Kamis, 04 Jun 2026 08:20 WIB

Imbang 1-1, Persita Jadi Hambatan Persebaya Kejar Posisi Pemuncak Liga 1 BRI

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Mar 2022 14:44 WIB
Persebaya vs Persita Tangerang. Foto: Istimewa
Persebaya vs Persita Tangerang. Foto: Istimewa

selalu.id - Langkah Persebaya menuju juara Liga 1 makin berat. dalam laga pekan ke-29 Liga 1 musim 2021/2022, Persebaya ditahan imbang 1-1 oleh Persita Tangerang di stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Minggu (6/3/2022).

Gol Persita dicetak oleh Ahmad Hardianto menit ke-40 sementara gol penyeimbang dicetak oleh Marukawa menit ke-45. Turun dengan kekuatan penuh. Performa anak asuhan Aji Santoso ini tidak seperti melawan Arema dan Madura United. Determinasi maupun pola permainan tidak terlalu berkembang.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Peluang berbahaya Persebaya lewat Alwi Slamat yang berdiri bebas kemudian melepaskan tendangan. Sayang tendangannya berhasil diblok oleh kiper Persita Rendy Oscario. Sementara Persita lebih mengandalkan serangan balik yang beberapa kali merepotkan kiper Persebaya, Andhika Ramadhani.

Gol!!dengan skema serangan balik,tendangan penyerang Persita, Ahmad Harianto berhasil menjebol gawang Persebaya setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang.
Gol ini membuat para punggawa Bajul Ijo tersentak.

Melalui serangan sporadis, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan melalui Taisei Marukawa setelah terkena bola pantul dari pemain Persita yang kemudian masuk gawang. Gol berbau keberuntungan ini membawa Persebaya imbang dengan Persita di babak pertama. babak kedua dimulai dan kedua tim saling serang.

OFFSIDE!! tendangan Ahmad Harianto yang menjebol gawang Persebaya dianulir karena telah terjebak offside terlebih dahulu. kali ini keputusan wasit Armyn Dwi Suryathin tepat.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Skor tidak berubah sampai peluit babak kedua dibunyikan dan skor tetap 1-1 untuk kedua tim. dengan hasil ini membuat Persebaya naik ke peringkat 4 dengan 55 poin dari 29 pertandingan karena unggul selisih gol dibandingkan Bhayangkara. dengan sisa 5 pertandingan dan selisih 8 poin dari pemuncak klasmen (Bali United) masih ada peluang untuk Bajul Ijo- julukan Persebaya untuk meraih gelar Liga 1. (FDB/SL1)

Susunan Pemain
Persita :
Rendy Oscario; Agung Prasetyo, Dedy Gusmawan, Moh. Edo Febriansyah, M. Toha; S. Anwar, Muhamad Kasim Botan (T. Nicolas Correa ‘76), Ricki Ariansyah (Taufiq ‘89), Sin Yeong Bae; Ahmad Nur Hardianto (Rishadi Fauzi ‘76), Miftahul Hamdi (Andre Agustiar ‘61)

Pelatih : Widodo C.P.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Persebaya :
Andhika Ramadhani; Alie Sesay, Arif Satria, Rachmat Irianto, Reva Adi; Koko Ari (Ady Setiawan ‘66), Alwi Slamat, Bruno Moreira; Marselino Ferdinan, Samsul Arif (Supriadi ‘61), Taisei Marukawa (Ricky Kambuaya ‘90+1)

Pelatih : Aji Santoso

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.