Jumat, 07 Agu 2026 01:53 WIB

Rusak Lahan Pertanian, Galian C di Mojokerto Didemo Warga hingga Mahasiswa

Ekskavator yang dikeluarkan paksa dari lokasi galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Ekskavator yang dikeluarkan paksa dari lokasi galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Galian C yang berada di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto didemo warga bersama mahasiswa, Rabu (11/3/2026).

Puluhan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), itu juga menghentikan paksa aktivitas galian C tersebut.

Baca Juga: Bahan Baku Tisu PT SPS di Sukoanyar Mojokerto Terbakar, 7 Mobil Pemadaman Dikerahkan

Ekskavator juga dipaksa keluar dari lokasi tambang yang berada di lahan pertanian aktif. Demo ini dilakukan lantaran mengancam kerusakan lahan pertanian dan irigasi yang mengairi sawah.

Salah satu warga, Sultoni mengatakan, mayoritas masyarakat yang menolak merupakan petani yang khawatir irigasi rusak jika aktivitas galian terus dilakukan.

"Warga utamanya para petani ini menolak adanya galian C ini karena merusak irigasi. Kalau ini diteruskan pasti akan rusak. Dampaknya tanah bisa jadi tandus dan tidak bisa ditanami lagi," jelasnya.

Sultoni mengatakan, aktivitas penggalian mulai dilakukan sejak Sabtu (7/3/2026) lalu. Pengusaha tambang tidak pernah berkoordinasi dengan warga maupun pemerintah desa sebelum melakukan aktivitas.

Demo Galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).Demo Galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

Baca Juga: Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

"Petani kumpul semua menolak karena khawatir irigasi rusak. Tapi pengusaha tetap diteruskan, tidak bilang sama petani dan pihak desa, langsung menggali saja," katanya.

Menuru Sultoni, lahan yang digali memang berada di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari.

Namun jalur irigasinya melewati wilayah Dusun Sumberpandan, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal yang merupakan area persawahan petani.

Sementara itu, Kepala Desa Mojotamping, Sumanan mengatakan pihak desa tidak pernah menerima laporan terkait aktivitas galian C tersebut.

Baca Juga: Kejati Jatim Lelang Mobil, Motor hingga Tanah di Mojokerto, Berikut Tanggal Dibuka dan Syaratnya

"Semua kegiatan di sini dari awal tidak pernah melapor ke desa. Setelah ada gejolak, semua warga kelompok tani saya panggil ke kantor. Ternyata ada pernyataan semua petani Dusun Sumberpandan tidak setuju atau menolak adanya galian C ini,” katanya.

Sumanan menegaskan, warga benar-benar menolak aktivitas penambangan karena berpotensi merusak lahan pertanian. Ia pun meminta agar aktivitas tersebut dihentikan.

"Hari ini saya putuskan untuk berhenti atau menarik bego dari lokasi. Penduduk saya benar-benar tidak setuju dengan adanya galian ini karena betul-betul merusak. Dulu sudah pernah ditolak, kok sekarang masuk lagi," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Skor 6-5 di babak adu penalti memastikan Persebaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 sekaligus mengakhiri turnamen pramusim ini sebagai kampiun.

Kebakaran Bromo Makin Meluas, Kini Mengarah ke Puncak B29 Lumajang

BPBD Probolinggo pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak nekat ke kawasan yang terbakar.

DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis

Fathoni menilai, persoalan ini sudah menyita perhatian masyarakat luas sehingga tidak lagi bisa diselesaikan sekadar sebagai urusan internal Pemkot Surabaya.

60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina meminta masyarakat tidak merespons angka ini dengan kepanikan.

Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Guna membendung penularan vertikal ini, layanan skrining berdasarkan siklus hidup terus diperkuat, termasuk lewat program triple eliminasi.

Bukan Sekadar Tuan Rumah, DPRD Surabaya Ingin Porprov Jatim 2027 Berbasis Sportainment dan Dongkrak UMKM

Menurut Fathoni, Porprov Jatim 2027 bukan sekadar pertandingan olahraga. Ini adalah momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.