Jumat, 26 Jun 2026 00:53 WIB

Kunjungi Balai Desa Kebaron Tulangan, Wabup Sidoarjo Tampung Aspirasi Warga

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 10 Mei 2026 09:19 WIB
Wabup Mimik Idayana dalam Forum tanya jawab dengan warga Desa Kebaron, Tulangan, Sidoarjo.
Wabup Mimik Idayana dalam Forum tanya jawab dengan warga Desa Kebaron, Tulangan, Sidoarjo.

selalu.id - Pendopo Balai Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, berubah menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah. Melalui forum bertajuk “Ruang Kebersamaan: Masyarakat Bertanya Wabup Menjawab”, warga diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Sabtu malam (9/5/2026).

Kegiatan yang dikemas dengan hiburan musik itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi dua arah yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan pengambil kebijakan.

Baca Juga: Ribuan Anak Yatim Ikuti Perkemahan, Buka Ruang Interaksi Antar Panti Asuhan

Sejumlah elemen turut terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Desa Kebaron, Karang Taruna Kecamatan Tulangan, PAC Ansor Tulangan, IPNU-IPPNU Tulangan, KNPI Kecamatan Tulangan, hingga unsur Forkopimka setempat.

Dalam sesi dialog, isu pengangguran menjadi salah satu persoalan yang paling banyak mendapat perhatian. Hafid, salah satu peserta forum, menyinggung tantangan masyarakat menghadapi era digitalisasi di tengah masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo.

Menanggapi hal tersebut, Mimik Idayana mengakui persoalan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Meski angka pengangguran disebut mengalami penurunan, sekitar tujuh ribu warga masih belum memiliki pekerjaan tetap.

“Di Sidoarjo banyak pabrik. Kami mendorong adanya Perbup agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja putra daerah,” jelasnya.

Baca Juga: PORKAB Sidoarjo 2026 Resmi Dibuka, Begini Pesan Khusus Wabup Mimik

Selain mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat membuka kesempatan usaha mandiri, mulai dari penjualan produk makanan dan minuman secara daring hingga promosi UMKM.

“Gali juga keahlian yang dimiliki agar bisa membuka peluang kerja sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Suwandi dari Gapoktan Makmur menyampaikan kebutuhan alat pertanian berupa traktor roda empat guna mendukung lahan pertanian seluas 1.200 hektar. Ia juga berharap adanya bantuan mesin insinerator untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri di wilayahnya.

Baca Juga: Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

“Ke depan akan terus kami tekan dan upayakan agar bisa mendapatkan bantuan. Kami siap mengawal semuanya, tetapi tetap harus berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujar Wabup Mimik.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,32 persen.

Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak.

Di Tengah Guncangan Kepercayaan, Tolak Angin Tiba-tiba Tunjuk Nicholas Saputra jadi BA

Padahal, Nicholas Saputra jelas bukan nama sembarangan. Aktor kelahiran 1984 ini merupakan dipandang sebagai figur pintar.

Dispendikbud Sidoarjo Pastikan Kuota SPMB Aman, Bunda Tak Perlu Khawatir

Dispendikbud Sidoarjo menegaskan seluruh alokasi daya tampung telah disusun berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Di balik kesibukannya, sebagai kader politik, dan pendamping warga di Surabaya, tersimpan kisah seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran utuh kedua orang tua.

Pemkot Mojokerto Siapkan Ratusan Juta Septic Tank Bagi Warga MBR

Sebanyak 65 penerima yang telah lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan senilai Rp8 juta per keluarga.