Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 05 Agu 2026 16:46 WIB
selalu.id - Pembangunan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya memicu perhatian DPRD Kota Surabaya.
Komisi B menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa Kota Pahlawan sedang berada dalam situasi yang tidak kondusif.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud mengatakan pemasangan pagar dengan ketinggian hampir dua meter yang dilengkapi jeruji tajam dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan pagar itu seolah menunjukkan adanya kekhawatiran besar dari pihak pengelola terhadap potensi gangguan keamanan, padahal kondisi Surabaya selama ini relatif aman dan terkendali.
“Saya melihat itu merupakan bentuk kekhawatiran yang amat sangat. Seolah-olah ada ancaman besar yang akan terjadi, padahal selama ini Surabaya relatif kondusif,” jelas Machmud, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai keberadaan pagar tersebut berpotensi memperkuat spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama menjelang berbagai agenda besar pada Agustus.
Machmud mengingatkan bahwa persepsi publik juga menjadi bagian penting dalam menjaga citra kota.
Menurutnya, kemunculan pagar-pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi keamanan di Surabaya.
“Kalau masyarakat melihat mal sampai dipagari tinggi seperti itu, bisa muncul persepsi bahwa Surabaya sedang mencekam atau akan terjadi sesuatu. Padahal kenyataannya tidak demikian,” paparnya.
Ia mencontohkan sejumlah pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Pakuwon Group, seperti Royal Plaza dan Pakuwon Trade Center (PTC), yang terlihat memasang pagar dengan karakteristik serupa.
Machmud juga mempertanyakan alasan pembangunan pagar yang dikaitkan dengan keberadaan jalan baru atau radial road. Sebab, pola pemasangan serupa juga ditemukan di lokasi lain yang tidak terhubung dengan akses jalan baru.
“Kalau alasannya karena ada radial road, kenapa di lokasi lain juga dibangun pagar yang sama? Bahkan di Jakarta juga dipasang pagar serupa. Jadi menurut saya ini lebih karena faktor kekhawatiran terhadap keamanan aset,” jelasnya.
Machmud menegaskan bahwa aksi demonstrasi di Surabaya selama ini berlangsung tertib dan lebih sering menyasar kantor pemerintahan daripada pusat perbelanjaan.
“Demo di Surabaya selama ini berjalan damai. Yang sering menjadi tujuan demonstrasi justru kantor pemerintah atau DPRD. Tidak pernah ada pola penyerangan ke pusat perbelanjaan seperti yang dikhawatirkan,” katanya.
Baca Juga: Tergerus Pasar Digital, Pedagang Kampung Bendera Darmokali Surabaya Menangis Omzet Anjlok
Meski memberikan perhatian terhadap fenomena tersebut, Machmud memastikan DPRD Surabaya tidak berencana memanggil pihak pengelola pusat perbelanjaan.
Pembangunan pagar merupakan hak pemilik aset selama tidak melanggar aturan yang berlaku.
Namun, ia berharap pengelola tetap mempertimbangkan dampak psikologis yang mungkin muncul di tengah masyarakat.
“Jangan sampai pagar-pagar tinggi itu justru membuat warga merasa Surabaya sedang tidak aman,” pungkas Machmud.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-14940-di-balik-pagar-besi-mal-surabaya-dprd-endus-adanya-kekhawatiran
