Selasa, 29 Sep 2026 19:55 WIB

Cerita di Balik Sengketa Peralihan Saham PT Harum Resources yang Dimainkan Orang Kepercayaan

Dini Sulistiyowati dan Kus Indarjowo,Dini Sulistiyowati. (Dok. Istimewa).
Dini Sulistiyowati dan Kus Indarjowo,Dini Sulistiyowati. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sengketa peralihan saham di PT Harum Resources mencuat ke publik.

Kasus ini tidak hanya berbicara soal angka dan kepemilikan, tetapi juga menyisakan persoalan serius terkait kepercayaan, tata kelola perusahaan, serta dampak yang dirasakan oleh keluarga almarhum Irawan Tanto.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Ahli waris almarhum Irawan Tanto melaporkan mantan orang kepercayaan keluarga, Sabar Gunawan Harefa alias Soter ke Polrestabes Surabaya atas dugaan pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan peralihan sekitar 51 persen saham perusahaan.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan sosok yang sebelumnya memegang peran strategis dan dipercaya dalam pengelolaan perusahaan.

Berdasarkan keterangan Kus Indarjowo, rekan kerja yang mengenal Soter sejak akhir 1990-an, yang bersangkutan memulai karier dari posisi lapangan hingga kemudian dipercaya menangani keuangan perusahaan.

"Semua alur keuangan, dari gaji sampai pembayaran, melalui dia. Dia orang kepercayaan,” jelas Kus, Rabu (6/5/2026)

Kepercayaan tersebut terus berkembang. Soter kemudian dipercaya sebagai sekretaris pribadi almarhum Irawan Tanto, hingga akhirnya diberi kepercayaan menduduki posisi direktur dan terlibat dalam operasional bisnis perusahaan.

Setelah wafatnya Irawan Tanto pada tahun 2018, menurut keterangan ahli waris, mulai muncul persoalan terkait pengelolaan perusahaan.

Salah satu yang dipersoalkan adalah peralihan sekitar 51 persen saham yang disebut terjadi tanpa mekanisme dan persetujuan yang semestinya dari komisaris maupun pihak keluarga sebagai pemegang hak.

“Kami tidak pernah memberikan persetujuan atas peralihan tersebut,” kata perwakilan keluarga.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar, Tipu 140 Korban dari Aceh hingga Papua

Ahli waris menilai peralihan tersebut perlu diuji secara hukum karena berdampak signifikan terhadap kepemilikan dan kendali perusahaan.

Selain itu, muncul pula persoalan terkait status jabatan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak keluarga, sejak 23 Mei 2018, Soter disebut tidak lagi menjabat sebagai direktur.

Bahkan, dalam catatan internal perusahaan, yang bersangkutan telah mengajukan pengunduran diri dan resmi berhenti per 2 Agustus 2023.

Namun demikian, pada 18 Oktober 2023, soter menandatangani dokumen kerja dengan mengatasnamakan diri sebagai direktur, meskipun masa jabatannya telah berakhir dan tidak pernah diperpanjang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Inspektorat Usut Tuntas Penipuan Loker Pemkot oleh Oknum Dishub dan Satpol PP

Konflik ini tidak hanya berdampak pada aspek administratif perusahaan, tetapi juga pada sisi ekonomi dan psikologis pihak keluarga.

Selain itu, muncul pula catatan internal terkait pengelolaan keuangan.

Dini Sulistiyowati, bagian keuangan menyampaikan adanya penggunaan dana perjalanan dinas yang disebut belum disertai laporan pertanggungjawaban secara lengkap.

"Dalam sistem perusahaan, setiap penggunaan anggaran harus dipertanggungjawabkan. Itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.

Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

Saat ini, polisi terus melakukan pendalaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau selalu waspada dengan segala bentuk modus kejahatan.

Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan medis yang proporsional dan tidak menumpuk di satu titik.

Cegah Pungli, Pemkot Surabaya Buka Skema Bantuan Seragam Lewat BOPDA

Eri menegaskan, jika sekolah membantu menyediakan seragam bagi siswa yang membutuhkan, harganya tidak boleh lebih mahal dibandingkan harga di toko.

Pelindo Perkuat Integrasi Layanan di TPK Bagendang dan Bumiharjo

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Pelindo dalam mendukung kelancaran arus barang dan penguatan rantai logistik nasional.