Rabu, 22 Jul 2026 21:16 WIB

DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles

Komisi D DPRD Jatim, turun langsung meninjau lokasi jalur Bondowoso-Jember yang putus akibat Jembatan Sentong Ambles. (Dok. Humas DPRD Jatim).
Komisi D DPRD Jatim, turun langsung meninjau lokasi jalur Bondowoso-Jember yang putus akibat Jembatan Sentong Ambles. (Dok. Humas DPRD Jatim).

selalu.id - Jembatan Sentong yang menjadi jalur utama penghubung Kabupaten Bondowoso dan Kota Jember ambles sejak 23 Februari 2026, menyebabkan arus kendaraan terputus total.

Menanggapi kondisi tersebut, DPRD Jawa Timur melalui Komisi D turun langsung meninjau lokasi dan mendesak percepatan penanganan mengingat musim mudik Lebaran semakin dekat.

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Amblesnya jembatan disebabkan fondasi sisi hilir tergerus derasnya aliran Sungai Sampean, yang membuat hampir sepertiga badan jalan longsor.

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Agung Mulyono bersama anggota Komisi bidang Pembangunan, Satib, melakukan pemeriksaan langsung terhadap retakan dan penurunan badan jalan akibat erosi, didampingi Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember, Tutug Putro.

Di lokasi, Dokter Agung langsung menghubungi Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Jatim, Netty Herawati, untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat.

Ia menekankan perlunya segera mengirimkan material aspal drum yang telah direncanakan Provinsi Jawa Timur untuk penanganan darurat.

“Ini sudah mau menjelang Lebaran. Yang drum itu segera diagendakan. Jatim sudah merencanakan kirim, kalau bisa secepatnya,” tegas Dokter Agung sekaligus menanyakan kepastian pengiriman material dan kesiapan tim lapangan kepada Tutug Putro, Kamis (5/3/2026).

Sementara menunggu perbaikan permanen, warga dan pengguna jalan diarahkan melalui jalur alternatif. Selain aspal drum untuk penanganan darurat, Pemprov Jatim juga menyiapkan pemasangan jembatan bailey sebagai solusi sementara untuk memulihkan konektivitas.

Dokter Agung juga meminta agar sosialisasi pengalihan arus segera dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa untuk kenyamanan masyarakat.

Komisi D DPRD Jatim, turun langsung meninjau lokasi jalur Bondowoso-Jember yang putus akibat Jembatan Sentong Ambles. (Dok. Humas DPRD Jatim).Komisi D DPRD Jatim, turun langsung meninjau lokasi jalur Bondowoso-Jember yang putus akibat Jembatan Sentong Ambles. (Dok. Humas DPRD Jatim).

Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Kondisi amblesnya jembatan telah menyebabkan kendaraan roda empat dan truk harus melintas melalui jalur yang lebih sempit, sehingga sering terjadi antrean panjang pada jam padat. Warga setempat menyebut kawasan tersebut memang rawan erosi saat debit sungai meningkat.

Tutug Putro mengungkapkan bahwa proyek penggantian jembatan sebenarnya telah siap dilaksanakan sebelum insiden terjadi.

"Desain sudah selesai. Lelang juga sudah. Pemenang sudah ada. Kita tinggal tanda tangan kontrak saat longsor terjadi,” katanya.

Setelah ambles, pihaknya mengambil keputusan penutupan total demi keselamatan pengguna jalan karena kondisi struktur tidak aman untuk dilalui.

Pembangunan jembatan baru diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan karena dilakukan penggantian total struktur.

Baca Juga: Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

“Ini bukan perbaikan kecil. Harus kuat, harus aman,” jelas Tutug Putro.

Saat ini, koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk mengurai kemacetan di jalur alternatif.

Dokter Agung berharap percepatan penanganan benar-benar terealisasi agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman saat mudik Lebaran.

“Kita harus pastikan pekerjaan cepat, rapi, dan aman. Masyarakat harus bisa lewat tanpa khawatir,” tegasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.