Selasa, 20 Okt 2026 05:24 WIB

Ir Bagus Budiarto, Sosok Arsitek Surabaya di Balik Kemegahan Museum Marsinah Nganjuk

Ir Bagus Budiarto (pegang mic), arsitek asal Surabaya yang mendesain Museum Marsinah Nganjuk. (Dok. Istimewa).
Ir Bagus Budiarto (pegang mic), arsitek asal Surabaya yang mendesain Museum Marsinah Nganjuk. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Di balik kemegahan dan cepatnya pembangunan Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, ternyata ada sosok penting yang membuat desain.

Ya, sosok itu adalah Ir Bagus Budiarto. Pria 48 tahun asli Surabaya inilah yang mendesain Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, yang telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026 lalu.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

"Saya mengajukan desain itu dengan revisi sampai empat kali baru final dan dikerjakan," ungkap Bagus kepada wartawan di Nganjuk, Jumat (22/5/2026).

Desain yang diajukan Bagus itu disetujui dalam forum yang dihadiri KSPI, kepolisian dan Istana Negara.

"Setelah desain disetujui, kami mulai mengerjakan museum dan rumah singgah pada 3 Januari 2026," kata Owner PT Bangun Mega Perkasa itu.

Untuk menggarap proyek Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah itu, Bagus mengerahkan 60 orang pekerja. Karena target yang ditentukan cukup singkat.

"Kami kerja siang dan malam, hingga proyek itu berhasil kami selesaikan pada 28 Maret 2026. Ya sekitar dua bulan lebih atau hampir tiga bulanan," beber Alumni Teknik Sipil ITS tersebut.

Mengerjakan museum ini, bukan tanpa kendala. Bagus menyebut bahwa faktor cuaca yang saat itu masih kerap hujan, menjadi tantangan tersendiri.

"Cuaca saat itu menjadi tantangan bagi kami. Tapi dengan pengawasan ketat dan kinerja yang disiplin, kami mampu menyelesaikan pembangunan sesuai target," tegasnya.

Baca Juga: KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Bagus bersyukur, Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah itu telah diresmikan oleh Presiden Prabowo dan tidak ada satu pun yang perlu direvisi.

"Proyek ini menjadi sebuah kebanggaan bagi kami. Karena museum ini didirikan setelah Ibu Marsinah diangkat menjadi Pahlawan Nasional," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea menyebut bahwa Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah dibangun secara gotong royong, dengan anggaran hampir Rp3,8 miliar.

Anggaran itu, kata Andi, sepenuhnya berasal dari dana gotong royong keluarga besar KSPSI, tanpa menggunakan APBN maupun APBD.

Baca Juga: Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Menurutnya, kekuatan ekonomi koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah tersebut.

"Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN," tegas Andi Gani usai peresmian.

Andi Gani menyampaikan bahwa pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.

"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.