Senin, 02 Nov 2026 19:32 WIB

Sungguh Kejam, Pria 50 Tahun di Pamekasan Setubuhi Ipar Disabilitas hingga Melahirkan

Ilustrasi persetubuhan. (Dok. Freepik).
Ilustrasi persetubuhan. (Dok. Freepik).

selalu.id - Ipar adalah maut tak hanya terjadi di film saja. Di dunia nyata pun juga ada. Kisah itu datang dari Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Yang bikin kejam lagi, korban adalah penyandang disabilitas, bahkan sampai hamil.

Baca Juga: Bebas Bersyarat Dicabut, Mas Bechi Terpidana Pencabulan Santriwati Kini Masuk Bui Lagi

Korban diketahui berinisial H, sementara iparnya adalah S, berusia 50 tahun.

KBO Sat Reskrim Polres Pamekasan, Iptu Herman Jayadi mengungkapkan bahwa kasus itu terungkap setelah H kedapatan sedang mengandung.

Pada tanggal 28 Desember 2025, perempuan 41 tahun itu akhirnya melahirkan bayi perempuan.

Misteri kehamilan H kemudian dilaporkan ke Polres Pamekasan pada 6 Januari 2026. Penyidik sempat mengalami kendala dalam mengungungkap kasus tersebut.

Kondisi korban yang mengalami gangguan mental menjadi tantangan tersendiri saat menggali keterangan.

Baca Juga: Cabuli Anak di Bawah Umur, Eks Pengurus Perbankin Surabaya Cuma Divonis Dua Tahun

“Penyidik memberikan pendampingan psikolog pada korban. Juga dilaksanakan prosedur ilmiah berupa tes DNA paternitas melalui Laboratoris Kriminalistik Bid Dokkes Polda Jatim,” kata Herman, Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan hasil tes, DNA bayi perempuan itu identik 99.9 persen dengan AS. Dengan kata lain, ia adalah ayah biologis bayi tersebut.

Melalui surat penetapan nomor S.TAP/48/IV/RES.1.4/SATRESKRIM, tertanggal 6 April 2026, AS dinyatakan sebagai tersangka kasus pemerkosaan terhadap penyandang disabilitas.

Baca Juga: Oknum Pengurus Ponpes Sidogiri Cabuli 4 Santri Tiga Kali Seminggu dalam Empat Tahun

“Terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan. Proses penyidikan masih berlanjut,” jelas Herman.

Tersangka dijerat dengan Pasal 473 ayat (1) dan ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

AS terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun, sesuai dengan perbuatannya yang diduga melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memaksa persetubuhan terhadap penyandang disabilitas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Tujuannya sederhana menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Melalui langkah ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang Natal dan Tahun Baru.

Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Dewi mengaku kaget saat mengetahui motornya raib. Motor itu merupakan satu-satunya kendaraan untuk berangkat kerja.