Selasa, 21 Jul 2026 16:36 WIB

Pasar Murah Pemkot Surabaya Disebut Berjalan Pasif, DPRD Sarankan Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Mar 2026 17:13 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Istimewa).
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Momentum Ramadan hingga Lebaran menjadi mesin penggerak ekonomi warga Surabaya.

Lonjakan konsumsi selama bulan puasa membuat pelaku usaha, khususnya UMKM, menikmati peningkatan penjualan yang signifikan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menyebut hampir seluruh sektor usaha merasakan dampak positif tersebut, mulai dari pedagang kecil hingga usaha skala besar.

“Selama puasa hingga Lebaran, ekonomi UMKM pasti naik. Dari yang kecil sampai besar ikut merasakan,” katanya, Rabu (25/3/2026).

Salah satu sektor yang paling terdongkrak adalah pedagang makanan. Permintaan meningkat tajam seiring perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Meski siang hari tidak makan, saat berbuka justru terjadi lonjakan pembelian.

“Siang tidak makan, tapi saat berbuka kecenderungannya makan lebih banyak dibanding hari biasa,” jelas Machmud.

Tak hanya itu, restoran di Surabaya juga kebanjiran pelanggan. Tradisi buka bersama membuat banyak tempat makan penuh reservasi sejak jauh hari.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Sementara itu, pengrajin parcel turut meraup keuntungan dari meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

Namun, di tengah geliat ekonomi tersebut, DPRD menyoroti peran pemerintah kota yang dinilai belum maksimal dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.

Machmud menilai, langkah Pemkot Surabaya masih cenderung terbatas pada penyelenggaraan pasar murah yang belum tentu memberi selisih harga signifikan bagi warga.

“Selama ini terkesan pasif. Hanya pasar murah, tapi seringkali harganya sama dengan di pasaran,” tegasnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Machmud mendorong agar pemerintah lebih aktif menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi pelaku usaha dan daya beli masyarakat, terutama di momentum strategis seperti Ramadan dan Lebaran.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diminta lebih adaptif membaca peluang pasar. Tren konsumsi yang berubah cepat, termasuk pengaruh viral di masyarakat, dinilai menjadi faktor penting dalam mendongkrak penjualan.

“Pedagang harus siap sejak awal dan bisa membaca tren. Apa yang viral itu sangat mempengaruhi minat masyarakat,” tandas Machmud.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.