Selasa, 03 Nov 2026 11:34 WIB

Sewa Lahan Pasar Benowo Surabaya Mencekik, Risiko Hukum Mengintai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Mar 2026 19:19 WIB
Hearing Komisi B DPRD Surabaya soal polemik sewa lahan Pasar Benowo. (Foto: Ade/selalu.id).
Hearing Komisi B DPRD Surabaya soal polemik sewa lahan Pasar Benowo. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Polemik sewa lahan Pasar Benowo Surabaya mencuat setelah pengelola mengaku keberatan dengan nilai sewa Rp400 juta per tahun.

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi B menegaskan pentingnya pengelolaan profesional agar tidak berujung pada temuan hukum.

Baca Juga: Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Persoalan ini dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang menghadirkan pengurus pasar, pedagang, serta instansi terkait seperti BPKAD dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Selasa (31/3/2026).

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo menjelaskan bahwa nilai sewa lahan seluas sekitar satu hektare tersebut berdasarkan appraisal mencapai Rp1 miliar.

Namun karena dikelola koperasi, pemerintah telah memberikan diskon 60 persen menjadi Rp400 juta. Meski demikian, pengelola pasar mengaku hanya mampu membayar Rp100 juta.

“Ini jauh dari ketentuan. Sementara ada temuan BPK yang tidak memungkinkan nilai serendah itu,” jelas Agoeng.

Ia mengingatkan bahwa lahan yang digunakan merupakan aset pemerintah sehingga kewajiban sewa harus dipenuhi sesuai aturan. Jika tidak, potensi pelanggaran bisa berujung pada persoalan hukum.

“Kalau terus menjadi temuan BPK, konsekuensinya bisa berhadapan dengan hukum,” tegas Agoeng.

Selain itu, Komisi B juga menyoroti lemahnya sistem pelaporan keuangan koperasi pengelola pasar yang dinilai belum profesional.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Padahal, pengelolaan pasar harus dijalankan dengan prinsip bisnis yang sehat agar mampu menutup biaya operasional, termasuk beban sewa.

Sementara itu, perwakilan pengurus Pasar Benowo, Patno, menyebut pihaknya baru mengetahui status lahan sebagai aset milik Pemkot Surabaya pada 2025.

Setelah itu, pengelola diminta membentuk koperasi agar mendapatkan keringanan tarif sewa.

Namun, menurutnya, kondisi pasar yang sepi akibat persaingan dengan perdagangan daring membuat pendapatan tidak mencukupi.

“Pasar sekarang sepi, kalah dengan online. Retribusi juga rendah, hanya sekitar Rp2 ribu,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Patno menambahkan, pendapatan yang ada saat ini hanya cukup untuk kebutuhan operasional dasar.

Sebagai langkah lanjutan, Komisi B merekomendasikan agar Dinkopumdag melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi Pasar Benowo, khususnya dalam hal manajemen keuangan.

DPRD memberikan waktu evaluasi selama tiga bulan untuk melihat perkembangan. Jika tidak ada perbaikan, pengelola diminta siap menghadapi konsekuensi atas kewajiban sewa yang belum terpenuhi.

“Pengelola tidak bisa santai. Harus ada perhitungan matang dan terobosan agar kewajiban bisa dipenuhi,” pungkas Agoeng.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.