Jumat, 06 Nov 2026 00:15 WIB

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistyawan. (Dok. Humas Polrestabes Surabaya).
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistyawan. (Dok. Humas Polrestabes Surabaya).

selalu.id - Polrestabes Surabaya menindak tegas aksi premanisme bermodus penyerobotan bangunan.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka usai nekat menduduki sebuah rumah toko (ruko) hasil lelang sah di kawasan Jalan Krukah Utara, Ngagelrejo, Wonokromo, Surabaya.

Baca Juga: Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

Ketiga tersangka yang kini telah dijebloskan ke tahanan masing-masing berinisial AA (36), SL (46) warga Sampang, serta NH (45) warga Surabaya.

Aksi penyerobotan yang sempat viral di media sosial tersebut berawal saat korban berinisial B.A.D.P. mendatangi ruko miliknya.

Meski telah memegang kepemilikan sah hasil lelang resmi KPKNL hingga proses balik nama, korban justru dihalangi oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Organisasi Kemasyarakatan BNPM.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistyawan menegaskan bahwa kepolisian tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik premanisme di Kota Pahlawan.

"Tiga orang sudah kita lakukan penahanan. Penyidik akan terus mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada pelaku lain yang terlibat, yang akan ditindaklanjuti sesuai keterangan saksi dan hasil pemeriksaan rekaman CCTV," jelasnya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu

Luthfi menambahkan, pengerahan massa untuk menguasai hak orang lain secara sepihak merupakan tindakan melawan hukum yang tidak memandang latar belakang organisasi.

"Kami tidak akan membiarkan aksi pengerahan massa yang menghalangi hak seseorang masuk ke tempat miliknya. Setiap lembaga sekalipun harus tetap mematuhi hukum yang berlaku," tegasnya.

Selain mengamankan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti dari kedua pihak. Barang bukti milik korban yang disita antara lain fotokopi dokumen kepemilikan, gembok dan kunci, ponsel, serta rekaman CCTV.

Baca Juga: Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Sedangkan dari tangan tersangka, petugas menyita ponsel, surat kuasa, surat tugas, alat kantor, hingga dua spanduk BNPM DPD Surabaya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 257 KUHP UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.