Senin, 12 Okt 2026 23:33 WIB

Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 24 Apr 2026 22:15 WIB
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).

selalu.id - Suasana perempatan Bypass Begadung, Nganjuk, Jawa Timur pada Jumat (24/4/2026), ramai seperti biasa.

Dari arah selatan traffict light, tampak berjajar kendaraan roda dua dan empat yang menunggu lampu hijau menyala.

Baca Juga: Potret Semangat Siswa SDN 2 Ploso Nganjuk Belajar dengan Lesehan di Gedung Darurat

Di antara barisan kendaraan itu, ada seorang ibu muda yang duduk di atas motornya. Ia tampak setengah melamun. Sorot matanya menyimpan kegelisahan.

Ibu muda itu tidak memakai helm. Kepalanya hanya dibalut jilbab hitam.

Di seberang perempatan, kebetulan ada anggota Satlantas Polres Nganjuk, Aiptu Andi Kris, yang sedang bertugas. Perhatiannya langsung tertuju pada si ibu muda.

“Helmnya di mana?” tanya Aiptu Andi Kris.

Dengan suara lirih, ibu muda yang belakangan diketahui bernama Indah (20), asal Pare, Kediri itu menjawab: nggak ada Pak.

Percakapan pun berlanjut. Indah mengaku helmnya hilang di tengah perjalanan, saat beristirahat di wilayah Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Indah mengaku sedang menempuh perjalanan panjang lintas provinsi, dari Pare, Kediri, Jawa Timur menuju Pati, Jawa Tengah.

“Dari Kediri mau ke Pati? Mau ngapain ke Pati?” tanya Andi.

“Niku, ambil suami… suamine sakit. (Itu jemput suami. Suami saya sakit),” jawab Indah, yang tak mampu menyembunyikan rasa cemasnya.

Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).

Baca Juga: Melihat Pesona Kemegahan Gunung Wilis Nganjuk di Bawah Langit Kemarau

Perjalanan panjang Pare-Pati sejauh 250 kilometer seorang diri tanpa helm, diakui Indah bukan karena lalai.

Namun karena rasa cinta terhadap suami dan tanggungjawab sebagai istri. Ia ingin segera menjemput suaminya yang sedang sakit.

Mendengar itu, sikap tegas Aiptu Andi Kris berubah menjadi empati. Hatinya seketika terenyuh.

“Panjenengan (Anda) ikut saya ke kantor lantas. Nanti saya beri helm. Kalau perjalanan jauh tanpa helm kan membahayakan,” ujar Aiptu Andi Kris dengan nada menenangkan.

Tak hanya itu. Ia juga memastikan Indah dalam kondisi cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah sarapan belum?” tanyanya lagi.

Baca Juga: Wisata Edukasi Manyung Nganjuk Buka Lagi: Kini Makin Seru, Tiket Murah Meriah

“Dereng (belum),” jawab Indah pelan.

Aiptu Andi Kris kemudian mengajak Indah beristirahat sejenak. Ia diberi sarapan. Duduk di ruangan ber-AC untuk menenangkan diri, sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjangnya.

Setelah merasa siap, Indah dibekali helm untuk keselamatan.

“Hati-hati di jalan, nggak usah banter-banter (ngebut). Niatnya ke sana merawat suami,” pesan Aiptu Andi kepada Indah.

Indah hanya bisa mengangguk. Matanya berkaca-kaca.

“Matur suwun nggih (terima kasih), Pak,” ucapnya penuh haru.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

Merespons kondisi tersebut, LPEM FEB UI mendorong pemerintah untuk memperkuat rantai distribusi dan pemerataan pasokan antarwilayah.

Penjelasan PSI Surabaya di Balik Foto Viral Pertemuan dengan Kader PDIP

Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa PSI Surabaya selalu terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk para politisi maupun kader dari partai lain untuk bergabung.

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Di tengah dinamika perpindahan kader tersebut, Yuga menyatakan optimistis menghadapi agenda politik atau Pemilu pada 2029.

Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Saat ini, korban tengah mengumpulkan seluruh bukti transfer dan catatan transaksi untuk proses verifikasi faktual sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Gabung PSI Surabaya, Eks Kader PDIP Wajib Ikuti Patron Politik Jokowi

Yuga mengatakan PSI menjadikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai patron perjuangan partai, untuk membesarkan partai serta berjuang bagi masyarakat.