Kamis, 24 Sep 2026 20:29 WIB

Kasus ‘Madas’ di Medsos Melebar, DPRD Surabaya Beri Sinyal Bisa Panggil Wawali Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 29 Des 2025 13:01 WIB
Foto: Wawali Armuji
Foto: Wawali Armuji

selalu.id – Polemik penyebutan kawasan Madas dalam sebuah konten video Wakil Wali Kota Surabaya Armuji terus melebar di media sosial. Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Saifuddin, menilai konten tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Saifuddin meminta seluruh pihak, termasuk pejabat publik, lebih berhati-hati dalam membuat konten yang menyentuh isu sosial dan relasi antarwarga.

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Menurutnya, persoalan sosial di lapangan sering kali membesar bukan karena substansi masalah, melainkan karena dipublikasikan sebagai konten yang memicu salah tafsir dan reaksi emosional.

“Selama konflik rakyat dijadikan konten, maka konflik kecil semakin besar, konflik besar semakin menggunung. Surabaya ini kota teduh, bukan kota gaduh. Seduluran saklawase,” ujar Saifuddin saat dihubungi selalu.id, Senin (29/12/2025).

Ia mencontohkan sejumlah persoalan besar di Surabaya yang justru diselesaikan tanpa ekspos konten, seperti kasus penahanan ijazah dan konflik parkiran di kawasan Petra Manyar.

“Dua kasus besar itu akhirnya selesai karena Wali Kota turun langsung. Saya kadang prihatin, Pak Wali tidak ikut makan tapi dipaksa cuci piring,” katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Saifuddin menyebut Komisi A DPRD Surabaya saat ini tengah melakukan pembahasan internal untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memanggil pihak-pihak terkait.

“Kami sedang membahas di internal, apakah dimungkinkan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Wakil Wali Kota. Jika perlu, akan kami panggil, supaya persoalan ini tidak mengganggu Surabaya yang sudah damai dan guyub,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan sosial seharusnya dilakukan melalui dialog dan mediasi, bukan melalui konten di media sosial.

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

“Kalau ada masalah keluarga, antarwarga, atau pelayanan publik, ajak dialog. Jangan langsung bikin konten. Dampaknya bisa salah informasi dan memicu kemarahan,” jelasnya.

Saifuddin juga mengapresiasi sikap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang dinilainya konsisten mengambil langkah penyelesaian melalui jalur dialog maupun hukum bila diperlukan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.