Jumat, 21 Agu 2026 19:04 WIB

Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 24 Apr 2026 22:15 WIB
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).
Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).

selalu.id - Suasana perempatan Bypass Begadung, Nganjuk, Jawa Timur pada Jumat (24/4/2026), ramai seperti biasa.

Dari arah selatan traffict light, tampak berjajar kendaraan roda dua dan empat yang menunggu lampu hijau menyala.

Baca Juga: Langkah Konkret Disnaker Nganjuk Tekan Angka Kemiskinan Lewat Pelatihan Industri

Di antara barisan kendaraan itu, ada seorang ibu muda yang duduk di atas motornya. Ia tampak setengah melamun. Sorot matanya menyimpan kegelisahan.

Ibu muda itu tidak memakai helm. Kepalanya hanya dibalut jilbab hitam.

Di seberang perempatan, kebetulan ada anggota Satlantas Polres Nganjuk, Aiptu Andi Kris, yang sedang bertugas. Perhatiannya langsung tertuju pada si ibu muda.

“Helmnya di mana?” tanya Aiptu Andi Kris.

Dengan suara lirih, ibu muda yang belakangan diketahui bernama Indah (20), asal Pare, Kediri itu menjawab: nggak ada Pak.

Percakapan pun berlanjut. Indah mengaku helmnya hilang di tengah perjalanan, saat beristirahat di wilayah Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Indah mengaku sedang menempuh perjalanan panjang lintas provinsi, dari Pare, Kediri, Jawa Timur menuju Pati, Jawa Tengah.

“Dari Kediri mau ke Pati? Mau ngapain ke Pati?” tanya Andi.

“Niku, ambil suami… suamine sakit. (Itu jemput suami. Suami saya sakit),” jawab Indah, yang tak mampu menyembunyikan rasa cemasnya.

Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).Kisah Pemotor Wanita Nekat ke Pati Tanpa Helm Bikin Polisi Nganjuk Terenyuh (Dok: Satlantas Polres Nganjuk).

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Perjalanan panjang Pare-Pati sejauh 250 kilometer seorang diri tanpa helm, diakui Indah bukan karena lalai.

Namun karena rasa cinta terhadap suami dan tanggungjawab sebagai istri. Ia ingin segera menjemput suaminya yang sedang sakit.

Mendengar itu, sikap tegas Aiptu Andi Kris berubah menjadi empati. Hatinya seketika terenyuh.

“Panjenengan (Anda) ikut saya ke kantor lantas. Nanti saya beri helm. Kalau perjalanan jauh tanpa helm kan membahayakan,” ujar Aiptu Andi Kris dengan nada menenangkan.

Tak hanya itu. Ia juga memastikan Indah dalam kondisi cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah sarapan belum?” tanyanya lagi.

Baca Juga: Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu vs Truk Fuso di Nganjuk, 27 Orang Terluka

“Dereng (belum),” jawab Indah pelan.

Aiptu Andi Kris kemudian mengajak Indah beristirahat sejenak. Ia diberi sarapan. Duduk di ruangan ber-AC untuk menenangkan diri, sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjangnya.

Setelah merasa siap, Indah dibekali helm untuk keselamatan.

“Hati-hati di jalan, nggak usah banter-banter (ngebut). Niatnya ke sana merawat suami,” pesan Aiptu Andi kepada Indah.

Indah hanya bisa mengangguk. Matanya berkaca-kaca.

“Matur suwun nggih (terima kasih), Pak,” ucapnya penuh haru.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemuda Jombang Ditemukan Tewas di Sungai Tarik Sidoarjo, Ada Luka Lebam di Wajah

Saat ini, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Hari Juang Polri 2026: Kapolri Pesan Jaga Integritas dan Teladani M Jasin

Momen tahunan ini menjadi refleksi penting lahirnya Kepolisian Republik Indonesia melalui Proklamasi Polisi Istimewa tahun 1945 di bawah kepemimpinan M. Jasin.

Mengenal Program Pisang Danor, Strategi Surabaya dalam Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengurangan sampah perlu dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di lingkungan masing-masing. 

Pemkot Surabaya Tertibkan Pengolahan Sampah Ilegal di Keputih, Baunya Menyengat

Pasca penertiban, muncul usulan warga agar lahan bekas pengolahan sampah ilegal tersebut dialihfungsikan menjadi taman kota dan ruang publik.

Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Soekarno Cup diinisiasi Prananda Prabowo dengan visi membangun ruang kompetisi yang mampu mempertemukan talenta muda.

Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diproyeksikan bakal menjangkau total 200 siswa di berbagai sekolah kawasan Jawa Timur.