Rabu, 30 Sep 2026 00:03 WIB

Wali Kota Eri Akui Ada yang Sarankan Pidanakan Admin Instagramnya untuk Serangan Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Nov 2025 12:52 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, buka suara soal polemik candaan viral admin media sosialnya, Hening Dzikrillah, yang memicu sorotan publik.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Eri menegaskan tidak akan mengorbankan sang admin demi kepentingan politik atau popularitas pribadi.

 

“Saya tidak akan pernah membunuh karakter anak-anak muda ketika mereka membuat kesalahan. Mbak Hening tidak akan pernah saya korbankan demi popularitas saya, dan tidak akan pernah saya korbankan demi politik orang-orang yang menyerang saya,” ujar Eri, Senin (3/11/2025).

 

Menurutnya, insiden viral itu bermula dari kelalaian teknis saat siaran langsung di media sosial. Mikrofon yang lupa dimatikan membuat percakapan santai antara Hening dan rekannya terdengar publik.

 

Namun, Eri menyayangkan adanya pihak yang memelintir peristiwa itu menjadi alat serangan politik.

 

“Orang ini ingin mencari sesuatu. Makanya saya tidak ingin karena politik, akhirnya Mbak Hening juga kena dampaknya,” katanya.

 

Eri mengaku sempat mendapat saran dari sejumlah pihak untuk memidanakan Hening dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ia menolak usulan tersebut.

 

“Ada yang menyarankan ke saya untuk pidanakan (Hening), tapi saya bilang, buat apa? Ada yang bilang ini ingin menjatuhkan saya, ada juga yang bilang ini settingan. Ya silakan orang berpendapat,” ujar Eri.

 

Ia menilai reaksi berlebihan publik menunjukkan adanya upaya menggiring isu untuk menjatuhkannya secara politik.

 

“Ketika ada orang yang ingin menjatuhkan kita, itu karena dia merasa kita lebih baik daripada dia,” tambahnya.

 

Eri menegaskan akun media sosial miliknya tidak pernah digunakan untuk menyerang pihak lain.

 

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

“Saya ini tidak pernah membuat (konten) medsos yang mengajak orang berantem,” ujarnya.

 

Ia juga menilai penyelesaian masalah publik seharusnya dilakukan melalui dialog, bukan pencitraan di media sosial.

 

“Contoh waktu mediasi dengan warga dan sekolah Petra, saya minta jangan diliput. Sepuluh menit kemudian masalah selesai. Tidak semua perselisihan harus disampaikan di medsos,” jelasnya.

 

Eri menekankan pentingnya melindungi semangat generasi muda dari tekanan politik.

 

“Kalau anak muda dibunuh karakternya ketika gagal, selesai. Tidak akan pernah ada anak muda yang berani mengambil risiko,” ujarnya.

 

Eri mengatakan telah meminta Hening untuk sementara menenangkan diri, namun tidak perlu mundur dari tim media sosial.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

 

“Saya sampaikan, dia harus menenangkan diri dulu. Tapi tetap saya minta dia memperbaiki diri, tidak mundur,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan publik agar tidak menghakimi secara berlebihan.

 

“Saya minta tolong, jangan dibunuh karakter anak-anak muda itu. Kalau ada yang membicarakan kita di belakang, itu karena dia tidak mampu,” ujarnya.

 

Menurut Eri, setiap orang bisa berbuat salah, namun keberanian mengakui dan meminta maaf merupakan bentuk kedewasaan.

 

“Setiap orang pasti memiliki kesalahan. Tapi keberanian meminta maaf, itulah kesempurnaan di hadapan masyarakat dan di hadapan Gusti Allah,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.