Jumat, 05 Jun 2026 01:25 WIB

Bupati Fawait Tegaskan Urus KTP hingga Layanan Kesehatan di Jember Gratis

Anggota kader posyandu saat menghadiri acara Safari Ramadan di Desa Klompangan Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Anggota kader posyandu saat menghadiri acara Safari Ramadan di Desa Klompangan Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar kegiatan Salawat Kampung di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Selasa (10/3/2026).

Acara religi tersebut dihadiri ratusan emak-emak dan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

Selain menjadi ajang bersalawat bersama, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

Bupati Jember Muhamad Fawait turut hadir dan menyampaikan sejumlah program pemerintah yang saat ini sedang dijalankan.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan pungutan liar atau pelayanan yang dipersulit.

“Pengurusan KTP sekarang gratis. Kalau sampai bayar, wadul Gus’e. Kalau dipersulit juga wadul Gus’e di nomor 0811-3031-1188. Untuk membuat KTP cukup datang ke kecamatan,” tegasnya.

Gus Fawait menjelaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus meminta dukungan agar program pemerintah dapat berjalan lancar.

“Kami datang ke sini dengan niat silaturahmi. Kami juga minta tolong kepada masyarakat untuk ikut membantu memperlancar program pemerintah,” katanya.

Tak hanya itu, Gus Fawait menyatakan bahwa layanan kesehatan bagi masyarakat Jember kini semakin mudah melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Warga cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit.

“Sekarang kalau ke rumah sakit cukup pakai KTP, gratis melalui program UHC. Bukan hanya orang sakit, melahirkan juga gratis. Jangan lagi warga Ajung melahirkan tidak di rumah sakit,” tegasnya.

Gus Fawait memastikan bahwa tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien yang menggunakan fasilitas gratis melalui program UHC dengan pasien yang membayar secara mandiri. Jika ada pelayanan yang berbeda, masyarakat diminta segera melapor.

“Tidak ada perbedaan pelayanan antara yang gratis dan yang bayar. Kalau ada pelayanan berbeda, wadul Gus’e,” ujarnya.

Gus Fawait dalam momen itu juga memberi kabar terkait pencairan insentif bagi guru ngaji. Ia memastikan insentif tersebut akan dicairkan sebelum Lebaran dan kini tidak lagi harus menunggu hingga satu tahun.

Baca Juga: 777 Pejabat Pendidikan di Jember Dilantik, Begini Pesan Tegas Gus Fawait

Untuk para ketua muslimat, Gus Fawait juga menyebutkan bahwa bantuan yang telah diprogramkan pemerintah daerah ditargetkan cair sebelum bulan Desember.

Gus Fawait juga menyinggung rencana pembangunan infrastruktur di Jember, termasuk proyek pembangunan flyover Mangli yang diperkirakan mulai dikerjakan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp700 miliar.

Terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah yang masih belum baik, ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap.

“Untuk jalan-jalan yang belum bagus, sabar. Pasti nanti akan diperbaiki,” pungkas dia. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.