Selasa, 21 Jul 2026 22:14 WIB

Massa Lempar Kotoran Ayam ke Gedung DPRD Surabaya dalam Demo Polemik DKS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 14:15 WIB
Massa saat melempari gedung DPRD Surabaya dengan kotoran ayam saat demo polemik DKS. (Foto: Ade/selalu.id).
Massa saat melempari gedung DPRD Surabaya dengan kotoran ayam saat demo polemik DKS. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Massa aksi melempari halaman gedung DPRD Surabaya dengan kotoran ayam sebagai bentuk protes atas polemik pengosongan ruang Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Senin (11/5/2026).

Pantauan selalu.id, massa awalnya berorasi di depan Balai Pemuda. Kemudian, bergeser ke Balai Kota Surabaya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Usai berorasi massa langsung menerobos masuk gerbang Gedung DPRD Surabaya sambil membawa kantong berisi kotoran ayam.

Beberapa gumpalan kotoran ayam itu kemudian dilemparkan ke area halaman dan pintu gedung DPRD Surabaya. Baunya pun langsung menyengat.

Para demonstran menyatakan aksi simbolik itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah dan DPRD Surabaya yang dinilai tidak serius menyelesaikan persoalan pengosongan ruang sekretariat, serta galeri DKS di kawasan Balai Pemuda.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Massa menuntut agar ruang Dewan Kesenian Surabaya dikembalikan kepada seniman dan menghentikan kebijakan yang dianggap merugikan ekosistem kesenian kota.

Koordinator aksi, Taufik Monyong, mengatakan demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan ruang seni dan kebudayaan di Kota Surabaya.

“Aksi ini merupakan penegasan sikap moral bahwa ruang kesenian bukan semata persoalan gedung, melainkan ruang sejarah, ruang ingatan kolektif, dan ruang tumbuhnya peradaban kota,” jelasnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Menurut Monyong, Dewan Kesenian Surabaya bersama Balai Pemuda telah menjadi bagian penting perjalanan sejarah kota selama lebih dari setengah abad sejak 1 Oktober 1971.

Dari tempat itu lahir banyak seniman, musisi, sastrawan, pelukis, hingga pekerja budaya yang ikut membentuk identitas Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.