Minggu, 01 Nov 2026 15:25 WIB

Proyek Normalisasi Sungai Kalianak Surabaya Tersendat, Warga Tak Sepakat Lebar Sungai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 06 Mar 2026 15:40 WIB
Normalisasi Sungai Kalianak Surabaya. (Dok.Diskominfo Surabaya).
Normalisasi Sungai Kalianak Surabaya. (Dok.Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan pelaksanaan normalisasi Sungai Kalianak dilakukan berdasarkan bantuan penertiban (Bantip) dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Meski demikian, pemkot memastikan proses penataan tetap mengedepankan komunikasi dengan warga untuk menghindari konflik sosial.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini menjelaskan program penertiban dan normalisasi Sungai Kalianak merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang diajukan melalui Bantip kepada Pemkot Surabaya.

“Sebelum saya masuk ke Satpol PP sudah ada Bantip dari BBWS. Bantip itu ditujukan kepada Bapak Wali Kota terkait penertiban normalisasi Sungai Kalianak tanggal 4 Maret 2025,” jelasnya, Jumat (6/3/2026).

Menurut Zaini, tahap pertama normalisasi telah dilakukan di kawasan Asemrowo.

Dan pada tahap tersebut, penentuan lebar sungai didasarkan pada berbagai referensi, mulai dari data kretek tahun 1960, peta tahun 1974, foto udara, hingga dokumen perencanaan seperti Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Pada tahap pertama, berdasarkan kesepakatan dengan warga, lebar sungai yang disepakati adalah 18,6 meter,” jelasnya.

Setelah tahap pertama rampung, program normalisasi Sungai Kalianak direncanakan berlanjut ke tahap kedua yang berada di wilayah RT 9 RW 6 Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan.

Namun, dalam prosesnya muncul perbedaan pandangan antara warga dan pemerintah terkait lebar sungai yang akan diterapkan.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Zaini menegaskan warga pada prinsipnya tidak menolak program normalisasi sungai.

“Selalu kami tanyakan bahwa saudara-saudara kita di RT 9 RW 6 tidak menolak normalisasi sungai,” paparnya.

Sebagai penegak perda yang menerima Bantip dari BBWS Brantas, pihaknya telah menawarkan beberapa opsi dasar hukum terkait lebar sungai, termasuk opsi dengan ukuran paling kecil.

Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah lebar sungai 16,1 meter. Namun, hingga kini usulan tersebut belum mendapat persetujuan dari warga setempat.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

“16,1 meter kami tawarkan masih tidak mau,” sebut Zaini.

Ia menambahkan, penandaan di lokasi sempat dilakukan setelah melalui proses sosialisasi dan rapat dengan warga. Namun, pelaksanaannya akhirnya diundur karena belum tercapai kesepakatan.

Menurut Zaini, keputusan menunda langkah di lapangan juga mempertimbangkan situasi awal Ramadan agar tidak memicu ketegangan di masyarakat.

“Berdasarkan kondisi di lapangan, kami menarik diri, apalagi ini awal puasa. Kami menarik diri untuk kepentingan bersama agar tidak ada gejolak. Komunikasi tetap kami kedepankan dengan saudara-saudara kita di Kalianak,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.