Senin, 19 Okt 2026 00:59 WIB

Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Mojokerto: Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian!

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Dok. Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Dok. Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Sasana Praja Abhipraya, Balaikota Mojokerto, Senin (1/6/2026).

Upacara dipimpin oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang sekaligus membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” demikian kata wali kota mengutip sambutan Kepala BPIP.

Melanjutkan membaca sambutan, Ning Ita sapaan akrab wali kota menyampaikan Pancasila sebagai bintang penuntun yang telah telah membuktikan ketangguhannya.

Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh.

"Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas dan aktif," tuturnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Dalam Pancasila terkandung musyawarah dan mufakat yang menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

"Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera perserikatan bangsa-bangsa atau PBB," jelasnya.

"Peran kita adalah mediasi konflik regional serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekedar ketiadaan perang melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," tambah Ning Ita.

Ning Ita pun mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para generasi muda sebagai penjaga masa depan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideologi.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

"Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," paparnya.

Di hari lahir Pancasila ini, Ning Ita menyampaikan pesan kepala BPIP untuk senantiasa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan yang kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila, Jayalah Indonesiaku, Merdeka," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.