"Pengungkapan ini dilakukan melalui operasi gabungan yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di sejumlah wilayah, yakni DKI Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik," kata Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat konferensi pers di Gresik, Kamis (2/7/2026).

Suyudi menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari adanya informasi yang didapatkan oleh tim gabungan Bea Cukai berkolaborasi dengan Tim BNN RI pada Senin, 29 Juni 2026 yang mencurigai adanya sebuah kontainer berasal dari Thailand dan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat dilakukan pemeriksaan, dalam kontainer itu ditemukan sejumlah koper dan kardus lateks yang berisi bungkusan plastik bertimah.

Setelah dibuka, isinya diketahui berupa bunga dan batang tanaman ganja (cannabis/mariyuana) yang diduga diselundupkan dari Thailand.

Tim kemudian melakukan pendalaman melalui analisis teknologi informasi, dokumen, serta petunjuk lain yang mengarah pada pengiriman kontainer serupa menuju Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Baca Juga: BNN Sebut Narkoba 3,37 Ton di Gresik Diduga untuk Bahan Vape

Tim lantas menerapkan metode controlled delivery dengan mengikuti proses distribusi barang menggunakan dua truk hingga menuju sebuah gudang di kawasan pergudangan di kawasan Cerme, Gresik.

Ketika memasuki wilayah Gresik, tim gabungan berhasil menemukan lokasi gudang yang diduga menjadi tempat tujuan atau penampungan barang yang diduga berisi narkotika tersebut.

"Di gudang tersebut, tim gabungan mengamankan 4 unit truk beserta barang bukti narkotika yang disimpan di dalam 500 koper dan puluhan kardus latex," sebut Suyudi.

Baca Juga: Foto: Pengungkapan Narkoba 3 Ton di Gresik

Ia merinci, sebanyak 500 koper masing-masing berisi enam bungkus narkotika dengan berat sekitar 535 gram per bungkus, sehingga total berat brutonya mencapai sekitar 1,605 ton.

Sementara itu, narkotika yang dikemas dalam 80 bal kardus lateks berjumlah sekitar 3.200 bungkus dengan berat bruto sekitar 1,766 ton.

"Dengan demikian total keseluruhan barang bukti narkotika yang diamankan mencapai sekitar 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton bruto," jelas Suyudi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ribetnya Sistem Pembayaran Parkir di Surabaya

Sistem parkir digital terus disempurnakan. Salah satunya dengan menghentikan penerbitan karcis parkir dan mendorong pembayaran menggunakan QRIS.

DPRD Sidoarjo Perintahkan Bongkar Warung di Eks Tol Jabon yang Diduga Sarang Prostitusi

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Rizza Ali Faizin menegaskan langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga ketertiban sosial dan moral masyarakat. 

Komitmen Pemkot Surabaya Beri Hak Pendidikan hingga Kesehatan Korban Kekerasan Seksual

Pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban, terutama ibu kandungnya, agar mampu memberikan dukungan moral selama proses pemulihan berlangsung.

Harga Emas Antam-UBS hingga Galeri24 Hari Ini Kompak Naik, Berikut Rinciannya

Di sisi lain, harga buyback per gram emas Antam Rp2.293.000, UBS Rp2.456.000, dan Galeri24 Rp2.463.000.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Karier hingga Keuangan Lagi Bagus, Cek Segera Bintangmu

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Cek segera bintangmu.

Ratusan Petani Gogol Sidoarjo Tagih Kejelasan Dana Gapoktan yang Kini Misterius Keberadaannya

Ratusan petani mempertanyakan kejelasan dana yang mereka setorkan sejak 2006, karena hingga kini belum dapat kepastian mengenai keberadaan dan pengelolaannya.