Selasa, 03 Nov 2026 03:00 WIB

Pasutri Penjual Produk Mamin Kedaluwarsa di Surabaya Diringkus, Omsetnya Rp30 Juta per Bulan

Ilustrasi. (Dok. Istimewa).
Ilustrasi. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sindikat penjual makanan dan minuman (mamin) kedaluwarsa diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Yang bikin geleng kepala, sindikat ini diotaki oleh pasangan suami-istri (pasutri). Selain menangkap pasutri, polisi juga mengamankan seorang pria yang turut terlibat.

Baca Juga: 7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

"Benar, ketiga tersangka saat ini sudah kami tahan. Saat ini masih dalam pemeriksaan untuk pendalaman lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Jumat (13/3/2026).

Edy menyebut, pasutri yang diamankan berinisial AFP dan R. Sementara temannya berinisial AP. Mereka merupakan warga Kertajaya, Gubeng, Surabaya

"Mereka ini kami amankan di rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan berbagai produk mamin yang sudah kedaluwarsa," jelasnya.

Dalam beraksi, sindikat ini menawarkan produk mamin kedaluwarsa melalui media sosial hingga tetangganya sendiri dengan harga jauh di bawah pasaran.

Baca Juga: Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

"Jadi, sasarannya ini di media sosial, juga tetangga sekitar rumahnya sendiri. Mereka modusnya mengganti label kedaluwarsa dengan yang baru," papar Edy.

Edy menyebut, produk mamin yang disita di antaranya yoghurt, susu, sosis, mi instan, bumbu masakan, teh kemasan, hingga minuman saset.

Sindikat ini mulai beraksi sejak November 2025 dan berhasil meraup untung hingga Rp30 juta per bulan. Diperkiraan total keuntungan yang diperoleh selama empat bulan terakhir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Sementara salah satu tersangka yakni AFP, mengaku mendapatkan produk mamin kedaluwarsa itu dari tempat kerjanya di kawasan Sidoarjo. Ia sendiri merupakan kepala gudang.

Yang bikin geleng kepala lagi, sindikat ini juga memasok produk mamin yang mendekati kedaluwarsa ke sejumlah minimarket untuk kemudian dijual ulang.

"Jadi, mereka ini sudah terorganisir. Ada yang bagian mengepul produknya, kemudian diganti ke label yang baru," tandas Edy.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.