Senin, 09 Feb 2026 19:10 WIB

Info Rek! Polisi Bakal Gelar Operasi Skala Besar Tindak Motor Tanpa Nopol di Surabaya

Ilustrasi motor tanpa pelat atau nopol belakang. (Dok. Selalu.id).
Ilustrasi motor tanpa pelat atau nopol belakang. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Polrestabes Surabaya menyatakan bahwa kendaraan motor yang tidak dilengkapi pelat nomor kendaraan (nopol), terutama bagian belakang, kerap terindikasi sebagai tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan bahwa belakangan muncul modus pelanggaran dengan tidak memasang pelat nomor belakang, yang tidak dapat dideteksi oleh kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Modus ini digunakan oleh terduga pelaku kejahatan untuk mengelabuhi teknologi kepolisian dan menghindari hukum.

"Selama ini kita manfaatkan ETLE sebagai paradigma baru penindakan, namun untuk kasus pelat nomor belakang yang tidak tercapture oleh sistem, kita akan lakukan tilang manual melalui operasi gabungan skala besar dalam waktu dekat," tegas Galih, Jumat (30/1/2026).

Penindakan ini berdasarkan Pasal 68 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan dan Jalan, yang mewajibkan setiap kendaraan dilengkapi STNK dan pelat nomor.

"Nantinya untuk mengungkap dugaan keterkaitan dengan tindak pidana, akan dilakukan proses pengungkapan lebih lanjut terhadap kendaraan yang tidak memiliki nopol," jelas Galih.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal di Ngawi Digagalkan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus ini terbongkar setelah petugas menerima informasi pengiriman pupuk bersubsidi ilegal dari Kabupaten Lamongan ke Ngawi.

Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Banyak masyarakat memilih untuk merapikan penampilan sebagai bentuk persiapan menyambut tahun baru, dengan tren gaya rambut yang semakin beragam dan bebas.

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.