Jumat, 04 Sep 2026 19:29 WIB

Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Jadi Model Percepatan Swasembada Nasional

Panen Raya Kedelai di Nganjuk. (Dok. Pemkab Nganjuk).
Panen Raya Kedelai di Nganjuk. (Dok. Pemkab Nganjuk).

selalu.id - Kabupaten Nganjuk sukses melaksanakan panen raya kedelai perdana, Kamis (14/5/2026).

Panen di sawah Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan tersebut dihadiri sederet pejabat negara, mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariadi atau Titik Soeharto, hingga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: Langkah Konkret Disnaker Nganjuk Tekan Angka Kemiskinan Lewat Pelatihan Industri

Kegiatan itu menjadi bagian penguatan program ketahanan pangan nasional, sekaligus upaya percepatan swasembada kedelai.

Panen raya dilaksanakan di lahan seluas 100 hektare. Sementara total areal tanam kedelai di Kecamatan Wilangan mencapai 400 hektare.

Agenda ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai pemerintah pusat, TNI, hingga pemerintah daerah.

Hadir pula Andi Amran Sulaiman, Agus Subiyanto, Muhammad Ali, serta Marhaen Djumadi.

Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto mengapresiasi keterlibatan TNI, khususnya TNI Angkatan Laut, dalam mendampingi petani.

Menurutnya, produktivitas panen di Wilangan cukup tinggi. Jika rata-rata nasional hanya sekitar 1,7 ton per hektare, hasil di wilayah tersebut mampu menembus di atas 2 ton per hektare.

“Ini bagus sekali. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa diteruskan. Kita bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya masih impor. Kebutuhan nasional 2,6 juta ton per tahun, sementara produksi baru sekitar 270 ribu ton. Artinya 90 persen masih impor,” kata Titiek.

Putri Presiden ke-2 RI itu menekankan, kolaborasi antara kementerian, TNI, akademisi, petani, dan masyarakat harus diperkuat agar target swasembada kedelai bisa segera tercapai.

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Menurutnya, program seperti di Nganjuk bisa menjadi model percepatan peningkatan produksi nasional.

Dalam momentum yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah kini telah mencapai swasembada beras dan jagung. Sektor kedelai menjadi fokus berikutnya.

Untuk mendukung itu, Kementerian Pertanian langsung menggelontorkan bantuan benih kedelai untuk pengembangan 2.000 hektare lahan di Nganjuk.

Selain benih, pemerintah juga menyalurkan lima unit hand tractor untuk mendukung mekanisasi pertanian. Bantuan tersebut disambut antusias ratusan petani yang hadir dalam panen raya.

“Insya Allah dengan bantuan TNI, khususnya TNI AL, swasembada kedelai akan terwujud. Saya langsung tanda tangan bantuan benih kedelai untuk 2.000 hektare di Nganjuk, juga lima unit alsintan,” kata Amran.

Baca Juga: Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu vs Truk Fuso di Nganjuk, 27 Orang Terluka

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyebut kehadiran TNI menjadi penghubung penting antara pemerintah daerah dan kementerian.

Menurut dia, selama ini terdapat kendala koordinasi sehingga dukungan program pusat belum maksimal masuk ke daerah.

“Kami berterima kasih kepada Panglima TNI dan TNI AL. Kehadiran TNI menjadi jembatan dengan Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu mendongkrak produksi kedelai di Nganjuk,” ujarnya.

Selain panen raya, kegiatan juga dirangkai bakti kesehatan untuk masyarakat. Sebanyak 200 warga mendapat layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, serta cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Pemerintah juga menyerahkan bantuan sembako kepada 10 perwakilan kelompok tani.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.