Minggu, 18 Okt 2026 21:23 WIB

Ketum NasDem Surya Paloh Soroti Krisis Karakter dan Nalar Publik saat Pengukuhan Prof Dossy

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menghadiri pengukuhan Prof Dossy di Ubhara Surabaya. (Dok. NasDem/selalu.id).
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menghadiri pengukuhan Prof Dossy di Ubhara Surabaya. (Dok. NasDem/selalu.id).

selalu.id - Pengukuhan Prof Dossy Iskandar Prasetyo sebagai Guru Besar di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, tidak berhenti pada seremoni akademik.

Momentum ini berkembang menjadi ruang refleksi yang tajam tentang arah demokrasi dan kondisi kebangsaan saat ini.

Baca Juga: Protes Keras soal Pemberitaan Tempo Juga Datang dari NasDem Probolinggo ‎

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam forum tersebut, di antaranya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal, serta anggota DPR RI dan DPRD, kalangan akademisi, dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Dossy mengangkat tema “Ide Normatif Partai Politik dalam Konteks Konstitusi dan Cita Demokrasi”. Ia menegaskan, partai politik tidak semestinya terjebak sebagai kendaraan kekuasaan.

Peran utama partai adalah menjaga konstitusi, merawat etika demokrasi, dan menyalurkan aspirasi publik secara berintegritas.

Gagasan tersebut berhadapan dengan realitas yang disorot oleh Surya Paloh dalam sambutannya.

Ia menilai praktik politik hari ini semakin menjauh dari nilai ideal, tercermin dari ruang publik yang riuh namun kehilangan kedalaman.

Menurut Surya Paloh, diskursus publik telah bergeser dari adu gagasan menjadi pertunjukan sensasi. Perdebatan berlangsung dangkal, minim arah, dan jauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi perhatian utama.

“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah, dan kegaduhan yang miskin substansi,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti melemahnya kohesi sosial. Kepercayaan antarwarga terus menurun, digantikan oleh menguatnya egoisme dan orientasi material.

Baca Juga: Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Tempo, Pemberitaannya Disebut Lukai Kader

Dalam situasi seperti ini, nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran kerap tereduksi menjadi slogan.

Surya Paloh melihat persoalan bangsa tidak berhenti pada kelemahan institusi. Akar persoalan berada pada krisis karakter.

Ia mengkritik kecenderungan saling menyalahkan yang terus berulang tanpa diiringi keberanian melakukan introspeksi.

“Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh juga menggarisbawahi peran strategis kalangan intelektual.

Baca Juga: NasDem Kritik Kasus Eigendom Tebang Pilih, Sengketa Darmo Hill Ngebut, Warga Kecil Terbengkalai

Akademisi tidak cukup menjadi produsen teori. Mereka diharapkan hadir sebagai penjaga moral publik yang aktif memberi arah.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi tetap relevan. Kampus perlu melahirkan gagasan besar yang membumi, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen koreksi sosial dan penggerak perubahan.

Di tengah situasi tersebut, dunia akademik dinilai memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang kepemimpinan gagasan.

Tantangan bangsa saat ini bergerak pada lapisan yang lebih mendasar, menyangkut nilai-nilai yang menjaga kehidupan bersama.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pengukuhan Prof Dossy. Ini sekaligus jadi momentum pengingat akan pentingnya peran kaum intelektual. Pertarungan utama bangsa terletak pada menjaga integritas, kejujuran, dan kejernihan berpikir di tengah kebisingan,” tandas Surya Paloh.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.