Senin, 15 Jun 2026 00:42 WIB

Ketum NasDem Surya Paloh Soroti Krisis Karakter dan Nalar Publik saat Pengukuhan Prof Dossy

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menghadiri pengukuhan Prof Dossy di Ubhara Surabaya. (Dok. NasDem/selalu.id).
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menghadiri pengukuhan Prof Dossy di Ubhara Surabaya. (Dok. NasDem/selalu.id).

selalu.id - Pengukuhan Prof Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, tidak berhenti pada seremoni akademik.

Momentum ini berkembang menjadi ruang refleksi yang tajam tentang arah demokrasi dan kondisi kebangsaan saat ini.

Baca Juga: Protes Keras soal Pemberitaan Tempo Juga Datang dari NasDem Probolinggo ‎

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam forum tersebut, di antaranya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal, serta anggota DPR RI dan DPRD, kalangan akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Dossy mengangkat tema “Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi”. Ia menegaskan, partai politik tidak semestinya terjebak sebagai kendaraan kekuasaan.

Peran utama partai adalah menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, dan menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas.

Gagasan tersebut berhadapan dengan realitas yang disorot oleh Surya Paloh dalam sambutannya.

Ia menilai praktik politik hari ini semakin menjauh dari nilai ideal, tercermin dari ruang publik yang riuh namun kehilangan kedalaman.

Menurut Surya Paloh, diskursus publik telah bergeser dari adu gagasan menjadi pertunjukan sensasi. Perdebatan berlangsung dangkal, minim arah, dan jauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi perhatian utama.

“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah, dan kegaduhan yang miskin substansi,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti melemahnya kohesi sosial. Kepercayaan antarwarga terus menurun, digantikan oleh menguatnya egoisme dan orientasi material.

Baca Juga: Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Tempo, Pemberitaannya Disebut Lukai Kader

Dalam situasi seperti ini, nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran kerap tereduksi menjadi slogan.

Surya Paloh melihat persoalan bangsa tidak berhenti pada kelemahan institusi. Akar persoalan berada pada krisis karakter.

Ia mengkritik kecenderungan saling menyalahkan yang terus berulang tanpa diiringi keberanian melakukan introspeksi.

“Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh juga menggarisbawahi peran strategis kalangan intelektual.

Baca Juga: NasDem Kritik Kasus Eigendom Tebang Pilih, Sengketa Darmo Hill Ngebut, Warga Kecil Terbengkalai

Akademisi tidak cukup menjadi produsen teori. Mereka diharapkan hadir sebagai penjaga moral publik yang aktif memberi arah.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tetap relevan. Kampus perlu melahirkan gagasan besar yang membumi, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen koreksi sosial dan penggerak perubahan.

Di tengah situasi tersebut, dunia akademik dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang kepemimpinan gagasan.

Tantangan bangsa saat ini bergerak pada lapisan yang lebih mendasar, menyangkut nilai-nilai yang menjaga kehidupan bersama.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pengukuhan Prof Dossy. Ini sekaligus jadi momentum pengingat akan pentingnya peran kaum intelektual. Pertarungan utama bangsa terletak pada menjaga integritas, kejujuran, dan kejernihan berpikir di tengah kebisingan,” tandas Surya Paloh.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Program Bayi Tabung Kini Hadir di Mojokerto

Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat permudah akses masyarakat terhadap teknologi reproduksi modern sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan.

Jambret Ponsel di Lampu Merah Undaan Tumbang Ditembak Polisi Usai Seret Petugas Saat Kabur

Pengejaran berlangsung menegangkan, mulai dari jalan Ambengan, Kusuma Bangsa, BKR Pelajar, Jimerto, Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Ketupa.

Antisipasi Konvoi 1 Suro Perguruan Silat di Surabaya, Senin Malam Ada Pengalihan Arus

Polisi juga melakukan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gesekan antar kelompok yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Surabaya.

Masalah Buruh Pakerin di Mojokerto, Ini Respon Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal

Said menyebut, setidaknya terdapat tiga temuan yang diperoleh usai duduk bersama dengan para buruh PT Pakerin.

Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Pemerintah dan Pertamina sepakat untuk menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter, meski harga minyak mentah global dan kurs rupiah sedang bergejolak.

Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Dalam nota pembelian bertanggal 11 Juni 2026 itu, tertulis harga dasar Pertalite sebesar Rp18.000 per liter.