Rabu, 23 Sep 2026 19:39 WIB

Samakan Persepsi, Gus Fawait Minta Homecare Jember Tak Salah Sasaran

Bupati jember Muhamad Fawait saat gelar rakor di pendopo Wahya Wibawagraha (Foto:Nurul/ selalu id)
Bupati jember Muhamad Fawait saat gelar rakor di pendopo Wahya Wibawagraha (Foto:Nurul/ selalu id)

selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan pelaksanaan Program Homecare agar pelayanan kesehatan berbasis kunjungan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Penguatan program tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Homecare yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait meminta seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama, terutama mengenai sasaran, mekanisme pelayanan, hingga pola koordinasi di lapangan.

Rapat tersebut diikuti jajaran perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, direktur BUMD, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Jember.

Menurut Gus Fawait, Homecare tidak boleh dipandang hanya sebagai layanan kesehatan yang mendatangi rumah warga. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik agar pemerintah lebih aktif mendatangi masyarakat.

"Homecare ini bukan sekadar program pelayanan kesehatan. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan saya berharap menjadi legacy kita bersama untuk Kabupaten Jember," kata Gus Fawait.

Ia menjelaskan, Homecare memiliki enam kelompok prioritas yang menjadi sasaran utama. Mereka adalah lansia tunggal, ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, masyarakat kurang mampu dengan penyakit berkepanjangan, serta tokoh agama.

Baca Juga: PAD Jember Melonjak 32,36 Persen, Bupati Fawait Anugerahi Insan Pajak dan Janjikan Insentif

Kelompok tersebut akan memperoleh pelayanan melalui kunjungan secara berkala. Pola ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan perhatian pemerintah.

Sementara warga yang berada di luar enam kategori prioritas tetap dapat mengakses layanan Homecare melalui hotline Wadul Gus'e. Namun, permintaan tersebut terlebih dahulu melalui proses verifikasi untuk memastikan kebutuhan dan bentuk pelayanan yang diberikan.

Gus Fawait menilai ketepatan sasaran menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Homecare. Karena itu, seluruh pihak yang berada di garis depan pelayanan harus memahami aturan dan mekanisme program secara seragam.

"Yang paling penting adalah kita memiliki pemahaman yang sama mengenai siapa sasaran Homecare dan bagaimana pelayanan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Polemik Yon TP Silo di Jember, Gus Fawait: Kita Menghadap Pemerintah yang Punya Kewenangan

Untuk memastikan implementasi berjalan seragam hingga tingkat wilayah, Bupati meminta camat, kepala puskesmas, serta Tim Penggerak PKK kecamatan memperkuat sosialisasi kepada seluruh pelaksana di masing-masing wilayah.

Koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan membuat Homecare tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi berkembang menjadi sistem pelayanan yang mampu bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan.

Pemkab Jember menargetkan program tersebut mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. ( ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.

Update Korban KM Virgo Transport 8: Satu Ditemukan Lagi, 116 Masih dalam Pencarian

Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sementara itu, 116 orang lainnya masih dalam pencarian.