Minggu, 01 Nov 2026 17:05 WIB

GPRB Soroti Dakwaan Ganjar Siswo Pramono dan Proyek Gedung DPRD Surabaya Rp60 M

Sekretaris GPRB, Achmad Shuhaeb. (Foto: Dony/selalu.id).
Sekretaris GPRB, Achmad Shuhaeb. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Kejaksaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya diminta untuk memperluas lingkup pemeriksaan dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat pensiunan pejabat Pemkot Surabaya, Ganjar Siswo Pramono.

Gerakan Pro Reformasi Birokrasi (GPRB) mengungkapkan adanya indikasi kejanggalan terkait sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pembangunan Gedung DPRD Surabaya pada tahun 2017 senilai sekitar Rp60 miliar yang belum tercantum dalam dakwaan.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

“Kasus ini tidak bisa hanya berhenti pada satu individu. Ada sejumlah pemangku kebijakan di Pemkot Surabaya yang perlu dimintai keterangan karena memiliki wewenang dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek pada periode 2016–2022,” kata Sekretaris GPRB, Achmad Shuhaeb saat ditemui di DPRD Jatim, Rabu (11/2/2026).

Sekadar diketahui, Ganjar Siswo Pramono, yang menjabat sebagai Kabid Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya pada masa bersangkutan, didakwa menerima gratifikasi sebesar SGD 45.000 serta uang sekitar Rp4,9 miliar dari sejumlah perusahaan pelaksana proyek.

Meskipun demikian, menurut GPRB, Ganjar tidak memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan proyek-proyek yang menjadi perkara.

Organisasi tersebut menyebutkan dua nama pejabat yang perlu diperiksa, yakni Nur Oemarijati selaku mantan Kepala Bagian Perlengkapan Pemkot Surabaya dan Erna Purnawati selaku mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemkot Surabaya periode 2016.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

“Kedua pejabat ini sangat memahami alur birokrasi, proses pelelangan, dan mekanisme penganggaran yang menjadi dasar pelaksanaan proyek infrastruktur saat itu. Mereka berpotensi memiliki informasi penting terkait kejanggalan yang diduga terjadi,” jelas Achmad Shuhaeb.

Selain proyek Gedung DPRD, GPRB juga menyoroti mekanisme lelang proyek jalan seperti Jalan Layang Lengkung Tiga (JLLT) Tambak Deres dan Jalan Layang Lengkung Belok (JLLB) Benowo yang tidak memiliki pemenang lelang namun berujung pada skema multiyears.

“Kami ingin mengetahui alasan tepat mengapa proses lelang berubah menjadi skema tersebut dan siapa yang mengambil keputusan terkait hal itu,” papar dia.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Terpisah, Nur Oemarijati mengatakan tidak lagi menangani urusan pengadaan dan tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait proyek yang disebutkan.

"Mohon maaf saya sudah tidak menangani pengadaan, maturnuwun,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Dalam kasus ini, GPRB juga menegaskan, bahwa pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap akar permasalahan korupsi di birokrasi Pemkot Surabaya dan memastikan tidak ada pihak yang luput dari tanggung jawab hukum.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang

DPRD Jatim mengakui mie instan praktis dan mudah didistribusikan, namun tidak ideal jika menjadi tumpuan utama asupan pangan di masa pengungsian. 

Hasil Pegadaian Championship, De Red FC Bungkam Deltras Sidoarjo 2-0

Bagi Deltras, kekalahan ini makin memperpanjang catatan kelam tanpa kemenangan menjadi empat pertandingan berturut-turut.

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah