Selasa, 21 Jul 2026 02:48 WIB

Polda Jatim Terjunkan 16.326 Personel Gabungan Amankan Lebaran 2026

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bersama Forkopimda usai gelar apel Operasi Ketupat Semeru 2026. (Foto: Dony/selalu.id).
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bersama Forkopimda usai gelar apel Operasi Ketupat Semeru 2026. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Polda Jawa Timur menyiagakan 16.326 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Kesiapan pasukan ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Apel tersebut menjadi bagian dari persiapan operasi pengamanan untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, pengaturan pengamanan tahun ini disusun berdasarkan evaluasi dari operasi sebelumnya untuk mencapai optimalisasi yang lebih baik.

"Dari evaluasi itu kita melihat apa yang perlu diperbaiki sehingga operasi pengamanan tahun ini bisa berjalan lebih baik," jelasnya usai apel gelar Operasi Ketupat Semeru 2026 di Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026).

Nanang menyebut, masyarakat diperkirakan akan memiliki aktivitas yang meningkat tajam selama Ramadan hingga Lebaran, mulai dari ibadah tarawih, arus mudik, malam takbiran, salat Idulfitri, acara halal bihalal, hingga rekreasi keluarga pasca Lebaran.

Selain itu, pengamanan juga mencakup perayaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri tahun ini.

Baca Juga: Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alutsista SAR Hadapi Ancaman Karhutla 2026

"Mobilitas masyarakat sangat tinggi selama Ramadan sampai Lebaran. Semua kegiatan itu harus kita siapkan pengamanannya," tegasnya.

Personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari 9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI, dan 5.404 personel dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.

Untuk mendukung operasi, juga disiapkan 238 pos pengamanan yang tersebar di seluruh Jawa Timur, dengan rincian 172 pos pengamanan, 45 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu.

Seluruh pos akan mengamankan sekitar 20.097 titik fokus, meliputi tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, jalur mudik, objek wisata, dan lokasi keramaian lainnya.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

Aparat juga telah memetakan berbagai potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, di antaranya ancaman terorisme, balap liar, peredaran narkoba, konflik terkait pembayaran THR, serta potensi bencana hidrometeorologi.

"Semua potensi kerawanan sudah kita petakan dan kita antisipasi melalui penggelaran pasukan ini," tandas Nanang.

Polda Jatim berharap masyarakat dapat turut berperan menjaga keamanan dengan saling mengingatkan, sehingga dapat tercipta suasana aman dan nyaman hingga periode arus balik mudik selesai.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.