Senin, 19 Okt 2026 21:30 WIB

Ngabuburit Ala Kicaumania Saat Weekend jadi Alternatif Penghobi Burung di Surabaya

Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)
Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Gelaran lomba kicauan yang juga diisi sesi latihan bersama (latber) di Gantangan Bahari, Semolowaru, Surabaya, berlangsung kondusif pada sore hari ini. Acara yang bertepatan dengan waktu Ngabuburit itu memikat antusiasme para kicaumania, yang menyaksikan jalannya acara sambil menunggu berbuka puasa.

Manajemen Gantangan Bahari menerapkan aturan yang lebih fleksibel pada gelaran kali ini. Seluruh peserta dan penonton diperbolehkan masuk ke area ring 1 yang beratap serta mendekati langsung pagar kandang burung peserta lomba.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

“Sengaja kita buat aturan lebih nyantai tanpa mengurangi ketertiban. Hasilnya, peserta merasa lebih nyaman dan jalannya acara tetap terkontrol dengan baik,” ujar perwakilan manajemen yang akrab disapa Cak Menyok kepada selalu.id, Sabtu (28/2/2026).

Sebagian besar kelas atau sesi lomba terisi penuh peserta, hanya sedikit gantangan yang kosong. Kondisi berbeda terjadi pada kelas Murai Batu dan Cucak Ijo yang masih ada kekosongan. Rizal, salah satu peserta dari Bangkalan Madura, mengaku hanya mendapatkan sebagian tiket untuk kelas utama.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Start perlombaan pun dimulai pada pukul 15.00 WIB, dibuka dengan sesi kelas Murai Batu dan dilanjutkan pada sesi kelas Cucak Ijo. Para kicaumania pun sangat antusias menikmati alunan lagu dari burung diatas arena gantangan. “Pendaftaran cukup ramai, saya baru bisa dapat beberapa tiket saja untuk kelas utama,” ungkapnya.

Mengenai penilaian, kualitas pertunjukan burung dinilai cukup baik meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Rizal menambahkan, “Sampai sebelum istirahat, jalannya penilaian sudah cukup baik. Pada sesi yang saya amati, hanya sebagian kecil burung yang tampil menonjol, sehingga proses penilaian relatif mudah.”

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Sementara itu, Alfian, seorang senior kicaumania, mengemukakan bahwa ujian sebenarnya bagi juri terjadi ketika banyak burung menunjukkan performa maksimal dengan kualitas yang merata. “Jika ada 11 hingga 12 burung dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing yang sama kuat, kemampuan dan mental juri akan benar-benar diuji. Kita berharap proses penilaian dapat berjalan adil dan memenuhi harapan,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.