Selasa, 21 Jul 2026 13:48 WIB

Ngabuburit Ala Kicaumania Saat Weekend jadi Alternatif Penghobi Burung di Surabaya

Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)
Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Gelaran lomba kicauan yang juga diisi sesi latihan bersama (latber) di Gantangan Bahari, Semolowaru, Surabaya, berlangsung kondusif pada sore hari ini. Acara yang bertepatan dengan waktu Ngabuburit itu memikat antusiasme para kicaumania, yang menyaksikan jalannya acara sambil menunggu berbuka puasa.

Manajemen Gantangan Bahari menerapkan aturan yang lebih fleksibel pada gelaran kali ini. Seluruh peserta dan penonton diperbolehkan masuk ke area ring 1 yang beratap serta mendekati langsung pagar kandang burung peserta lomba.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Sengaja kita buat aturan lebih nyantai tanpa mengurangi ketertiban. Hasilnya, peserta merasa lebih nyaman dan jalannya acara tetap terkontrol dengan baik,” ujar perwakilan manajemen yang akrab disapa Cak Menyok kepada selalu.id, Sabtu (28/2/2026).

Sebagian besar kelas atau sesi lomba terisi penuh peserta, hanya sedikit gantangan yang kosong. Kondisi berbeda terjadi pada kelas Murai Batu dan Cucak Ijo yang masih ada kekosongan. Rizal, salah satu peserta dari Bangkalan Madura, mengaku hanya mendapatkan sebagian tiket untuk kelas utama.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Start perlombaan pun dimulai pada pukul 15.00 WIB, dibuka dengan sesi kelas Murai Batu dan dilanjutkan pada sesi kelas Cucak Ijo. Para kicaumania pun sangat antusias menikmati alunan lagu dari burung diatas arena gantangan. “Pendaftaran cukup ramai, saya baru bisa dapat beberapa tiket saja untuk kelas utama,” ungkapnya.

Mengenai penilaian, kualitas pertunjukan burung dinilai cukup baik meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Rizal menambahkan, “Sampai sebelum istirahat, jalannya penilaian sudah cukup baik. Pada sesi yang saya amati, hanya sebagian kecil burung yang tampil menonjol, sehingga proses penilaian relatif mudah.”

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

Sementara itu, Alfian, seorang senior kicaumania, mengemukakan bahwa ujian sebenarnya bagi juri terjadi ketika banyak burung menunjukkan performa maksimal dengan kualitas yang merata. “Jika ada 11 hingga 12 burung dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing yang sama kuat, kemampuan dan mental juri akan benar-benar diuji. Kita berharap proses penilaian dapat berjalan adil dan memenuhi harapan,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.