Minggu, 15 Feb 2026 12:08 WIB

DPRD Surabaya Soroti Risiko Salah Sasaran Anggaran Gen Z Rp50 Miliar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Nov 2025 14:39 WIB

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengingatkan Pemerintah Kota Surabaya agar program pembinaan generasi muda yang mengalokasikan Rp5 juta untuk setiap RW tidak berjalan seragam dan berujung kegiatan seremonial tanpa hasil yang jelas.

 

Baca Juga: Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ia menyebut Surabaya menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang menganggarkan dana khusus untuk pembinaan generasi muda. Karena itu, ia menekankan anggaran harus disesuaikan dengan karakter pemuda di tiap wilayah.

 

“Kalau kegiatannya sama semua, ya kami meragukan tujuan pembinaan Gen Z itu bisa tercapai. Tiap wilayah punya karakteristik berbeda, sehingga output-nya juga harus berbeda,” ujarnya kepada selalu.id, Senin (17/11/2025).

 

Fathoni menjelaskan total kebutuhan anggaran dapat mencapai lebih dari Rp50 miliar per tahun. Ia meminta kecamatan dan kelurahan mengidentifikasi kebutuhan pemuda secara lebih spesifik. Ia mencontohkan kawasan Ampel yang memiliki karakter religius dan potensi wisata religi sehingga pembinaannya perlu diarahkan untuk melahirkan wirausaha baru di sektor tersebut.

 

“Tentu itu berbeda dengan Sememi, Gayungan, atau Rungkut. Karena kebutuhan pemudanya tidak sama,” katanya.

 

Terkait mekanisme, ia berharap anggaran lebih banyak diakses melalui karang taruna sebagai wadah resmi pemuda. Namun ia meminta organisasi itu tetap bebas dari kepentingan politik.

 

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

“Karang taruna itu jembatan pemuda. Jangan ada kepentingan politik di dalamnya,” ujarnya.

 

Pemuda yang ingin mengajukan kegiatan cukup membuat proposal ke kelurahan. Proposal kemudian diverifikasi dan camat bertindak sebagai pengawas penggunaan anggaran.

 

Menurut Fathoni, program ini harus mampu melahirkan generasi muda dengan keterampilan nyata baik keterampilan wirausaha, kreativitas, maupun penguatan nilai kebangsaan. Ia juga menyinggung peran pemuda dalam mendukung program Kampung Pancasila.

 

Baca Juga: Reses di Tambak Osowilangun, Yona Bagus Kucurkan Bantuan dan Singgung Validitas DTSEN

“Dengan anggaran ini, pemuda harus jadi pelopor. Bukan kegiatan seremonial, tapi penguatan karakter. Pemerintah kota sudah memberi ruang, tinggal bagaimana memaksimalkan agar muncul pemuda unggul di tiap wilayah,” tandasnya.

 

Fathoni menegaskan DPRD akan melakukan pengawasan saat program ini berjalan pada 2026. Bila seluruh wilayah menjalankan kegiatan yang sama tanpa mempertimbangkan karakter lokal, DPRD tidak menutup kemungkinan meminta program tersebut tidak direalisasikan.

 

“Kalau kegiatannya sama semua, mending tidak usah direalisasikan. Karena tujuan pembinaan itu harus menghasilkan pemuda-pemudi unggul yang sesuai dengan potensi kampungnya,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.