Minggu, 19 Jul 2026 21:18 WIB

Oknum Anggota Polrestabes Surabaya yang Minta Uang Tebusan Motor Diperiksa Paminal

Ilustrasi pungli. (Dok. Freepik).
Ilustrasi pungli. (Dok. Freepik).

selalu.id - Dugaan pungutan liar (pungli) tebusan motor di Unit Lakalantas Polrestabes Surabaya yang menyeret nama seorang oknum anggota berinisial Aipda MA, kini tengah didalami Tim Paminal Propam.

Aipda MA kini disebut tengah diperiksa untuk mengungkap sejauh mana keterlibatannya dalam dugaan pungli sebesar Rp3 juta itu.

Baca Juga: Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Kasi Propam Polrestabes Surabaya, Kompol Kamid membenarkan bahwa tim Paminal kini masih melakukan pendalaman.

"Masih proses (pemeriksaan, pendalaman)," jawabnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

Ditanya lebih jauh soal penanganan hingga sanksi yang akan diberikan, Kamid enggan menjawab.

Sementara itu, informasi yang diperoleh selalu.id setelah kasus dugaan pungli ini mencuat, Aipda MA, sang terduga pelaku telah mengembalikan uang tebusan motor itu kepada AH, pemilik motor.

Aipda MA datang ke rumah AH di Surabaya pada Selasa (31/3/2026) malam lalu, selepas salat maghrib. Saat itu, Aipda MA ditemui oleh istri AH.

“Alhamdulillah, beliaunya (MA) sudah mengembalikan uangnya ke saya. Beliau datang dengan temannya namanya Agung,” ungkap AH kepada selalu.id.

Berdasarkan cerita istrinya, saat Aipda MA mengembalikan motor dan juga uang tebusan, sempat direkam menggunakan kamera ponsel Aipda MA sambil mengatakan bahwa motor Honda PCX bernopol S 4676 VE itu telah dikembalikan tanpa dipungut biaya, dan masalah tersebut sudah selesai.

Baca Juga: Bisnis Narkoba Belum Dimulai, Pengedar Ekstasi di Surabaya Keburu Diringkus

“Waktu adegan masalah sudah selesai dan kendaraan dikembalikan tanpa dipungut biaya, itu istri saya merasa direkam. Sementara waktu mengembalikan uang Rp3 juta tidak didokumentasikan,” beber AH.

Pria yang sehari-hari berjualan pentol itu mengaku bersyukur uang dan motornya telah kembali, dan telah memaafkan Aipda MA.

“Saya anggap sudah selesai. Beliaunya (MA) juga sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya. Uang saya juga dikembalikan. Saya bersyukur sekali, karena itu uang hutangan. Saya jadinya tidak jadi hutang kepada tetangga dan kerabat,” tuturnya.

AH merupakan pria asal Bojonegoro, yang tinggal di Surabaya. Ia mengaku dimintai uang atau pungli oleh oknum anggota Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Satlantas Polrestabes Surabaya saat hendak mengambil motornya yang ditahan.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tegaskan RT-RW Surabaya Tak Boleh Pungut Uang Warga Baru Tanpa Izin Lurah

Motor Honda PCX bernopol S 4676 VE, miliknya itu ditahan usai terlibat kecelakaan dengan pengendara lain di Jalan Mastrip, Surabaya pada Selasa (17/3/2026) malam.

Kejadian tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Merasa urusannya sudah selesai dengan korban, AH berniat mengambil motornya yang ditahan di Unit Lakalantas yang berada di lingkungan Polsek Dukuh Pakis Surabaya.

“Sebelum ke sana saya sudah ditelepon, kalau mau ambil motor saya harus bayar Rp5 juta. Saya tawar sampai Rp3,5 juta, dan sepakat,” jelasnya.

Untuk menembus motornya itu, AH bahkan sampai meminjam uang. Namun, uang yang terkumpul hanya Rp3 juta.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.