Sabtu, 06 Jun 2026 06:36 WIB

Kasus ‘Madas’ di Medsos Melebar, DPRD Surabaya Beri Sinyal Bisa Panggil Wawali Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Des 2025 13:01 WIB
Foto: Wawali Armuji
Foto: Wawali Armuji

selalu.id – Polemik penyebutan kawasan Madas dalam sebuah konten video Wakil Wali Kota Surabaya Armuji terus melebar di media sosial. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Saifuddin, menilai konten tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Saifuddin meminta seluruh pihak, termasuk pejabat publik, lebih berhati-hati dalam membuat konten yang menyentuh isu sosial dan relasi antarwarga.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Menurutnya, persoalan sosial di lapangan sering kali membesar bukan karena substansi masalah, melainkan karena dipublikasikan sebagai konten yang memicu salah tafsir dan reaksi emosional.

“Selama konflik rakyat dijadikan konten, maka konflik kecil semakin besar, konflik besar semakin menggunung. Surabaya ini kota teduh, bukan kota gaduh. Seduluran saklawase,” ujar Saifuddin saat dihubungi selalu.id, Senin (29/12/2025).

Ia mencontohkan sejumlah persoalan besar di Surabaya yang justru diselesaikan tanpa ekspos konten, seperti kasus penahanan ijazah dan konflik parkiran di kawasan Petra Manyar.

“Dua kasus besar itu akhirnya selesai karena Wali Kota turun langsung. Saya kadang prihatin, Pak Wali tidak ikut makan tapi dipaksa cuci piring,” katanya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Saifuddin menyebut Komisi A DPRD Surabaya saat ini tengah melakukan pembahasan internal untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memanggil pihak-pihak terkait.

“Kami sedang membahas di internal, apakah dimungkinkan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Wakil Wali Kota. Jika perlu, akan kami panggil, supaya persoalan ini tidak mengganggu Surabaya yang sudah damai dan guyub,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan sosial seharusnya dilakukan melalui dialog dan mediasi, bukan melalui konten di media sosial.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Kalau ada masalah keluarga, antarwarga, atau pelayanan publik, ajak dialog. Jangan langsung bikin konten. Dampaknya bisa salah informasi dan memicu kemarahan,” jelasnya.

Saifuddin juga mengapresiasi sikap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang dinilainya konsisten mengambil langkah penyelesaian melalui jalur dialog maupun hukum bila diperlukan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.