Senin, 09 Mar 2026 18:13 WIB

DPRD Jatim Minta Pemprov Segera Ambil Tindakan pada 7.000 PMI di Timur Tengah

Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).
Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur mencatat kini ada sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang ada di Timur Tengah.

DPRD Jatim pun mendorong perlunya Langkah antisipasi konflik.

Baca Juga: DPRD Jatim Minta Suntikan Modal Rp300 M ke Jamkrida Dibuka Transparan dan Detail

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Wara Sundari Renny Pramana mengatakan bahwa keselamatan warga Jatim yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: DPRD Jatim Minta Percepat Perbaikan Jalur Bondowoso-Jember yang Putus Imbas Jembatan Sentong Ambles

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tujuan, dan instansi terkait.
 
“Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman. Data mereka yang berada di Timur Tengah harus benar-benar terupdate, termasuk pemetaan lokasi kerja dan tempat tinggal masing-masing,” tegas Renny, Senin (9/3/2026).
 
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), jumlah PMI asal Jatim di kawasan tersebut mencapai sekitar 7.000 orang, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar. 

Meskipun sebagian besar tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap mengantisipasi potensi dampak akibat eskalasi ketegangan.
 
Renny menegaskan perlunya langkah antisipatif yang matang, termasuk penyusunan skenario evakuasi apabila situasi semakin memburuk. 

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Program Mudik Gratis 2026, Juga Ingatkan Keamanan Rumah

Selain itu, ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap PMI tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi harus dimulai sejak tahap penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
 
“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu, negara termasuk pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

DPRD Warning Penyaluran Zakat di Surabaya Harus Tepat Sasaran, Kaum Miskin dan Rentan Prioritas

Anggota DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Ashar menegaskan pengelolaan dana zakat harus selaras dengan upaya pemerintah kota dalam menekan angka kemiskinan.

Perkuat Logistik Papua Selatan, Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke

Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah rencana pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi layanan logistik.

PMI Surabaya Gelar Donor Darah Spesial Ramadan, Bagikan Paket Sembako hingga Voucer Servis Motor Gratis 

Ketua Harian PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat mengatakan bahwa target harian acara donor darah ini adalah 550 kantong. Total semua target 5.000 kantong.

Mudik Lebaran 2026: Cek Ketentuan Batas Bagasi saat Naik Kereta, Jangan Sampai Kelebihan

Imbauan ini disampaikan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mencegah terjadinya barang tertinggal maupun tertukar selama perjalanan.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini: Waspada Hujan Lebat dan Angin Dari Sore hingga Malam

Bagi masyarakat yang memulai persiapan ibadah Ramadan hari ini, harap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak terutama pada sore dan malam hari.

Viral Truk Sampah Berceceran di Jalan Surabaya, DLH Siapkan Sanksi Tegas

Apabila ditemukan sampah berserakan di jalan akibat kelalaian pengangkutan, pihak rekanan akan mendapatkan teguran hingga sanksi sesuai kontrak.