Sabtu, 07 Mar 2026 21:53 WIB

Ngabuburit Ala Kicaumania Saat Weekend jadi Alternatif Penghobi Burung di Surabaya

Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)
Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Gelaran lomba kicauan yang juga diisi sesi latihan bersama (latber) di Gantangan Bahari, Semolowaru, Surabaya, berlangsung kondusif pada sore hari ini. Acara yang bertepatan dengan waktu Ngabuburit itu memikat antusiasme para kicaumania, yang menyaksikan jalannya acara sambil menunggu berbuka puasa.

Manajemen Gantangan Bahari menerapkan aturan yang lebih fleksibel pada gelaran kali ini. Seluruh peserta dan penonton diperbolehkan masuk ke area ring 1 yang beratap serta mendekati langsung pagar kandang burung peserta lomba.

Baca Juga: Garage Day Surabaya 2026: Momen Berbagi dan Peduli pada Keluarga Prasejahtera

“Sengaja kita buat aturan lebih nyantai tanpa mengurangi ketertiban. Hasilnya, peserta merasa lebih nyaman dan jalannya acara tetap terkontrol dengan baik,” ujar perwakilan manajemen yang akrab disapa Cak Menyok kepada selalu.id, Sabtu (28/2/2026).

Sebagian besar kelas atau sesi lomba terisi penuh peserta, hanya sedikit gantangan yang kosong. Kondisi berbeda terjadi pada kelas Murai Batu dan Cucak Ijo yang masih ada kekosongan. Rizal, salah satu peserta dari Bangkalan Madura, mengaku hanya mendapatkan sebagian tiket untuk kelas utama.

Baca Juga: Proyek Normalisasi Sungai Kalianak Surabaya Tersendat, Warga Tak Sepakat Lebar Sungai

Start perlombaan pun dimulai pada pukul 15.00 WIB, dibuka dengan sesi kelas Murai Batu dan dilanjutkan pada sesi kelas Cucak Ijo. Para kicaumania pun sangat antusias menikmati alunan lagu dari burung diatas arena gantangan. “Pendaftaran cukup ramai, saya baru bisa dapat beberapa tiket saja untuk kelas utama,” ungkapnya.

Mengenai penilaian, kualitas pertunjukan burung dinilai cukup baik meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Rizal menambahkan, “Sampai sebelum istirahat, jalannya penilaian sudah cukup baik. Pada sesi yang saya amati, hanya sebagian kecil burung yang tampil menonjol, sehingga proses penilaian relatif mudah.”

Baca Juga: Pasar Murah Ramadan Digelar di 15 Kelurahan Surabaya, Berikut Lokasinya

Sementara itu, Alfian, seorang senior kicaumania, mengemukakan bahwa ujian sebenarnya bagi juri terjadi ketika banyak burung menunjukkan performa maksimal dengan kualitas yang merata. “Jika ada 11 hingga 12 burung dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing yang sama kuat, kemampuan dan mental juri akan benar-benar diuji. Kita berharap proses penilaian dapat berjalan adil dan memenuhi harapan,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pasokan BBM Jelang Idul Fitri Melimpah, Bupati Jember: Jangan Panic Buying

Berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM di wilayah Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah melimpah.

Pasar Ikan Gunungsari Surabaya Ramai di Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Naik Signifikan

Khusunya pada hari Sabtu, kawasan pasar selalu dipadati pengunjung yang sebagian besar menjadikannya sebagai tempat ngabuburit.

Mobil CRV Laka Tunggal di Masjid Al Akbar Surabaya Sempat Terbang dan Jungkir-balik 

"Mobilnya terbang tinggi, terus terbalik dan nggosrot ada garis putih di jalan," ujar saksi mata Zainul

Vidi Aldiano Tutup Usia

Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun. Ia sebelumnya mengalami sakit kanker ginjal stadium tiga sejak Desember 2019.

Mobil Terbalik di Kawasan Masjid Al Akbar Surabaya, Diduga Laka Tunggal

Mobil itu dalam posisi terbalik saat warga dan pelintas jalan mulai mengerumuni dan mengabadikan peristiwa ini.

Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Pelangi yang tampak melingkupi air terjun menciptakan pemandangan yang mempesona dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.