Kamis, 04 Jun 2026 06:57 WIB

Gantikan Jukir, Pemkot akan Luncurkan 'Voucher Parkir Suroboyo'

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Mar 2026 13:30 WIB
Petugas Dishub Surabaya memperlihatkan vocher parkir Suroboyo. (Dok.Istimewa). 
Petugas Dishub Surabaya memperlihatkan vocher parkir Suroboyo. (Dok.Istimewa). 

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan akan meluncurkan program 'Voucher Parkir Suroboyo' sebagai alternatif pembayaran parkir non-tunai di seluruh titik Parkir Tepi Jalan Umum (TJU).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengatakan, kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan sistem parkir digital guna menjamin transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas retribusi parkir.

Baca Juga: Awas Macet saat Surabaya Vaganza 2026, Ini Peta Lalu-lintas dan Titik Parkirnya

Metode pembayaran parkir ini juga akan menggantikan pembayaran parkir konvensional ke juru parkir (Jukir) di tepian jalan di Surabaya. 

“Voucher Parkir Suroboyo ini nantinya dapat digunakan oleh seluruh warga di seluruh titik parkir tepi jalan umum di Surabaya,” kata Trio, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan, konsep voucher sebenarnya telah diuji coba terbatas pada awal 2024 di sejumlah lokasi yang dijaga langsung oleh petugas Dishub. 

Melihat hasil evaluasi yang dinilai positif, Dishub memutuskan memperluas cakupan penggunaannya ke seluruh titik TJU.

Baca Juga: Resmi Diterapkan, Begini Cara Pakai Voucher Parkir Baru di Surabaya

Untuk memudahkan akses, Pemkot menggandeng berbagai gerai minimarket dan toko modern di Surabaya sebagai tempat pembelian voucher. Tarifnya menyesuaikan ketentuan yang berlaku, yakni Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk mobil.

“Silakan masyarakat membeli voucher di awal, lalu disimpan dan digunakan saat membayar parkir di tepi jalan umum. Cukup menyerahkan lembar voucher yang sudah dibeli kepada petugas,” jelasnya.

Selain sebagai alat pembayaran, Pemkot juga menyiapkan program diskon dan promo khusus bagi pengguna voucher. Skema insentif ini diharapkan mendorong masyarakat beralih dari transaksi tunai ke sistem non-tunai.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Tak Ada Lagi Stigma Jukir Liar: No Intimidasi, No Sara!

Trio menambahkan, pilihan pembayaran parkir kini semakin beragam. Selain voucher, pengguna jasa parkir juga dapat memanfaatkan metode digital lain seperti QRIS maupun kartu uang elektronik (e-Money/e-Toll).

Dengan sistem ini, Dishub berharap transaksi parkir tercatat secara digital sehingga retribusi yang dibayarkan benar-benar masuk ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapannya, berbagai pilihan pembayaran ini memberi kenyamanan dan kepercayaan masyarakat serta memastikan tidak ada yang tidak transparan dan tarifnya tetap sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.