Kamis, 04 Jun 2026 13:28 WIB

Pasar Murah Pemkot Surabaya Disebut Berjalan Pasif, DPRD Sarankan Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mar 2026 17:13 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Istimewa).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Momentum Ramadan hingga Lebaran menjadi mesin penggerak ekonomi warga Surabaya.

Lonjakan konsumsi selama bulan puasa membuat pelaku usaha, khususnya UMKM, menikmati peningkatan penjualan yang signifikan.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menyebut hampir seluruh sektor usaha merasakan dampak positif tersebut, mulai dari pedagang kecil hingga usaha skala besar.

“Selama puasa hingga Lebaran, ekonomi UMKM pasti naik. Dari yang kecil sampai besar ikut merasakan,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Salah satu sektor yang paling terdongkrak adalah pedagang makanan. Permintaan meningkat tajam seiring perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Meski siang hari tidak makan, saat berbuka justru terjadi lonjakan pembelian.

“Siang tidak makan, tapi saat berbuka kecenderungannya makan lebih banyak dibanding hari biasa,” jelas Machmud.

Tak hanya itu, restoran di Surabaya juga kebanjiran pelanggan. Tradisi buka bersama membuat banyak tempat makan penuh reservasi sejak jauh hari.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Sementara itu, pengrajin parcel turut meraup keuntungan dari meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Namun, di tengah geliat ekonomi tersebut, DPRD menyoroti peran pemerintah kota yang dinilai belum maksimal dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

Machmud menilai, langkah Pemkot Surabaya masih cenderung terbatas pada penyelenggaraan pasar murah yang belum tentu memberi selisih harga signifikan bagi warga.

“Selama ini terkesan pasif. Hanya pasar murah, tapi seringkali harganya sama dengan di pasaran,” tegasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Machmud mendorong agar pemerintah lebih aktif menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi pelaku usaha dan daya beli masyarakat, terutama di momentum strategis seperti Ramadan dan Lebaran.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diminta lebih adaptif membaca peluang pasar. Tren konsumsi yang berubah cepat, termasuk pengaruh viral di masyarakat, dinilai menjadi faktor penting dalam mendongkrak penjualan.

“Pedagang harus siap sejak awal dan bisa membaca tren. Apa yang viral itu sangat mempengaruhi minat masyarakat,” tandas Machmud.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.