Rabu, 05 Agu 2026 18:10 WIB

Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Agu 2026 17:25 WIB
Penertiban bangunan liar di kawasan TPU Keputih Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Penertiban bangunan liar di kawasan TPU Keputih Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menyiapkan tambahan lahan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih dengan menertibkan bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas aset pemerintah. 

Langkah ini dilakukan setelah tingkat keterisian TPU Keputih yang memiliki luas sekitar 35 hektare disebut hampir penuh.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Lahan seluas sekitar 1.800 meter persegi yang berhasil diamankan nantinya akan dikembalikan sesuai peruntukannya sebagai area pemakaman bagi warga Surabaya.

Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Khoirun Nisa mengatakan penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas TPU Keputih.

"Aset ini adalah milik Pemerintah Kota Surabaya. Kami kembalikan ke fungsinya sebagai tempat pemakaman umum. Luasan dari area ini adalah sekitar 1.800 meter persegi," katanya, Rabu (5/8/2026).

Setelah proses penertiban rampung, Pemkot Surabaya akan melakukan pemerataan lahan sebelum area tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi pemakaman baru.

Menurut Nisa, lahan tambahan itu nantinya dibagi menjadi blok pemakaman muslim dan nonmuslim yang dapat digunakan oleh seluruh warga Surabaya.

"Rencana selanjutnya, kami buat blok untuk pemakaman nonmuslim dan muslim bagi seluruh warga Kota Surabaya," jelasnya.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

Pemkot Surabaya menargetkan proses penataan lahan dapat diselesaikan sebelum musim hujan tiba. Dengan demikian, area pemakaman baru itu diharapkan sudah bisa digunakan pada tahun depan.

"Harapan kami tahun depan sudah bisa digunakan. Karena ini mendahului musim hujan, kami berharap fasilitas pemakaman baru segera tersedia untuk masyarakat Kota Surabaya," tegas Nisa.

Ia menambahkan, proses penertiban berlangsung tanpa hambatan berarti. Sebab, pemerintah telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga sejak Agustus 2025.

Terdapat sekitar lima kepala keluarga (KK) yang sebelumnya menempati kawasan tersebut. Sejumlah penghuni bahkan membongkar bangunannya secara mandiri sebelum penertiban dilakukan.

Baca Juga: Tergerus Pasar Digital, Pedagang Kampung Bendera Darmokali Surabaya Menangis Omzet Anjlok

"Alhamdulillah aman karena pemberitahuan dan surat peringatan sudah kami sampaikan sejak tahun lalu. Kami juga melakukan pendekatan kepada warga yang tinggal di sini," ungkap Nisa.

Selain keberadaan bangunan liar, Pemkot Surabaya juga menyoroti aktivitas pengepul barang bekas di sekitar area TPU. Pemerintah meminta aktivitas tersebut ditata agar tidak meluas hingga memasuki kawasan pemakaman.

"Untuk para pengepul barang bekas, kami berharap area usahanya bisa ditata agar tidak masuk ke area makam," tandas Nisa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

187 Jabatan Kepsek di Sidoarjo Kosong, DPRD Minta BKD dan Dindik Segera Bertindak

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu efektivitas tata kelola sekolah sekaligus menghambat proses regenerasi.

UMKM Herbaroso Sidoarjo Sulap Pekarangan jadi Cuan dan Obat Ginjal

Selain bernilai ekonomi, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyebut tanaman kumis kucing telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.

Perjuangan Personel Gabungan Padamkan Kebakaran Bromo Secara Manual

Langkah tersebut ditempuh karena medan yang curam serta sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Kawasan Bromo Dilanda Karhutla, Ini Pintu Masuk Wisata yang Masih BIsa Dilalui

Pengunjung hanya diizinkan menikmati area lautan pasir dan dilarang keras menyeberang atau mendekati kawasan Savana.

Kebakaran di Kawasan Bromo Meluas, Tiga Pintu Masuk Wisata Ditutup

Pihak TNBTS mengimbau seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata untuk ekstra waspada serta mematuhi aturan keselamatan, terutama terkait larangan penggunaan api.

Kebakaran di Bromo Kini Meluas ke Perbatasan Probolinggo

Kebakaran hutan saat ini diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare lebih dan melebar ke kawasan Desa Sari Wani, Sukapura, Probolinggo.