Jumat, 19 Jun 2026 21:18 WIB

Rusak Lahan Pertanian, Galian C di Mojokerto Didemo Warga hingga Mahasiswa

Ekskavator yang dikeluarkan paksa dari lokasi galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Ekskavator yang dikeluarkan paksa dari lokasi galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Galian C yang berada di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto didemo warga bersama mahasiswa, Rabu (11/3/2026).

Puluhan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), itu juga menghentikan paksa aktivitas galian C tersebut.

Baca Juga: Detik-detik Menegangkan Evakuasi Balita 3 Tahun Terkunci dalam Mobil di Mojokerto

Ekskavator juga dipaksa keluar dari lokasi tambang yang berada di lahan pertanian aktif. Demo ini dilakukan lantaran mengancam kerusakan lahan pertanian dan irigasi yang mengairi sawah.

Salah satu warga, Sultoni mengatakan, mayoritas masyarakat yang menolak merupakan petani yang khawatir irigasi rusak jika aktivitas galian terus dilakukan.

"Warga utamanya para petani ini menolak adanya galian C ini karena merusak irigasi. Kalau ini diteruskan pasti akan rusak. Dampaknya tanah bisa jadi tandus dan tidak bisa ditanami lagi," jelasnya.

Sultoni mengatakan, aktivitas penggalian mulai dilakukan sejak Sabtu (7/3/2026) lalu. Pengusaha tambang tidak pernah berkoordinasi dengan warga maupun pemerintah desa sebelum melakukan aktivitas.

Demo Galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).Demo Galian C di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Produksi Sepatu Safety di Mojokerto Banjir Pesanan

"Petani kumpul semua menolak karena khawatir irigasi rusak. Tapi pengusaha tetap diteruskan, tidak bilang sama petani dan pihak desa, langsung menggali saja," katanya.

Menuru Sultoni, lahan yang digali memang berada di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari.

Namun jalur irigasinya melewati wilayah Dusun Sumberpandan, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal yang merupakan area persawahan petani.

Sementara itu, Kepala Desa Mojotamping, Sumanan mengatakan pihak desa tidak pernah menerima laporan terkait aktivitas galian C tersebut.

Baca Juga: Bikin Onar di Jalan, Puluhan Remaja di Mojokerto Diamankan

"Semua kegiatan di sini dari awal tidak pernah melapor ke desa. Setelah ada gejolak, semua warga kelompok tani saya panggil ke kantor. Ternyata ada pernyataan semua petani Dusun Sumberpandan tidak setuju atau menolak adanya galian C ini,” katanya.

Sumanan menegaskan, warga benar-benar menolak aktivitas penambangan karena berpotensi merusak lahan pertanian. Ia pun meminta agar aktivitas tersebut dihentikan.

"Hari ini saya putuskan untuk berhenti atau menarik bego dari lokasi. Penduduk saya benar-benar tidak setuju dengan adanya galian ini karena betul-betul merusak. Dulu sudah pernah ditolak, kok sekarang masuk lagi," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

DPRD Jatim Desak Pemprov Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepala Dinas

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi mengganggu efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Khofifah Sebut KCL Singhasari Buka Dua Prodi Baru pada 2027, Berikut Cara Daftarnya

Khofifah berharap kerjasama ini dapat terus terjalin dan menghasilkan riset serta lulusan yang memberi dampak positif signifikan untuk masyarakat.

Jangan Bandel Buka Usaha di Permukiman Bila Tak Mau Ditutup Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap usaha yang melanggar aturan tata ruang dan perizinan.

Sensus Ekonomi jadi Penentu Program UMKM Surabaya

DPRD Surabaya pun meminta seluruh aparatur kecamatan dan kelurahan aktif mengawal proses pendataan agar menghasilkan data yang akurat.

EastFood Indonesia Expo 2026 Surabaya, Momen Strategis Pelaku Industri Perluas Pasar

EastFood Indonesia Expo (IIFEX) 2026 sukses menghadirkan lebih dari 180 peserta pameran, baik dari dalam negeri maupun internasional. 

Ratusan Mahasiswa PMII Geruduk Kantor DPRD Jatim, Ancam Blokade Jalan

Aksi demontrasi mahasiswa ini membawa isu terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Juga minta program MBG dibubarkan.