Senin, 19 Okt 2026 17:07 WIB

Korban Bertambah, Keracunan Soto Ayam MBG Mojokerto Capai 384 Orang

selalu.id – Jumlah korban keracunan menu soto ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto bertambah menjadi 384 orang. Korban terdiri dari siswa dan orang tua siswa.

Pantauan di RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, hingga Selasa (13/1/2026), puluhan korban masih menjalani perawatan medis akibat insiden tersebut.

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Data RSUD Prof dr Soekandar mencatat, dari total 65 korban yang sempat dirawat sejak Sabtu (10/1/2026) pasca menyantap menu soto ayam MBG, sebanyak 26 orang masih menjalani perawatan. Menu tersebut didistribusikan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

“Penanganan update terakhir, sudah banyak yang KRS. Sebanyak 25 orang sudah pulang, yang masih dirawat di tempat kami tersisa 26 orang. Rencana KRS anak-anak 10 orang dan dewasa enam orang,” kata Koordinator Dokter IGD RSUD Prof dr Soekandar, dr Agi Fristawan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menyampaikan bahwa total korban terdampak keracunan MBG mencapai 384 orang berdasarkan data terbaru.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

“Data terbaru sampai pukul 20.00 WIB kemarin, jumlah korban keracunan 384 orang, dengan rawat inap 158 orang,” ujarnya.

Sebelumnya, keracunan massal menu MBG terjadi di Kecamatan Kutorejo. Para korban mengalami gejala seperti diare, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu soto ayam.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Menu tersebut disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang yang berlokasi di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya tujuh sekolah terdampak dalam insiden ini, dengan ribuan porsi MBG didistribusikan di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga sempat meninjau korban di Pondok Pesantren Ma’had An Nur dan RSUD Prof dr Soekandar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.

Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Kombes Pol Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dua tahun sepuluh bulan masa jabatannya saat jadi Kapolresta Sidoarjo.

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.