Kamis, 03 Sep 2026 12:05 WIB

Bupati Mojokerto: Jaga Keutuhan Indonesia di Momen Peringatan Hari Lahir Pancasila!

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Dok. Pemkab Mojokerto).
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Dok. Pemkab Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Pancasila 2026 di halaman Pendopo Graha Maja Tama dengan inspektur upacara adalah Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, Senin (1/6/2026).

Pada momen tersebut, Bupati Al Barra yang hadir bersama Wakil Bupati Moch Rizal Octavian dan jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, berkesempatan untuk membacakan naskah pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Bertemakan “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", Kepala BPIP menyebut bahwa Pancasila adalah pilar penjaga keutuhan Bangsa Indonesia, terutama di tengah pergolakan dunia yang hingga kini masih berlangsung.

"Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," kata Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, melalui pidato yang dibacakan oleh Bupati Mojokerto.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini juga mengatakan bahwa NKRI turut memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan perdamaian dan ketertiban antara negara-negara lain. Hal ini sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia yang tercantum pada Pembukaan UUD Tahun 1945.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

"Sesuai amanat pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," jelasnya.

Sebagai penutup, Gus Barra mendeklamasikan ajakan dari Kepala BPIP RIA, agar masyarakat bersama-sama meneguhkan nilai dari Pancasila, baik melalui nilai keimanan, maupun nilai kemanusiannya.

"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita, mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya," ujarnya.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Jalannya Upacara Peringatan Hari Pancasila tahun 2026 oleh Pemkab Mojokerto itu tampak cukup atraktif dan penuh khidmat. Upacara dibuka dengan penampilan "Polisi Cilik" oleh SDN Trowulan.

Sedangkan untuk pengibaran Bendera Merah Putih dilaksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Mojokerto tahun 2025 dengan diiringi musik instrumental yang dibawakan oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Mojokerto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.