Selasa, 21 Jul 2026 04:00 WIB

DPRD Jatim Minta Pemprov Segera Ambil Tindakan pada 7.000 PMI di Timur Tengah

Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).
Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur mencatat kini ada sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang ada di Timur Tengah.

DPRD Jatim pun mendorong perlunya Langkah antisipasi konflik.

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Wara Sundari Renny Pramana mengatakan bahwa keselamatan warga Jatim yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tujuan, dan instansi terkait.
 
“Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman. Data mereka yang berada di Timur Tengah harus benar-benar terupdate, termasuk pemetaan lokasi kerja dan tempat tinggal masing-masing,” tegas Renny, Senin (9/3/2026).
 
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), jumlah PMI asal Jatim di kawasan tersebut mencapai sekitar 7.000 orang, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar. 

Meskipun sebagian besar tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap mengantisipasi potensi dampak akibat eskalasi ketegangan.
 
Renny menegaskan perlunya langkah antisipatif yang matang, termasuk penyusunan skenario evakuasi apabila situasi semakin memburuk. 

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

Selain itu, ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap PMI tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi harus dimulai sejak tahap penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
 
“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu, negara termasuk pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.