Selasa, 21 Jul 2026 03:09 WIB

PKS DPRD Jatim Tagih Bukti Keberpihakan Jamkrida ke UMKM Sebelum Disuntik Modal

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati. (Dok. Humas DPRD Jatim for selalu.id).
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati. (Dok. Humas DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur menyatakan belum menerima rincian kajian bisnis terkait rencana tambahan penyertaan modal sebesar Rp300 miliar kepada Perusahaan Perseroan Daerah Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati dalam menanggapi penyampaian tanggapan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa atas pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada Jamkrida dalam rapat paripurna DPRD Jatim.

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

“Kalau mereka menyampaikan membutuhkan Rp300 miliar, tentu harus jelas perhitungannya seperti apa. Katanya sudah ada uji kelayakan, tapi kami belum mendapatkan data kajian tersebut,” jelas Lilik, Rabu (11/3/2026).

PKS sebelumnya telah menyampaikan catatan terkait kinerja Jamkrida, terutama terkait arah penyaluran penjaminan kredit yang dinilai belum sepenuhnya menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Lilik, secara bisnis lembaga tersebut masih lebih banyak menyalurkan penjaminan untuk kredit multiguna dibandingkan pembiayaan yang langsung mendukung pelaku UMKM.

“Pandangan PKS sudah kami sampaikan bahwa Jamkrida masih lebih banyak membantu pinjaman multiguna dibandingkan UMKM. Padahal visi misinya jelas untuk membantu UMKM,” tegasnya.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Lilik menilai kejelasan kajian kelayakan menjadi hal krusial agar DPRD dapat memastikan tambahan modal benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya juga menyoroti bahwa penjaminan kredit multiguna yang bersifat konsumtif selama ini dominan dibandingkan yang diperuntukkan bagi UMKM.

“Kalau memang tujuannya untuk UMKM, maka harus tepat sasaran. Jangan justru lebih banyak digunakan untuk keperluan konsumtif,” tegas Lilik.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

Sebagai tambahan, ia menyebutkan pengalaman selama masa pandemi Covid-19 menunjukkan sektor UMKM memiliki ketahanan yang baik dan kedisiplinan pembayaran kredit yang tinggi.

Fraksi PKS juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali urgensi penyertaan modal tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan.

"Sebelum memperoleh tambahan modal, Jamkrida perlu menunjukkan kinerja yang lebih kuat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil," tandas Lilik. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.