Senin, 09 Feb 2026 17:54 WIB

Open Bidding Enam JPT Surabaya Sepi Peminat, Target Kinerja Jadi Alasan ASN Tak Lamar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Nov 2025 11:42 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

 selalu.id – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Pemerintah Kota Surabaya tahun 2025 minim pendaftar. Dari enam posisi yang dibuka hanya dua jabatan yang terisi dan lolos administrasi.

 

Baca Juga: Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Dua jabatan tersebut yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan. Masing-masing jabatan diisi tiga kandidat.

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut minimnya pendaftar menjadi tantangan dalam seleksi tahun ini. Ia menduga sistem kontrak kinerja membuat ASN mempertimbangkan ulang untuk mendaftar.

 

“Setiap kepala PD memiliki kontrak kinerja, apabila ada yang tidak sesuai bisa turun jabatannya. Mungkin hal itu yang menjadi pertimbangan pendaftar,” ujar Eri, Kamis 27 November 2025.

 

Berdasarkan hasil Tim Penilai Kinerja ASN atau Komite Talenta pada 19 sampai 20 November 2025, nama-nama yang lolos administrasi akan diusulkan ke KASN untuk mendapat persetujuan sebelum masuk tahap berikutnya.

 

Jika disetujui, para kandidat akan menjalani penulisan makalah, wawancara akhir, serta paparan visi misi dan target kinerja perangkat daerah.

 

Eri menegaskan seleksi dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan dan penyegaran struktur organisasi. Ia menyebut pejabat yang menduduki posisi kepala perangkat daerah wajib memenuhi kontrak kinerja yang telah ditetapkan. Jika target tidak tercapai, pejabat berpotensi dicopot.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

“Pejabat tidak hanya harus pintar, tetapi juga punya keberanian dan pengalaman untuk keluar dari zona nyaman. Penilaian seleksi juga akan melibatkan media dan masyarakat secara online,” jelasnya.

 

Berikut daftar pejabat yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

1. Farida Fitrianing Arum, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinkopumdag Kota Surabaya

2. Lasidi, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

3. Wawan Windarto, Camat Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya

Baca Juga: DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan

1. Adi Gunita, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya

2. Aly Murtadlo, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa serta Administrasi Pembangunan Setdakota Surabaya

3. Iman Kristian Maharhandono, Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.

Temuan Mengejutkan Menteri LH saat Sidak Kebersihan di Surabaya, Langsung Beri Catatan Khusus

“Kalau masih seperti itu, maka agak susah untuk kita tingkatkan nilainya,” tegas Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq.