Jumat, 18 Sep 2026 13:08 WIB

Pelindo Dukung Pengembangan Dry Port di Kawasan Industri Terpadu Batang

Pelindo dukung pengembangan dry port di kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. (Dok. Pelindo for selalu.id).
Pelindo dukung pengembangan dry port di kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. (Dok. Pelindo for selalu.id).

selalu.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Dry Port di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem logistik nasional, khususnya di kawasan industripolis Batang.

Baca Juga: KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Pelindo Buka Posko 24 Jam di Tanjung Perak

Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan sistem logistik yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjawab kebutuhan konektivitas kawasan industri dengan pelabuhan dan jaringan distribusi nasional.

Pengembangan dry port berbasis rel ini akan menjadi tulang punggung logistik yang menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan laut secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Dry Port Industropolis Batang dirancang sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant industri sekaligus pusat konsolidasi logistik regional.

Fasilitas ini diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional serta memangkas waktu distribusi secara signifikan melalui integrasi moda transportasi berbasis kereta api dan jaringan pelabuhan.

Pengembangan dry port ini akan dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare dengan kapasitas awal mencapai 600.000 hingga 650.000 TEUs per tahun dan berpotensi meningkat hingga 1 juta TEUs seiring pertumbuhan kawasan.

Kehadiran fasilitas ini akan memperkuat konektivitas logistik di Jawa Tengah serta mendukung jaringan perdagangan domestik maupun global.

Kolaborasi lintas sektor antara BUMN, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan industri ini menjadi wujud nyata sinergi dalam mendorong integrasi logistik nasional.

Penguatan konektivitas berbasis rel yang terhubung langsung dengan pelabuhan dinilai sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan menekan biaya logistik nasional.

Baca Juga: Gelar Diskusi Bersama Kejati Jatim, Pelindo Pertegas Mitigasi Risiko Hukum BUMN

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ali Murtopo Simbolon, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam pengembangan dry port ini.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal yang penting dalam memperkuat sistem logistik nasional.

“Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” katanya, Rabu (29/4/2026).

Ali berharap pembangunan dry port ini dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi model pengembangan logistik terintegrasi di berbagai kawasan industri lainnya di Indonesia.

Sementara Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar menyampaikan bahwa pengembangan dry port ini akan menjadi perpanjangan layanan pelabuhan yang mendekatkan proses logistik ke kawasan industri.

Baca Juga: Pelindo Pastikan Kelancaran Logistik Banjarmasin saat Kabut Asap

Hal ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat arus barang, serta memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global.

“Kami sudah menyiapkan Pelabuhan Batang sebagai penompang dan pintu masuk logistik di KITB, dengan adanya dryport ini akan menjadi penguat layanan kepelabuhanan dan konektovitas logistik yang cepat dan efisien," jelasnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal dan berkelanjutan, yang diharapkan menjadi game changer dalam sistem distribusi logistik nasional.

Pengembangan dry port ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari tahap perencanaan dan studi kelayakan pada tahun 2026, dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur pada periode 2027–2028, hingga tahap operasional dan pengembangan lanjutan sesuai kebutuhan pasar.

Melalui kolaborasi strategis ini, para pihak berkomitmen untuk mendorong peningkatan daya saing industri nasional, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, serta menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gandeng Duta Pancasila, Pemkab Mojokerto Perkuat Edukasi Cukai dan Perang Lawan Rokok Ilegal

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab menggelar sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai khusus untuk Duta Pancasila atau Purna Paskibraka

Man City Bantai Norwich 5-0, Lolos ke Babak 4 Carabao Cup

Nama yang paling mencuri perhatian adalah Floyd Samba. Striker 17 tahun itu menjalani laga debutnya bersama tim utama dan langsung menutupnya dengan 2 gol.

Juventus Bangkit, Hajar NEC Nijmegen 5-0 di Pembuka Liga Europa

Kelima gol Juve dicetak oleh 5 pemain berbeda.

Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Penyelenggaraan SRC merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya bersama KONI untuk memastikan atlet tetap memiliki ruang bertanding dan kembangkan prestasi.

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.