Selasa, 20 Okt 2026 00:37 WIB

Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Pilah Sampah Mulai dari Rumah: Cegah Banjir, Rawat Kebersihan

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Safari Ramadan. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat Safari Ramadan. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari masif mengajak masyarakat mulai mengelola dan memilah sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah awal mencegah persoalan lingkungan, salah satunya potensi banjir di wilayah permukiman.

Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al Mubarok, Lingkungan Kemasan, Kelurahan Blooto, Selasa (10/3/2026) malam.

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Ning Ita mengatakan bahwa persoalan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memperparah risiko banjir, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi di Jawa Timur.

“Kondisi Jawa Timur saat ini masih dalam status siaga satu potensi bencana. Karena itu saya titip kepada masyarakat, jangan membuang sampah sembarangan. Kelola sampah dengan baik sejak dari rumah tangga dan jangan membuangnya ke sungai atau selokan,” jelasnya.

Menurut Ning Ita, Kota Mojokerto memiliki kerentanan terhadap banjir karena terdapat sejumlah aliran sungai yang melintasi wilayah kota.

Jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di daerah hulu dalam waktu lama, air yang mengalir ke wilayah kota berpotensi meluap.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

“Kalau di wilayah hulu hujannya tinggi dalam waktu lama, maka aliran air ke Kota Mojokerto bisa meningkat dan berpotensi meluap. Karena itu, menjaga kebersihan saluran air dari sampah menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain menyampaikan pesan terkait pengelolaan sampah, Safari Ramadan juga dimanfaatkan Pemkot Mojokerto untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat.

Ning Ita mengatakan pembangunan kota tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga unsur TNI, Polri, dan instansi vertikal lainnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

“Proses pembangunan Kota Mojokerto tidak bisa dilakukan Pemkot sendirian. Kami membutuhkan sinergi dengan TNI, Polri, instansi vertikal, dan yang paling penting masyarakat sebagai bagian dari pembangunan kota,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyerahkan bantuan hibah untuk Masjid Al Mubarok sebesar Rp35 juta.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ning Ita kepada pengurus masjid untuk mendukung kegiatan keagamaan dan perawatan tempat ibadah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).