Jumat, 04 Sep 2026 18:02 WIB

Pakar Ekonomi Unair Sebut Ada 3 Cara Mengatasi Kelangkaan Minyak Goreng

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Feb 2022 15:18 WIB
Ilustrasi Minyak Goreng. Foto: Istimewa
Ilustrasi Minyak Goreng. Foto: Istimewa

selalu.id - Pakar ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR), Rossanto Dwi Handoyo menanggapi kelangkaan minyak goreng di pasar dalam negeri. Dwi mengatakan, pemerintah harus ambil bagian mengatasi permasalahan tersebut.

"Kelangkaan tersebut harus menjadi perhatian bersama. Sebelumnya minyak goreng di dalam negeri sempat mengalami over-supply sehingga pemerintah menerapkan kebijakan terkait Program Biodiesel 30 Persen (B30)," kata Rossanto, Sabtu (26/2/2022).

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Rossanto menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang harus diupayakan oleh pemerintah agar kelangkaan minyak goreng dalam negeri bisa teratasi.

Pertama, menaikkan Pajak Ekspor Minyak Goreng. Harga minyak goreng dunia mengalami kenaikan dari yang awalnya di harga $1100 menjadi $1340.

"Untuk itu, pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan dalam negeri dan luar negeri," jelasnya.

Harga minyak luar negeri saat ini, kata dia memang cukup menjanjikan. Namun apabila dirasa kurang efektif dalam mendorong kebutuhan pasar dalam negeri, pemerintah dapat menerapkan pajak ekspor minyak goreng menjadi lebih tinggi.

"Dengan begitu pemerintah dapat memastikan pasokan minyak goreng dalam negeri tercukupi," jelasnya.

Kebijakan perdagangan juga bisa dilakukan pemerintah dengan menaikturunkan kebijakan ekspor. Apabila kebutuhan dalam negeri masih kurang, maka pemerintah bisa menaikkan pajak ekspor.

"Sehingga mengurangi motivasi produsen domestik untuk mengekspor minyak ke luar negeri karena pajak tinggi," ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Rossanto, jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, pemerintah bisa menurunkan pajak ekspor. Hal tersebut akan mendorong produsen melakukan ekspor ke luar negeri sehingga tidak ada yang menumpuk di gudang.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Semua CPO (Crude Palm Oil, Red) yang diproduksi juga bisa terjual, baik di dalam atau luar negeri," paparnya.

Lalu yang kedua, relaksasi Kebijakan Biodiesel 30 Persen (B30), menurut Rossanto, pemerintah dapat melakukan relaksasi atau pengenduran kewajiban produsen untuk memenuhi kebutuhan biodiesel 30 persen.

Persentase biodiesel bisa dikurangi menjadi 20 persen selama masa gejolak kelangkaan minyak goreng terjadi.

"Jika dirasa masih cukup tinggi, bisa diturunkan lagi sampai 15 persen," tuturnya.

Kemudian, yang ketiga melakukan operasi pasar, Rossanto menyebut, dalam jangka pendek, pemerintah bisa melakukan operasi pasar.

Misalnya dengan melacak dari produsen harus memiliki kewajiban untuk mensuplai kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan ekspor.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Lebih lanjut Rossanto menyampaikan, pemerintah harus memastikan pasokan minyak goreng dalam negeri terpenuhi dengan harga yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat.

"Misalnya dengan menerapkan kebijakan 20-30 persen dari produksi harus dipasarkan di dalam negeri," jelasnya.

Efektivitas kebijakan-kebijakan tersebut lebih terasa jika intervensi di sektor hulu lebih diutamakan daripada di sektor hilir.

Ia menambahkan, operasi pasar terbuka yang dilakukan pemerintah di sektor hilir dengan menjual minyak goreng harga murah, dinilai kurang efektif.

"Selama pasokan minyak goreng di pasar dalam negeri masih kurang, hal itu akan terjadi kelangkaan dan harganya akan naik," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.