Wali Kota Eri Akui Ada yang Sarankan Pidanakan Admin Instagramnya untuk Serangan Politik
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 04 Nov 2025 12:52 WIB
selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, buka suara soal polemik candaan viral admin media sosialnya, Hening Dzikrillah, yang memicu sorotan publik.
Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya
Eri menegaskan tidak akan mengorbankan sang admin demi kepentingan politik atau popularitas pribadi.
“Saya tidak akan pernah membunuh karakter anak-anak muda ketika mereka membuat kesalahan. Mbak Hening tidak akan pernah saya korbankan demi popularitas saya, dan tidak akan pernah saya korbankan demi politik orang-orang yang menyerang saya,” ujar Eri, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, insiden viral itu bermula dari kelalaian teknis saat siaran langsung di media sosial. Mikrofon yang lupa dimatikan membuat percakapan santai antara Hening dan rekannya terdengar publik.
Namun, Eri menyayangkan adanya pihak yang memelintir peristiwa itu menjadi alat serangan politik.
“Orang ini ingin mencari sesuatu. Makanya saya tidak ingin karena politik, akhirnya Mbak Hening juga kena dampaknya,” katanya.
Eri mengaku sempat mendapat saran dari sejumlah pihak untuk memidanakan Hening dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ia menolak usulan tersebut.
“Ada yang menyarankan ke saya untuk pidanakan (Hening), tapi saya bilang, buat apa? Ada yang bilang ini ingin menjatuhkan saya, ada juga yang bilang ini settingan. Ya silakan orang berpendapat,” ujar Eri.
Ia menilai reaksi berlebihan publik menunjukkan adanya upaya menggiring isu untuk menjatuhkannya secara politik.
“Ketika ada orang yang ingin menjatuhkan kita, itu karena dia merasa kita lebih baik daripada dia,” tambahnya.
Eri menegaskan akun media sosial miliknya tidak pernah digunakan untuk menyerang pihak lain.
Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya
“Saya ini tidak pernah membuat (konten) medsos yang mengajak orang berantem,” ujarnya.
Ia juga menilai penyelesaian masalah publik seharusnya dilakukan melalui dialog, bukan pencitraan di media sosial.
“Contoh waktu mediasi dengan warga dan sekolah Petra, saya minta jangan diliput. Sepuluh menit kemudian masalah selesai. Tidak semua perselisihan harus disampaikan di medsos,” jelasnya.
Eri menekankan pentingnya melindungi semangat generasi muda dari tekanan politik.
“Kalau anak muda dibunuh karakternya ketika gagal, selesai. Tidak akan pernah ada anak muda yang berani mengambil risiko,” ujarnya.
Eri mengatakan telah meminta Hening untuk sementara menenangkan diri, namun tidak perlu mundur dari tim media sosial.
Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Siap Rekomendasikan Pembubaran Ormas Pelaku Premanisme
“Saya sampaikan, dia harus menenangkan diri dulu. Tapi tetap saya minta dia memperbaiki diri, tidak mundur,” katanya.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak menghakimi secara berlebihan.
“Saya minta tolong, jangan dibunuh karakter anak-anak muda itu. Kalau ada yang membicarakan kita di belakang, itu karena dia tidak mampu,” ujarnya.
Menurut Eri, setiap orang bisa berbuat salah, namun keberanian mengakui dan meminta maaf merupakan bentuk kedewasaan.
“Setiap orang pasti memiliki kesalahan. Tapi keberanian meminta maaf, itulah kesempurnaan di hadapan masyarakat dan di hadapan Gusti Allah,” pungkasnya.
Editor : Ading