Selasa, 21 Jul 2026 19:32 WIB

Dua Mayat di Bekas Aspol Jombang Diduga Kuat Warga Asal Nganjuk

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander

selalu.id - Dua mayat yang ditemukan di lubang bekas bangunan asrama polisi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang diduga kuat merupakan warga asal Kabupaten Nganjuk.

Satreskrim Polres Jombang menduga kuat jika kedua korban merupakan ibu dan anak warga asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Baca Juga: Sebelum Dihabisi, Jasad Perempuan Probolinggo di Dalam Sumur Ternyata Disetubuhi Dulu

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan bahwa, identifikasi awal ini diperkuat dengan ditemukannya satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO di lokasi.

"Setelah kami lakukan penyelidikan, kami mendapatkan suami dari jenazah itu. Dua hari sebelumnya, suami ini melaporkan orang hilang, istrinya yang meninggalkan rumah pagi hari bersama anak, dengan motor tersebut," kata AKP Dimas pada Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan, bahwa identitas resmi masih menunggu pembuktian ilmiah. Saat ini, tim medis masih kesulitan melakukan identifikasi fisik karena kondisi jenazah yang rusak.

Baca Juga: Tak Pulang Seharian, Supeltas di Mojokerto Ditemukan Tewas dalam Selokan

"Sampai saat ini jenazah belum berhasil diidentifikasi karena beberapa sidik jari sudah rusak, sehingga belum bisa kami baca dengan alat identifikasi,” jelasnya.

Jika metode sidik jari tetap gagal, penyidik telah menyiapkan langkah alternatif melalui tes DNA atau pencocokan data antemortem korban, termasuk verifikasi pakaian terakhir yang dikenakan.

Tragedi memilukan ini pertama kali terungkap saat warga menemukan dua jenazah di puing bangunan terbengkalai dengan kondisi kulit mengelupas akibat terbakar. Di lokasi, polisi juga mengamankan sebuah botol berisi cairan yang diduga kuat merupakan bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: Jasad Pria Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto, Ada Bekas Luka

Hingga kini, Satreskrim Polres Jombang terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif di balik kematian tragis ini.

"Secara penyelidikan memang suami sudah melaporkan kehilangan istri dan anak. Namun secara ilmiah identitas belum bisa kami pastikan. Dugaan sementara kuat ini ibu dan anak asal Nganjuk,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.