Minggu, 25 Okt 2026 06:57 WIB

PKS DPRD Jatim Tagih Bukti Keberpihakan Jamkrida ke UMKM Sebelum Disuntik Modal

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati. (Dok. Humas DPRD Jatim for selalu.id).
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati. (Dok. Humas DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur menyatakan belum menerima rincian kajian bisnis terkait rencana tambahan penyertaan modal sebesar Rp300 miliar kepada Perusahaan Perseroan Daerah Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati dalam menanggapi penyampaian tanggapan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa atas pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada Jamkrida dalam rapat paripurna DPRD Jatim.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

“Kalau mereka menyampaikan membutuhkan Rp300 miliar, tentu harus jelas perhitungannya seperti apa. Katanya sudah ada uji kelayakan, tapi kami belum mendapatkan data kajian tersebut,” jelas Lilik, Rabu (11/3/2026).

PKS sebelumnya telah menyampaikan catatan terkait kinerja Jamkrida, terutama terkait arah penyaluran penjaminan kredit yang dinilai belum sepenuhnya menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Lilik, secara bisnis lembaga tersebut masih lebih banyak menyalurkan penjaminan untuk kredit multiguna dibandingkan pembiayaan yang langsung mendukung pelaku UMKM.

“Pandangan PKS sudah kami sampaikan bahwa Jamkrida masih lebih banyak membantu pinjaman multiguna dibandingkan UMKM. Padahal visi misinya jelas untuk membantu UMKM,” tegasnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Lilik menilai kejelasan kajian kelayakan menjadi hal krusial agar DPRD dapat memastikan tambahan modal benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya juga menyoroti bahwa penjaminan kredit multiguna yang bersifat konsumtif selama ini dominan dibandingkan yang diperuntukkan bagi UMKM.

“Kalau memang tujuannya untuk UMKM, maka harus tepat sasaran. Jangan justru lebih banyak digunakan untuk keperluan konsumtif,” tegas Lilik.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Sebagai tambahan, ia menyebutkan pengalaman selama masa pandemi Covid-19 menunjukkan sektor UMKM memiliki ketahanan yang baik dan kedisiplinan pembayaran kredit yang tinggi.

Fraksi PKS juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali urgensi penyertaan modal tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan.

"Sebelum memperoleh tambahan modal, Jamkrida perlu menunjukkan kinerja yang lebih kuat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil," tandas Lilik. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.