Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh
- Penulis : Redaksi
- | Jumat, 24 Apr 2026 22:15 WIB
selalu.id - Suasana perempatan Bypass Begadung, Nganjuk, Jawa Timur pada Jumat (24/4/2026), ramai seperti biasa.
Dari arah selatan traffict light, tampak berjajar kendaraan roda dua dan empat yang menunggu lampu hijau menyala.
Baca Juga: Momen Kejari Nganjuk Bagikan 250 Paket Daging Kurban untuk Warga
Di antara barisan kendaraan itu, ada seorang ibu muda yang duduk di atas motornya. Ia tampak setengah melamun. Sorot matanya menyimpan kegelisahan.
Ibu muda itu tidak memakai helm. Kepalanya hanya dibalut jilbab hitam.
Di seberang perempatan, kebetulan ada anggota Satlantas Polres Nganjuk, Aiptu Andi Kris, yang sedang bertugas. Perhatiannya langsung tertuju pada si ibu muda.
“Helmnya di mana?” tanya Aiptu Andi Kris.
Dengan suara lirih, ibu muda yang belakangan diketahui bernama Indah (20), asal Pare, Kediri itu menjawab: nggak ada Pak.
Percakapan pun berlanjut. Indah mengaku helmnya hilang di tengah perjalanan, saat beristirahat di wilayah Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Indah mengaku sedang menempuh perjalanan panjang lintas provinsi, dari Pare, Kediri, Jawa Timur menuju Pati, Jawa Tengah.
“Dari Kediri mau ke Pati? Mau ngapain ke Pati?” tanya Andi.
“Niku, ambil suami… suamine sakit. (Itu jemput suami. Suami saya sakit),” jawab Indah, yang tak mampu menyembunyikan rasa cemasnya.
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).
Baca Juga: Ir Bagus Budiarto, Sosok Arsitek Surabaya di Balik Kemegahan Museum Marsinah Nganjuk
Perjalanan panjang Pare-Pati sejauh 250 kilometer seorang diri tanpa helm, diakui Indah bukan karena lalai.
Namun karena rasa cinta terhadap suami dan tanggungjawab sebagai istri. Ia ingin segera menjemput suaminya yang sedang sakit.
Mendengar itu, sikap tegas Aiptu Andi Kris berubah menjadi empati. Hatinya seketika terenyuh.
“Panjenengan (Anda) ikut saya ke kantor lantas. Nanti saya beri helm. Kalau perjalanan jauh tanpa helm kan membahayakan,” ujar Aiptu Andi Kris dengan nada menenangkan.
Tak hanya itu. Ia juga memastikan Indah dalam kondisi cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan.
“Sudah sarapan belum?” tanyanya lagi.
Baca Juga: Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Jadi Model Percepatan Swasembada Nasional
“Dereng (belum),” jawab Indah pelan.
Aiptu Andi Kris kemudian mengajak Indah beristirahat sejenak. Ia diberi sarapan. Duduk di ruangan ber-AC untuk menenangkan diri, sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjangnya.
Setelah merasa siap, Indah dibekali helm untuk keselamatan.
“Hati-hati di jalan, nggak usah banter-banter (ngebut). Niatnya ke sana merawat suami,” pesan Aiptu Andi kepada Indah.
Indah hanya bisa mengangguk. Matanya berkaca-kaca.
“Matur suwun nggih (terima kasih), Pak,” ucapnya penuh haru.
Editor : Zein Muhammad