Kamis, 11 Jun 2026 01:00 WIB

Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 24 Apr 2026 22:15 WIB
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).

selalu.id - Suasana perempatan Bypass Begadung, Nganjuk, Jawa Timur pada Jumat (24/4/2026), ramai seperti biasa.

Dari arah selatan traffict light, tampak berjajar kendaraan roda dua dan empat yang menunggu lampu hijau menyala.

Baca Juga: Momen Kejari Nganjuk Bagikan 250 Paket Daging Kurban untuk Warga

Di antara barisan kendaraan itu, ada seorang ibu muda yang duduk di atas motornya. Ia tampak setengah melamun. Sorot matanya menyimpan kegelisahan.

Ibu muda itu tidak memakai helm. Kepalanya hanya dibalut jilbab hitam.

Di seberang perempatan, kebetulan ada anggota Satlantas Polres Nganjuk, Aiptu Andi Kris, yang sedang bertugas. Perhatiannya langsung tertuju pada si ibu muda.

“Helmnya di mana?” tanya Aiptu Andi Kris.

Dengan suara lirih, ibu muda yang belakangan diketahui bernama Indah (20), asal Pare, Kediri itu menjawab: nggak ada Pak.

Percakapan pun berlanjut. Indah mengaku helmnya hilang di tengah perjalanan, saat beristirahat di wilayah Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Indah mengaku sedang menempuh perjalanan panjang lintas provinsi, dari Pare, Kediri, Jawa Timur menuju Pati, Jawa Tengah.

“Dari Kediri mau ke Pati? Mau ngapain ke Pati?” tanya Andi.

“Niku, ambil suami… suamine sakit. (Itu jemput suami. Suami saya sakit),” jawab Indah, yang tak mampu menyembunyikan rasa cemasnya.

Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).

Baca Juga: Ir Bagus Budiarto, Sosok Arsitek Surabaya di Balik Kemegahan Museum Marsinah Nganjuk

Perjalanan panjang Pare-Pati sejauh 250 kilometer seorang diri tanpa helm, diakui Indah bukan karena lalai.

Namun karena rasa cinta terhadap suami dan tanggungjawab sebagai istri. Ia ingin segera menjemput suaminya yang sedang sakit.

Mendengar itu, sikap tegas Aiptu Andi Kris berubah menjadi empati. Hatinya seketika terenyuh.

“Panjenengan (Anda) ikut saya ke kantor lantas. Nanti saya beri helm. Kalau perjalanan jauh tanpa helm kan membahayakan,” ujar Aiptu Andi Kris dengan nada menenangkan.

Tak hanya itu. Ia juga memastikan Indah dalam kondisi cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah sarapan belum?” tanyanya lagi.

Baca Juga: Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Jadi Model Percepatan Swasembada Nasional

“Dereng (belum),” jawab Indah pelan.

Aiptu Andi Kris kemudian mengajak Indah beristirahat sejenak. Ia diberi sarapan. Duduk di ruangan ber-AC untuk menenangkan diri, sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjangnya.

Setelah merasa siap, Indah dibekali helm untuk keselamatan.

“Hati-hati di jalan, nggak usah banter-banter (ngebut). Niatnya ke sana merawat suami,” pesan Aiptu Andi kepada Indah.

Indah hanya bisa mengangguk. Matanya berkaca-kaca.

“Matur suwun nggih (terima kasih), Pak,” ucapnya penuh haru.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ketika Kelas Agama Mencetak Jarak: Pendidikan dan Toleransi Siswa di Indonesia

Apakah pendidikan agama di sekolah kita selama ini benar-benar mendidik, atau justru diam-diam membangun tembok?

Kecelakaan Beruntun di Balongbendo Sidoarjo: Dua Tewas, Lainnya Selamat

Saat ini, kecelakaan tersebut diserahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo untuk menyelidiki penyebab pasti kejadian.

Polres Mojokerto Kota Bongkar Narkoba Jenis Baru, Harganya Bikin Geleng Kepala

Temuan etomidate dalam bentuk liquid vape ini menjadi perhatian khusus karena modus tersebut tergolong baru dan sulit terdeteksi.

Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR RI Cuma Bilang Begini

Diketahui, PT Pertamina resmi menaikkan harga dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai hari ini 10 Juni 2026.  

Operasikan CISEM II, Cara PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional

Penguatan infrastruktur energi nasional tersebut sekaligus menjadi indikator positif atas keberlanjutan bisnis PGN Group di tengah dinamika energi global.

Kisah Tragis Siswi di Surabaya Korban Kebejatan Supervisor Black Owl

Di hadapan hakim, jaksa, dan para pengunjung sidang, ia berusaha mengurai kembali ingatan yang selama berbulan-bulan menjadi beban dalam hidupnya.