Selasa, 20 Okt 2026 13:53 WIB

DPRD Jatim Minta Pemprov Segera Ambil Tindakan pada 7.000 PMI di Timur Tengah

Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).
Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur mencatat kini ada sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang ada di Timur Tengah.

DPRD Jatim pun mendorong perlunya Langkah antisipasi konflik.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Wara Sundari Renny Pramana mengatakan bahwa keselamatan warga Jatim yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tujuan, dan instansi terkait.
 
“Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman. Data mereka yang berada di Timur Tengah harus benar-benar terupdate, termasuk pemetaan lokasi kerja dan tempat tinggal masing-masing,” tegas Renny, Senin (9/3/2026).
 
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), jumlah PMI asal Jatim di kawasan tersebut mencapai sekitar 7.000 orang, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar. 

Meskipun sebagian besar tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap mengantisipasi potensi dampak akibat eskalasi ketegangan.
 
Renny menegaskan perlunya langkah antisipatif yang matang, termasuk penyusunan skenario evakuasi apabila situasi semakin memburuk. 

Baca Juga: Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Selain itu, ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap PMI tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi harus dimulai sejak tahap penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
 
“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu, negara termasuk pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.