Selasa, 03 Nov 2026 01:56 WIB

Polda Jatim Terjunkan 16.326 Personel Gabungan Amankan Lebaran 2026

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bersama Forkopimda usai gelar apel Operasi Ketupat Semeru 2026. (Foto: Dony/selalu.id).
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bersama Forkopimda usai gelar apel Operasi Ketupat Semeru 2026. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Polda Jawa Timur menyiagakan 16.326 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Kesiapan pasukan ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.

Baca Juga: 7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Apel tersebut menjadi bagian dari persiapan operasi pengamanan untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, pengaturan pengamanan tahun ini disusun berdasarkan evaluasi dari operasi sebelumnya untuk mencapai optimalisasi yang lebih baik.

"Dari evaluasi itu kita melihat apa yang perlu diperbaiki sehingga operasi pengamanan tahun ini bisa berjalan lebih baik," jelasnya usai apel gelar Operasi Ketupat Semeru 2026 di Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026).

Nanang menyebut, masyarakat diperkirakan akan memiliki aktivitas yang meningkat tajam selama Ramadan hingga Lebaran, mulai dari ibadah tarawih, arus mudik, malam takbiran, salat Idulfitri, acara halal bihalal, hingga rekreasi keluarga pasca Lebaran.

Selain itu, pengamanan juga mencakup perayaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri tahun ini.

Baca Juga: Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

"Mobilitas masyarakat sangat tinggi selama Ramadan sampai Lebaran. Semua kegiatan itu harus kita siapkan pengamanannya," tegasnya.

Personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari 9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI, dan 5.404 personel dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.

Untuk mendukung operasi, juga disiapkan 238 pos pengamanan yang tersebar di seluruh Jawa Timur, dengan rincian 172 pos pengamanan, 45 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu.

Seluruh pos akan mengamankan sekitar 20.097 titik fokus, meliputi tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, jalur mudik, objek wisata, dan lokasi keramaian lainnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Aparat juga telah memetakan berbagai potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, di antaranya ancaman terorisme, balap liar, peredaran narkoba, konflik terkait pembayaran THR, serta potensi bencana hidrometeorologi.

"Semua potensi kerawanan sudah kita petakan dan kita antisipasi melalui penggelaran pasukan ini," tandas Nanang.

Polda Jatim berharap masyarakat dapat turut berperan menjaga keamanan dengan saling mengingatkan, sehingga dapat tercipta suasana aman dan nyaman hingga periode arus balik mudik selesai.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.