Rabu, 04 Nov 2026 08:48 WIB

Kejari Surabaya Dalami Dugaan Korupsi di RSUD dr Soetomo

Gedung Pusat Diagnistik Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).
Gedung Pusat Diagnistik Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur telah melimpahkan berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di RSUD dr Soetomo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Kasi Intel Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana membenarkan bahwa telah menerima pelimpahan berkas dugaan korupsi di RSUD dr Soetomo itu.

Baca Juga: Kejati Jatim Usut Dugaan Aliran Pungli Perizinan Rp687 Juta ke Mantan Kadis ESDM

"Iya benar, kami baru mendapat pelimpahan dari Kejati Jatim pada Maret 2026 lalu," katanya kepada selalu.id, Selasa (28/4/2026).

Ditanya soal siapa saja pihak yang terlibat, dan dalam dugaan kasus apa, Putu belum bisa menjelaskan secara rinci.

"Statusnya masih lidik. Nanti kalau sudah ada peningkatan ke penyidikan, tentunya kami sampaikan ke teman-teman," jelasnya.

Terpisah, pihak Humas RSUD dr Soetomo Surabaya saat dikonfirmasi hingga kini belum bisa ditemui.

Saat selalu.id ke RSUD dr Soetomo, hanya ditemui pihak keamanan atau sekuriti bernama Robert.

"Mohon maaf, barusan sudah kami hubungi ke bagian humas, namun belum bisa memberikan keterangan, karena sedang ada rapat. Dan kapan selesainya, kami juga tidak bisa memastikan. Mohon maaf ya," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono saat dikonfirmasi terkait pelimpahan berkas dugaan korupsi itu terkait apa, hanya menjawab singkat.

"Konfirmasi ke Kejaksaan Negeri Surabaya nggih," jawabnya.

Baca Juga: Tim Tabur Gabungan Ringkus Buronan Rp60 Miliar Oktavanus Katili di Gorontalo

Belum adanya penjelasan detail membuat informasi terkait jenis perkara maupun pihak yang terlibat, hingga kini pun belum dapat dipastikan.

Selain itu, nilai kerugian negara yang diduga timbul akibat kasus dugaan korupsi tersebut juga belum diungkap oleh pihak kejaksaan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

RSUD dr Soetomo sendiri merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur yang memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan.

Karena itu, setiap dugaan penyimpangan yang terjadi diinstitusi tersebut menjadi perhatian publik.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Pelimpahan perkara dari Kejati Jatim ke Kejari Surabaya merupakan bagian dari mekanisme penanganan perkara sesuai kewenangan wilayah hukum.

Dengan pelimpahan tersebut, seluruh proses penyelidikan selanjutnya berada di bawah kewenangan Kejari Surabaya.

Pihak kejaksaan memastikan akan menyampaikan perkembangan kasus kepada publik setelah proses penyelidikan menunjukkan hasil yang lebih konkret.

Hingga saat ini, Kejari Surabaya masih fokus pada pendalaman kasus untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.