Jumat, 04 Sep 2026 16:15 WIB

DPRD Jatim Minta Pemprov Segera Ambil Tindakan pada 7.000 PMI di Timur Tengah

Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).
Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Wara Sundari Renny Pramana. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur mencatat kini ada sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim yang ada di Timur Tengah.

DPRD Jatim pun mendorong perlunya Langkah antisipasi konflik.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Wara Sundari Renny Pramana mengatakan bahwa keselamatan warga Jatim yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tujuan, dan instansi terkait.
 
“Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman. Data mereka yang berada di Timur Tengah harus benar-benar terupdate, termasuk pemetaan lokasi kerja dan tempat tinggal masing-masing,” tegas Renny, Senin (9/3/2026).
 
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), jumlah PMI asal Jatim di kawasan tersebut mencapai sekitar 7.000 orang, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar. 

Meskipun sebagian besar tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap mengantisipasi potensi dampak akibat eskalasi ketegangan.
 
Renny menegaskan perlunya langkah antisipatif yang matang, termasuk penyusunan skenario evakuasi apabila situasi semakin memburuk. 

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

Selain itu, ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap PMI tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi harus dimulai sejak tahap penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
 
“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu, negara termasuk pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” jelasnya. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.