Rabu, 22 Jul 2026 22:44 WIB

Kecewa Beasiswa SMA Terlambat, DPRD Ingatkan Janji Politik Wali Kota Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Mar 2022 17:34 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya menjanjikan beasiswa untuk pelajar SMA yang hingga kini masih belum turun. Sebelumnya, Pemkot bersama DPRD Kota Surabaya telah sepakat menganggarkan 47 miliar untuk program tersebut.

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2022 untuk program beasiswa tersebut telah disahkan 10 November 2021 lalu.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Rencananya, beasiswa tersebut diberikan kepada 14 ribu siswa SMA/SMK/MA yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang seharusnya menerima beasiswa sejak Januari 2022 lalu.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyayangkan keterlambatan pemberian beasiswa ini. Program ini sebenarnya menjadi mimpi DPRD sejak dulu.

"Kami senang karena Pemkot Surabaya dan DPRD punya visi yang sama, yakni untuk memberikan beasiswa pagi pelajar di tingkat SMA/SMK/MA. Untuk itu APBD sudah disahkan sejak 2021 lalu," kata Reni ketika Kamis ( 10/3/2022).

Reni menjelaskan, seharusnya, sejak Januari 2022 lalu, tiap siswa menerima beasiswa berupa uang tunai senilai Rp200 ribu. Uang tunai tersebut diterima langsung ke rekening yang telah didaftarkan.

"Faktanya masih banyak siswa SMA/SMK/MA yang masuk MBR dan terkendala biaya sekolah. Beasiswa ini sangat dibutuhkan dan meringankan beban mereka," ujarnya.

Lebih lanjut Reni menjelaskan, anggaran pendidikan ini termasuk prioritas. Data yang digunakan oleh Pemkot pun merupakan hasil koordinasi dengan Pemprov Jatim.

"Data sudah ada dan dihimpun Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Kalaupun (dananya) kurang, kan bisa dikoordinasikan dengan DPRD. Bisa juga masuk di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan)," sarannya.

Reni menyebut dirinya sering terjun ke masyarakat. Kabar beasiswa SMA/SMK/MA yang terlambat ini didengarnya dari masyarakat. Sebab banyak yang mengeluhkan hal ini,

Ia mencontohkan dirinya mendapat laporan Kamis (4/3) lalu di wilayah Putat Jaya bahwa pelajar SMA keluarga MBR dan orang tuanya tidak ada pekerjaan.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Reni menerangkan bahwa Ayah dari pelajar SMK swasta ini bekerja sebagai tukang bangunan, tapi sepi pelanggan. Sementara anak bungsu SMPnya sudah bebas biaya.

"Anak sulung SMK swasta. SPP Rp250.000,- per bulan. Ini akan terbantu dengan beasiswa," ujarnya.

Reni juga mengaku sering menemui siswa yang ijazahnya tertahan. Ia berharap, program beasiswa yang sudah disetujui DPRD ini bisa memperkuat pendidikan di Kota Surabaya.

"Minimal anak-anak tidak putus sekolah. Jadi bisa lulus SMA/SMK/MA atau kalau bisa ya perguruan tinggi," tegas dia.

Berdasarkan APBD, syarat penerima beasiswa pelajar SMA/SMK/MA adalah mereka yang siswa dari keluarga MBR dan berprestasi akademik/non akademik. Jadi walaupun bukan MBR tapi berprestasi, juga bisa mendapatkan beasiswa.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Ini memacu semangat untuk belajar dan membantu warga MBR," imbuhnya.

Ia berharap program ini bisa berjalan sebagaimana program beasiswa pendidikan lain. Diantaranya adalah program beasiswa bagi siswa SMP dan Mahasiswa/i.

"Beasiswa pendidikan ini biasanya untuk perguruan tinggi, kemudian kalau untuk siswa SD/SMP pun sudah ada karena memang di bawah pengelolaannya Pemerintah Kota. Beasiswa Kuliah juga memang ada dan nilainya mencapai 30 miliar," papar dia.

Reni mengingatkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji untuk segera merealisasikan program beasiswa ini. Sebab, hal itu telah termaktub dalam janji politik pemimpin daerah.

"Waktu sudah berjalan 2 bulan, saya mendorong dan berharap mudah-mudahan di bulan Maret ini beasiswa dicairkan kepada warga dan siswa dari keluarga MBR," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.