Kamis, 05 Nov 2026 06:51 WIB

Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Agu 2026 16:46 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Pembangunan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya memicu perhatian DPRD Kota Surabaya. 

Komisi B menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan kesan bahwa Kota Pahlawan sedang berada dalam situasi yang tidak kondusif.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud mengatakan pemasangan pagar dengan ketinggian hampir dua meter yang dilengkapi jeruji tajam dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan pagar itu seolah menunjukkan adanya kekhawatiran besar dari pihak pengelola terhadap potensi gangguan keamanan, padahal kondisi Surabaya selama ini relatif aman dan terkendali.

“Saya melihat itu merupakan bentuk kekhawatiran yang amat sangat. Seolah-olah ada ancaman besar yang akan terjadi, padahal selama ini Surabaya relatif kondusif,” jelas Machmud, Rabu (5/8/2026).

Ia menilai keberadaan pagar tersebut berpotensi memperkuat spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama menjelang berbagai agenda besar pada Agustus.

Machmud mengingatkan bahwa persepsi publik juga menjadi bagian penting dalam menjaga citra kota. 

Menurutnya, kemunculan pagar-pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi keamanan di Surabaya.

“Kalau masyarakat melihat mal sampai dipagari tinggi seperti itu, bisa muncul persepsi bahwa Surabaya sedang mencekam atau akan terjadi sesuatu. Padahal kenyataannya tidak demikian,” paparnya.

Baca Juga: Diskotek dan Klub Malam Surabaya Wajib Siapkan Ruang Khusus Pengunjung Mabuk

Ia mencontohkan sejumlah pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Pakuwon Group, seperti Royal Plaza dan Pakuwon Trade Center (PTC), yang terlihat memasang pagar dengan karakteristik serupa.

Machmud juga mempertanyakan alasan pembangunan pagar yang dikaitkan dengan keberadaan jalan baru atau radial road. Sebab, pola pemasangan serupa juga ditemukan di lokasi lain yang tidak terhubung dengan akses jalan baru.

“Kalau alasannya karena ada radial road, kenapa di lokasi lain juga dibangun pagar yang sama? Bahkan di Jakarta juga dipasang pagar serupa. Jadi menurut saya ini lebih karena faktor kekhawatiran terhadap keamanan aset,” jelasnya.

Machmud menegaskan bahwa aksi demonstrasi di Surabaya selama ini berlangsung tertib dan lebih sering menyasar kantor pemerintahan daripada pusat perbelanjaan.

“Demo di Surabaya selama ini berjalan damai. Yang sering menjadi tujuan demonstrasi justru kantor pemerintah atau DPRD. Tidak pernah ada pola penyerangan ke pusat perbelanjaan seperti yang dikhawatirkan,” katanya.

Baca Juga: Kejari Tanjung Perak Terima SPDP Go Bozze Gozali, Kasi Intel: Belum Ada Tersangka

Meski memberikan perhatian terhadap fenomena tersebut, Machmud memastikan DPRD Surabaya tidak berencana memanggil pihak pengelola pusat perbelanjaan. 

Pembangunan pagar merupakan hak pemilik aset selama tidak melanggar aturan yang berlaku.

Namun, ia berharap pengelola tetap mempertimbangkan dampak psikologis yang mungkin muncul di tengah masyarakat.

“Jangan sampai pagar-pagar tinggi itu justru membuat warga merasa Surabaya sedang tidak aman,” pungkas Machmud.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tanda-tanda HP Disadap, Kenali 5 Ciri Ini dan Cara Mengatasinya Sebelum Data Bocor

Aksi peretasan ini tak hanya merampas privasi, namun berujung fatal pada pencurian data sensitif, seperti akun media sosial hingga kredensial perbankan.

Reaksi Presiden Prabowo saat Tahu Disadap Listyo Sigit Cs

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tindakan penyadapan semacam ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan nasional.

Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

Ning Ita menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja bareng lintas sektor. Deteksi dini, kemudahan akses layanan, dan dukungan anggaran jadi fondasi utama.

Peringati HLUN 2026, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Ramah Lansia

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan lansia harus diwujudkan dalam program kerja yang riil dan berdampak langsung.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkoba Rp35 M, Pelakunya Petani hingga Pegawai Klinik

Dari pengungkapan ini, tim menyita barang bukti 1.765,13 gram sabu, 4,41 gram ganja, serta 2.018 butir ekstasi, dan meringkus 180 tersangka.

Wujud Kepedulian Sesama, PT SIER Gelar Aksi Donor Darah di Hari Pahlawan

SIER berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.