Festival Egrang ke-14 Diluncurkan di Jember, Wamenkomdigi Takjub Komunitas Tanoker Ledokombo
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Sabtu, 09 Mei 2026 19:09 WIB
selalu.id - Festival Egrang Tanoker ke-14 resmi diluncurkan di Pasar Lumpur, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan budaya tahunan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, yang hadir bersama istri dan rombongan.
Baca Juga: Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki
Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 ditandai dengan pelepasan balon oleh Nezar Patria sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival budaya tersebut.
Dalam sambutannya, Nezar Patria memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas Tanoker Ledokombo yang dinilai konsisten menjaga dan melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan era digital.
“Festival ini luar biasa karena mampu bertahan hingga tahun ke-14. Kami sangat mengapresiasi Tanoker Ledokombo yang terus menjaga budaya sekaligus memberikan ruang positif bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Nezar.
Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda, terutama di tengah dominasi permainan digital saat ini.
Lebih lanjut Ia mengatakan, anak-anak membutuhkan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kecerdasan emosional, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.
Baca Juga: Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember
“Permainan egrang menjadi penyeimbang di tengah kehidupan digital anak-anak sekarang. Mereka belajar menjaga keseimbangan, saling mendukung, dan bangkit ketika terjatuh,” katanya.
Nezar menilai nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk mental generasi muda yang kuat dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan takut jatuh dan jangan takut gagal. Ketika jatuh, kita belajar untuk bangkit kembali. Itu adalah pelajaran hidup yang sangat penting bagi anak-anak,” imbuhnya.
Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila
Ia juga menegaskan bahwa permainan tradisional tidak harus dipertentangkan dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, keduanya dapat berjalan berdampingan selama anak-anak tetap memiliki ruang interaksi sosial secara langsung.
“Dalam permainan egrang, anak-anak belajar tentang solidaritas dan empati. Ketika ada teman yang jatuh, mereka memberi semangat, bukan mengejek. Nilai seperti inilah yang penting untuk membangun karakter anak,” jelasnya.
Festival Egrang Tanoker selama ini dikenal tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi kreatif di wilayah Ledokombo dan Kabupaten Jember secara umum.(ADV)
Editor : Redaksi