Jumat, 05 Jun 2026 02:53 WIB

Waduk UNESA Senilai Rp 176 Miliar jadi Aset Pemkot, Didesain Ulang untuk Atasi Banjir Wiyung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Nov 2025 10:55 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya resmi menerima kembali aset waduk seluas 21.832 meter persegi senilai Rp176 miliar dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Aset yang kini bernama Taman Tirtha Adhyaksa itu diserahkan oleh Kepala Kejati Jatim, Dr. Kuntadi kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Gazebo UNESA, Kamis 13 November 2025.

 

Baca Juga: Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Selama bertahun tahun, waduk di depan Kampus UNESA Lidah Wetan tidak dapat dikelola Pemkot karena status kepemilikan dikuasai pihak lain. Kondisi itu disebut memperburuk penanganan banjir di kawasan Wiyung.

 

“Yang namanya waduk yang bertahun-tahun tidak bisa kita apa-apakan karena ini menjadi milik orang lain. Alhamdulillah berkat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur maka waduk ini menjadi milik Pemerintah Kota Surabaya kembali,” kata Cak Eri.

 

Akibat tidak terkelola, air waduk kerap meluap dan masuk ke permukiman. Dengan status aset yang telah jelas, Pemkot menyiapkan desain baru agar aliran air langsung menuju sungai utama di Wiyung.

 

“InsyaAllah ketika ini menjadi milik Pemkot Surabaya, maka ketika waduk ini penuh tidak lagi lewat kampung. Saya buatkan saluran langsung menuju sungai tengahnya Wiyung,” ujarnya.

 

Eri menambahkan bahwa pengembalian aset bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya Kejaksaan Jatim dan Kejari Surabaya juga menyerahkan kembali sejumlah aset strategis, termasuk Gedung Gelora Pancasila.

 

“Kalau ada aset yang selamat, itu bukan hanya pemerintah kota, tapi kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi. Ini mengingatkan siapapun walikotanya, kalau hidup itu berkolaborasi, maka ada kebaikan dan kesejahteraan,” katanya.

Baca Juga: DPRD Jatim Soroti Peran Dinkes yang Tak Terlihat di Tengah Penanganan Banjir Pasuruan

 

Selain mengurangi risiko banjir, Pemkot akan menata kawasan waduk menjadi ruang publik yang terintegrasi dengan UNESA. Fasilitas yang direncanakan antara lain jogging track, penataan pedagang, serta peningkatan kualitas air.

 

“Kami lakukan penataan supaya masyarakat bisa olahraga di sini. InsyaAllah keindahan Taman Tirtha Adhyaksa jadi wajah baru waduk UNESA,” kata Eri.

 

Kepala Kejati Jatim, Dr. Kuntadi menegaskan bahwa pengembalian aset merupakan hasil kerja profesional jajaran Pidsus Kejati Jatim dan Kejari Surabaya. Putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap menyatakan waduk tersebut dirampas untuk negara dan diserahkan kepada Pemkot Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Penerapan Berbasis Alam hingga Dakel Dalam Atasi Banjir

 

“Tirta itu air, mestinya air dimuliakan, bukan mendatangkan musibah. Dengan pengelolaan ini, saya berharap Tirta Adhyaksa menjadi sumber kehidupan yang memakmurkan warga,” jelas Kuntadi.

 

Ia berharap taman yang membawa nama Adhyaksa dikelola secara tertib dan profesional.

 

“Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi, integritas, serta komitmen bersama. Tanpa kolaborasi kita bukan siapa-siapa,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.