Minggu, 07 Jun 2026 23:56 WIB

Kompetisi Panjat Tebing di YPPI II, Wadah Cari Bibit Atlet Muda Surabaya

Atlet muda panjat tebing yang sedang mengikuti kompetisi (Foto: dony/selalu.id)
Atlet muda panjat tebing yang sedang mengikuti kompetisi (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Olahraga panjat tebing di Kota Surabaya semakin menunjukkan perkembangan pesat, terutama di kalangan pelajar. Hal ini terlihat dari antusiasme tinggi serta prestasi yang dicetak oleh para atlet muda yang berkompetisi di berbagai ajang, baik tingkat daerah maupun nasional. Salah satunya yakni adanya kompetisi panjat tebing yang digelar Johanes Dipa (JD) Advocate Legal Consultan di sekolah YPPI II Surabaya.

Didik Waluyo, Pelatih Johanes Dipa (JD) Club, menjelaskan bahwa putra-putri pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam klubnya telah berpartisipasi di berbagai kompetisi di hampir seluruh wilayah Indonesia dan kerap mewakili Jawa Timur.

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

"Mereka sudah berkompetisi di berbagai ajang bergengsi, salah satunya Kejuaraan Unesa Bolder dan ajang bergaya 'Mythical'. Prestasi yang diraih pun cukup membanggakan, di mana juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra maupun putri seringkali berhasil dibawa pulang oleh atlet dari JD Club," ungkap Didik saat ditemui di sekolah YPPI II Surabaya, Minggu (19/4/2026) sore.

Meskipun JD Club masih tergolong baru dan baru berjalan selama satu tahun, kualitas atlet yang dilatihnya sudah mampu bersaing di tingkat regional. Didik membedakan karakteristik olahraga panjat tebing prestasi dengan kegiatan panjat tebing petualangan yang biasa dilakukan di alam bebas atau pegunungan. 

Menurutnya, olahraga prestasi ini kini semakin diminati dan berkembang pesat di Surabaya karena pembinaan sudah dimulai sejak usia dini, mulai dari usia 7 tahun hingga kategori Junior berusia 19 tahun dengan pembagian kelas kompetisi yang jelas.

Mahendra Suhartono selaku perwakilan dari Johanes Dipa sekaligus penyelenggara menambahkan, bahwa tujuan terselenggaranya kompetisi ini tidak lain untuk menggaet para atlet muda dan melatih bibit-bibit atlet yang berprestasi hingga sampai kedepannya.

Lebih jauh, kompetisi yang diikuti oleh siswa SMP dan SMA ini masuk dalam kategori C dan berfungsi sebagai ajang penyaringan bibit unggul. Kebetulan, bulan depan akan digelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Surabaya, di mana panjat tebing untuk pertama kalinya masuk dalam cabang yang diperlombakan.

Baca Juga: Qistan Cup 2 jadi Ajang Adu Strategi Pecatur Muda Jawa Timur di Jember

"Kompetisi ini menjadi ajang try out bagi sekolah-sekolah. Banyak peserta yang selain mewakili sekolahnya juga tergabung dalam klub-klub resmi di Surabaya," tambah Mahendra

Mengenai mekanisme rekrutmen, atlet yang berpartisipasi dalam O2SN berada di bawah naungan dinas pendidikan dan sekolah masing-masing. Menjadi juara di kompetisi ini belum tentu otomatis bergabung dalam tim tertentu, melainkan akan mengikuti proses seleksi tersendiri di tingkat kota. Artinya, pelajar dari sekolah mana pun, misalnya dari SMA YPPI 2 yang mencetak prestasi, berhak mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi untuk mewakili kota.

Sementara itu, R. Widjang DR selaku Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Surabaya mengakui bahwa hampir setiap sekolah tingkat SMP dan SMA memiliki potensi atlet, namun terkadang terkendala ketersediaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, banyak siswa yang kemudian bergabung dan berlatih di klub-klub yang terdaftar sebagai anggota federasi.

Baca Juga: Kesulitan Dapat Ikan Nila? Ini Tips Ampuh dari Angler Mancing Mania

"Saat ini FPTI Surabaya memiliki 15 anggota klub yang menaungi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, umum, hingga Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari SMP dan SMA. Ke depannya, kami terus berupaya mencari atlet-atlet potensial yang kelak bisa diakui dunia demi keberlangsungan regenerasi," ujar Widjang.

Galar Pandu Asnoro selaku pelatih timnas panjat tebing menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak sekolah sangatlah penting. Ia juga mengapresiasi sekolah YPPI dan JD yang tak bosan-bosannya menggelar kompetisi panjat tebing. Diketahui, kompetisi antar-sekolah akan terus digelar sebagai wadah utama dalam menumbuhkan bibit-bibit baru. 

Hingga saat ini, Surabaya sudah mencatatkan nama-nama atlet mudanya yang berhasil masuk dalam Pelatnas (Pelatihan Nasional), membuktikan bahwa sistem pembinaan yang berjalan mulai membuahkan hasil yang nyata bagi olahraga panjat tebing nasional.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gelar Karya Siswa, Keseriusan SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dalam Majukan Dunia Pendidikan

Dian menyebut syarat gelar karya ini sudah dimulai sejak tahun 2022, sebelum kurikulum "deep learning" diajukan oleh pemerintah.

Meski Sudah Naik ke Laporan Polisi, Kasus TPKS Si ML di Situbondo Masih Melambat 

Pendamping hukum korban, Cliff Fabian Maliangkay, menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan perkara tersebut.

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Lomba Mancing Mania Kapolres Cup 2026 Digelar di Probolinggo

Lomba ini sekaligus jadi sarana untuk mempererat sinergi serta kedekatan antara anggota Polri dan masyarakat.

Meski Izin Belum Terbuka ke Warga, Proyek Tiang FiberStar di Sidoarjo Terus Berjalan

Warga mengaku resah karena pihak pelaksana di lapangan belum dapat menunjukkan dokumen perizinan saat dimintai keterangan.

Motor Karyawan JNT di Mojokerto Dicuri, Tampang Pelaku Terekam Jelas di CCTV

"Pelaku mengambil sepeda motor dengan cara merusak rumah kunci dengan menggunakan anak kunci palsu atau kunci T," ujar Kompol Suwiji.

Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Jumlah bantuan tersebut berasal dari beberapa dinas, beberapa program kementerian, KIP, hingga zakat profuktif BUMD.