Jumat, 25 Sep 2026 14:08 WIB

Rusak Lahan Pertanian, Galian C di Mojokerto Didemo Warga hingga Mahasiswa

Ekskavator yang dikeluarkan paksa dari lokasi galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Ekskavator yang dikeluarkan paksa dari lokasi galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Galian C yang berada di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto didemo warga bersama mahasiswa, Rabu (11/3/2026).

Puluhan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), itu juga menghentikan paksa aktivitas galian C tersebut.

Baca Juga: Geledah Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto, KPK Sita Dokumen dan Amplop Berisi Uang

Ekskavator juga dipaksa keluar dari lokasi tambang yang berada di lahan pertanian aktif. Demo ini dilakukan lantaran mengancam kerusakan lahan pertanian dan irigasi yang mengairi sawah.

Salah satu warga, Sultoni mengatakan, mayoritas masyarakat yang menolak merupakan petani yang khawatir irigasi rusak jika aktivitas galian terus dilakukan.

"Warga utamanya para petani ini menolak adanya galian C ini karena merusak irigasi. Kalau ini diteruskan pasti akan rusak. Dampaknya tanah bisa jadi tandus dan tidak bisa ditanami lagi," jelasnya.

Sultoni mengatakan, aktivitas penggalian mulai dilakukan sejak Sabtu (7/3/2026) lalu. Pengusaha tambang tidak pernah berkoordinasi dengan warga maupun pemerintah desa sebelum melakukan aktivitas.

Demo Galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).Demo Galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

"Petani kumpul semua menolak karena khawatir irigasi rusak. Tapi pengusaha tetap diteruskan, tidak bilang sama petani dan pihak desa, langsung menggali saja," katanya.

Menuru Sultoni, lahan yang digali memang berada di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari.

Namun jalur irigasinya melewati wilayah Dusun Sumberpandan, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal yang merupakan area persawahan petani.

Sementara itu, Kepala Desa Mojotamping, Sumanan mengatakan pihak desa tidak pernah menerima laporan terkait aktivitas galian C tersebut.

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

"Semua kegiatan di sini dari awal tidak pernah melapor ke desa. Setelah ada gejolak, semua warga kelompok tani saya panggil ke kantor. Ternyata ada pernyataan semua petani Dusun Sumberpandan tidak setuju atau menolak adanya galian C ini,” katanya.

Sumanan menegaskan, warga benar-benar menolak aktivitas penambangan karena berpotensi merusak lahan pertanian. Ia pun meminta agar aktivitas tersebut dihentikan.

"Hari ini saya putuskan untuk berhenti atau menarik bego dari lokasi. Penduduk saya benar-benar tidak setuju dengan adanya galian ini karena betul-betul merusak. Dulu sudah pernah ditolak, kok sekarang masuk lagi," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.

Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh

Saat kejadian terdapat kontraktor yang sedang melakukan pekerjaan penggantian cooling tower di PTC.

KPK Geledah Rumah Tersangka Dirjen PPTT Lampri di Nganjuk

Lampri adalah salah satu orang yang ditangkap oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (14/9) lalu.

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik.