Kamis, 04 Jun 2026 04:47 WIB

Masih Ingat Ibu dan Anak Tewas di Bekas Aspol Jombang? Ternyata Ini Penyebabnya

selalu.id - Polres Jombang membeberkan penyebab tewasnya ibu dan anak yang ditemukan dalam kondisi terbakar di bekas asrama polisi di Kecamatan Ploso.

Kedua korban berinisial SK (36) dan NCQ (6), asal Kabupaten Nganjuk itu dipastikan mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Baca Juga: Driver Ojek Online asal Sidoarjo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Surabaya

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan memastikan dua mayat perempuan ibu dan anak warga Kecamatan Gondang, Nganjuk, itu bukan meninggal karena tindakan kejahatan.

"Dari hasil pemeriksaan DNA, dua mayat yang ditemukan di bekas asrama adalah SK dan NCQ," kata Ardi, Jumat (20/3/2026).

Dari analisis rekaman CCTV dan pemeriksaan para saksi, SK dan NCQ berangkat dari rumah mereka sampai ke bekas aspol Jombang hanya berdua.

SK membonceng putrinya mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna hitam nopol AG 5053 WO. Tidak ada orang lain yang membuntuti maupun bersama mereka.

Pemeriksaan toksikologi menunjukkan adanya cairan asam jenis HCL di lambung SK.

Cairan tersebut identik dengan 1 botol cairan pembersih porselen warna hijau yang tersisa sekitar 80% di TKP penemuan mayat. Cairan pembersih porselen ini dibeli SK melalui saudaranya.

"Di pipi NCQ terdapat pelepuhan yang diduga kuat akibat cairan tersebut," jelas Ardi.

Sedangkan hasil pemeriksaan forensik atau autopsi terhadap mayat NCQ, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Bocah perempuan ini tewas karena mati lemas akibat luka bakar dan masuknya gas asap dari pembakaran di dalam saluran pernapasan.

Baca Juga: Pasca Tamu Tewas dari Lantai 20, Hotel Goldvitel Surabaya Bilang Begini

Pada jasad SK juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Ibu dua anak ini tewas karena pendarahan dan kerusakan di rongga perut, serta masuknya gas asap akibat pembakaran ke saluran pernapasan.

"Jadi, berdasarkan serangkaian scientific crime investigation Polres Jombang yang dibackup Polda Jatim, kami simpulkan NK meminumkan cairan pembersih lantai kepada anaknya, kemudian melakukan pembakaran, selanjutnya yang bersangkutan melakukan bunuh diri dengan cara yang sama," tegasnya.

Ardi menambahkan, SK sebelumnya pernah melakukan upaya bunuh diri dengan meminum cairan pembasmi serangga. Karakter korban cenderung tertutup dan memendam masalah.

"Kami turut berduka kepada keluarga, semoga almarhumah husnul khatimah dan diampuni segala salah dan khilafnya," tandasnya.

Sebelumnya, mayat SK dan NCQ ditemukan warga di dalam kolam bekas bangunan aspol Dusun/Desa Rejoagung, Ploso, Jombang pada Rabu (25/2) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Kedua jasad ini diduga kuat bekas dibakar. Kondisinya juga tanpa busana.

Baca Juga: Lagi, Pemuda di Surabaya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Diduga Bunuh Diri

Sedangkan sepeda motor Yamaha Vega nopol AG 5053 WO ditemukan di dekatnya. Motor bebek warna hitam ini berada di pintu masuk bekas aspol.

Dari sinilah terungkap kalau jasad ini ibu dan anak ini asal Kecamatan Gondang, Nganjuk.

SK membawa putrinya pergi dari rumah tanpa pamit pada Selasa (24/2) subuh. Saat itu, suaminya berinisial NY (38) masih tidur. Paginya, sang suami melakukan pencarian.

NY akhirnya melaporkan kehilangan istri dan putrinya ke Polsek Gondang pada Rabu (25/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

*Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.