Rabu, 15 Jul 2026 01:08 WIB

Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Jadi Model Percepatan Swasembada Nasional

Panen Raya Kedelai di Nganjuk. (Dok. Pemkab Nganjuk).
Panen Raya Kedelai di Nganjuk. (Dok. Pemkab Nganjuk).

selalu.id - Kabupaten Nganjuk sukses melaksanakan panen raya kedelai perdana, Kamis (14/5/2026).

Panen di sawah Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan tersebut dihadiri sederet pejabat negara, mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariadi atau Titik Soeharto, hingga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu vs Truk Fuso di Nganjuk, 27 Orang Terluka

Kegiatan itu menjadi bagian penguatan program ketahanan pangan nasional, sekaligus upaya percepatan swasembada kedelai.

Panen raya dilaksanakan di lahan seluas 100 hektare. Sementara total areal tanam kedelai di Kecamatan Wilangan mencapai 400 hektare.

Agenda ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai pemerintah pusat, TNI, hingga pemerintah daerah.

Hadir pula Andi Amran Sulaiman, Agus Subiyanto, Muhammad Ali, serta Marhaen Djumadi.

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto mengapresiasi keterlibatan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut, dalam mendampingi petani.

Menurutnya, produktivitas panen di Wilangan cukup tinggi. Jika rata-rata nasional hanya sekitar 1,7 ton per hektare, hasil di wilayah tersebut mampu menembus di atas 2 ton per hektare.

“Ini bagus sekali. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa diteruskan. Kita bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya masih impor. Kebutuhan nasional 2,6 juta ton per tahun, sementara produksi baru sekitar 270 ribu ton. Artinya 90 persen masih impor,” kata Titiek.

Putri Presiden ke-2 RI itu menekankan, kolaborasi antara kementerian, TNI, akademisi, petani, dan masyarakat harus diperkuat agar target swasembada kedelai bisa segera tercapai.

Baca Juga: Bus Sugeng Rahayu Terbalik Masuk Sungai di Nganjuk

Menurutnya, program seperti di Nganjuk bisa menjadi model percepatan peningkatan produksi nasional.

Dalam momentum yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah kini telah mencapai swasembada beras dan jagung. Sektor kedelai menjadi fokus berikutnya.

Untuk mendukung itu, Kementerian Pertanian langsung menggelontorkan bantuan benih kedelai untuk pengembangan 2.000 hektare lahan di Nganjuk.

Selain benih, pemerintah juga menyalurkan lima unit hand tractor untuk mendukung mekanisasi pertanian. Bantuan tersebut disambut antusias ratusan petani yang hadir dalam panen raya.

“Insya Allah dengan bantuan TNI, khususnya TNI AL, swasembada kedelai akan terwujud. Saya langsung tanda tangan bantuan benih kedelai untuk 2.000 hektare di Nganjuk, juga lima unit alsintan,” kata Amran.

Baca Juga: KDMP Nglawak Bantah soal Surat Penjualan Gerai yang Disetor ke Agrinas oleh Kopdes Bungurasih

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyebut kehadiran TNI menjadi penghubung penting antara pemerintah daerah dan kementerian.

Menurut dia, selama ini terdapat kendala koordinasi sehingga dukungan program pusat belum maksimal masuk ke daerah.

“Kami berterima kasih kepada Panglima TNI dan TNI AL. Kehadiran TNI menjadi jembatan dengan Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu mendongkrak produksi kedelai di Nganjuk,” ujarnya.

Selain panen raya, kegiatan juga dirangkai bakti kesehatan untuk masyarakat. Sebanyak 200 warga mendapat layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, serta cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Pemerintah juga menyerahkan bantuan sembako kepada 10 perwakilan kelompok tani.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Eks Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Dituntut 7 Tahun Penjara hingga Bayar Rp6,76 M

Jaksa menyatakan uang pengganti tersebut wajib disetor paling lambat satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Viral Video Pemotor PCX Onani depan Emak-emak di Surabaya

Diperkirakan pelaku masih bebas berkeliaran di wilayah Surabaya. Masyarakat harus tetap waspada agar tidak menjadi korban berikutnya.

DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

DPRD Provinsi Jawa Timur secara bulat menetapkan persetujuan atas Raperda tersebut untuk segera disahkan menjadi peraturan daerah yang berlaku.

DPRD Surabaya Kritik Sidak Konten Wali Kota: Alarm Lemahnya Pengawasan Lurah hingga Camat

DPRD meminta Lurah, Camat hingga OPD harus lebih proaktif menyelesaikan masalah warga sesuai kewenangannya. Jangan bergantung dengan Wali Kota.

Dispendikbud Siapkan Langkah Khusus Tangani Ribuan Pelajar Sidoarjo yang Disebut Masuk Kelompok Anak dengan HIV/AIDS

Dispendikbud menegaskan bahwa peserta didik yang termasuk dalam kelompok ADHA memiliki hak yang sama untuk peroleh pendidikan tanpa stigma atau diskriminasi.

Pemkab Jember Masifkan Progam Bunga Desaku Mini dalam Permudah Layanan ke Masyarakat

Melalui Bunga Desaku Mini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal, memahami, dan memanfaatkan berbagai program unggulan Pemkab Jember.