Minggu, 06 Sep 2026 07:18 WIB

Di Balik Event Kartini Beauty of Balai Pemuda, Terselip Kegelisahan Seniman Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Apr 2026 11:26 WIB
Event Kartini Beauty of Balai Pemuda Surabaya. (Dok.istimewa) 
Event Kartini Beauty of Balai Pemuda Surabaya. (Dok.istimewa) 

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan On The Spot (OTS) atau melukis bersama bertajuk “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini, 21 April 2026. 

Kegiatan ini sekaligus memunculkan kembali tuntutan pelaku seni agar Balai Pemuda Surabaya tetap dipertahankan sebagai ruang berkesenian.

Baca Juga: DKS Resmi Laporkan Pemkot atas Dugaan Pencurian Aset Budaya ke Polrestabes Surabaya

Ketua Sanggar Merah Putih, M. Anis, menegaskan Balai Pemuda memiliki nilai historis dan peran penting dalam melahirkan seniman besar. 

Ia menyebut sejumlah nama seperti Gombloh, Leo Kristi, hingga Franky Sahilatua yang pernah tumbuh dari ruang tersebut. “Kami berharap tetap dipertahankan sebagai pusat kesenian. Ini sudah sejak 1972,” ujar Anis, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, keberadaan Balai Pemuda tidak sekadar bangunan fisik, melainkan bagian dari ekosistem seni yang tidak bisa diukur dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menilai kesenian justru membutuhkan dukungan kebijakan agar tetap hidup di tengah pembangunan kota. “Kesenian itu memang tidak menghasilkan PAD, tapi penting untuk keseimbangan kota,” katanya.

Meski kegiatan seni masih berjalan, Anis mengakui sempat muncul kekhawatiran di kalangan pelaku seni terkait isu penggusuran. 

Baca Juga: Vandalisme Birokrasi di Balai Pemuda: Siasat Pemkot Surabaya 'Membunuh' Sejarah DKS

Kondisi ini dinilai menjadi tekanan tersendiri bagi komunitas yang selama ini menggantungkan aktivitasnya di Balai Pemuda. “Kemarin sempat ada isu penggusuran, itu jadi kekhawatiran bagi kami,” ungkapnya.

Di sisi lain, aktivitas seni lukis di Galeri Merah Putih yang ia kelola tetap berjalan intensif. Dalam setahun, galeri tersebut menggelar sekitar 39 hingga 40 pameran, menunjukkan tingginya kebutuhan ruang ekspresi bagi pelaku seni di Surabaya.

Sementara itu, pelaku seni tari Surabaya, Sri Mulyani, menyoroti perubahan peran Dewan Kesenian Surabaya yang dinilai mulai bergeser ke ranah kebudayaan yang lebih luas.

Ia menilai perlu ada kejelasan arah agar pengembangan seni tidak kehilangan fokus. “Kalau budaya cakupannya lebih luas, sementara kesenian itu lebih spesifik. Ini perlu kejelasan,” ujarnya.

Baca Juga: Massa Lempar Kotoran Ayam ke Gedung DPRD Surabaya dalam Demo Polemik DKS

Sri Mulyani yang telah berkecimpung di dunia tari sejak 1982 juga menilai kebutuhan pelaku seni bukan hanya ruang, tetapi kepastian dukungan berkelanjutan, termasuk fasilitas pertunjukan yang memadai.

Ia menambahkan, dinamika seni di Surabaya saat ini cukup berkembang dengan banyaknya agenda dan festival. Namun, tanpa kepastian ruang seperti Balai Pemuda, pelaku seni dinilai tetap berada dalam posisi yang rentan.

“Ruang berekspresi itu penting. Kalau tidak ada kepastian, pelaku seni yang terdampak,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.