Minggu, 01 Nov 2026 14:17 WIB

Pasar Murah Pemkot Surabaya Disebut Berjalan Pasif, DPRD Sarankan Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mar 2026 17:13 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Istimewa).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Momentum Ramadan hingga Lebaran menjadi mesin penggerak ekonomi warga Surabaya.

Lonjakan konsumsi selama bulan puasa membuat pelaku usaha, khususnya UMKM, menikmati peningkatan penjualan yang signifikan.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menyebut hampir seluruh sektor usaha merasakan dampak positif tersebut, mulai dari pedagang kecil hingga usaha skala besar.

“Selama puasa hingga Lebaran, ekonomi UMKM pasti naik. Dari yang kecil sampai besar ikut merasakan,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Salah satu sektor yang paling terdongkrak adalah pedagang makanan. Permintaan meningkat tajam seiring perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Meski siang hari tidak makan, saat berbuka justru terjadi lonjakan pembelian.

“Siang tidak makan, tapi saat berbuka kecenderungannya makan lebih banyak dibanding hari biasa,” jelas Machmud.

Tak hanya itu, restoran di Surabaya juga kebanjiran pelanggan. Tradisi buka bersama membuat banyak tempat makan penuh reservasi sejak jauh hari.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Sementara itu, pengrajin parcel turut meraup keuntungan dari meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Namun, di tengah geliat ekonomi tersebut, DPRD menyoroti peran pemerintah kota yang dinilai belum maksimal dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

Machmud menilai, langkah Pemkot Surabaya masih cenderung terbatas pada penyelenggaraan pasar murah yang belum tentu memberi selisih harga signifikan bagi warga.

“Selama ini terkesan pasif. Hanya pasar murah, tapi seringkali harganya sama dengan di pasaran,” tegasnya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Machmud mendorong agar pemerintah lebih aktif menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi pelaku usaha dan daya beli masyarakat, terutama di momentum strategis seperti Ramadan dan Lebaran.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diminta lebih adaptif membaca peluang pasar. Tren konsumsi yang berubah cepat, termasuk pengaruh viral di masyarakat, dinilai menjadi faktor penting dalam mendongkrak penjualan.

“Pedagang harus siap sejak awal dan bisa membaca tren. Apa yang viral itu sangat mempengaruhi minat masyarakat,” tandas Machmud.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.