Selasa, 03 Feb 2026 19:55 WIB

Begini Suasana Eks Lokalisasi Moroseneng yang Kembali Bergeliat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Okt 2025 09:17 WIB

selalu.id – Anggota DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, menemukan praktik prostitusi masih berlangsung di eks lokalisasi Moroseneng, Sememi, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Minggu (5/10/2025) malam.

 

Baca Juga: Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman

Sidak dilakukan secara diam-diam bersama tim selalu.id. Dari pantauan di lokasi, sejumlah bangunan di kawasan Sememi Jaya I dan II masih dijadikan tempat praktik prostitusi. Tampak deretan kamar sempit seperti kos-kosan dengan pintu terbuka, sementara beberapa perempuan terlihat menunggu pelanggan di dalam kamar.

Di kawasan yang sebelumnya dinyatakan “ditutup total” oleh Pemerintah Kota Surabaya itu, aktivitas prostitusi tampak masih berjalan bebas.

 

“Saya sendiri ditawari kencan dua kali hanya dengan harga Rp200 ribu. Ini bukti nyata Moroseneng masih aktif. Jadi penutupan yang digembar-gemborkan Pemkot itu cuma di atas kertas,” ujar Imam seusai sidak.

 

Politisi Partai NasDem tersebut menilai temuan itu menunjukkan lemahnya pengawasan aparat dan pemerintah setempat.

“Aparat Pemkot Surabaya tutup mata. Saya curiga ada main mata antara pemilik wisma dengan pihak wilayah setempat,” ujarnya.

 

Menurut Imam, keberadaan praktik prostitusi yang masih berlangsung terang-terangan menunjukkan adanya masalah serius dalam pengawasan dan komitmen pemerintah kota.

 

Ia juga menyebut kawasan Moroseneng kini menjadi ironi karena sejumlah fasilitas publik di sekitarnya terbengkalai.

 

“Ada taman baca masyarakat, kantor bersama MUI, rumah padat karya. Tapi semuanya mati suri, tidak berfungsi. Pamornya kalah dengan rumah bordil di sekitar. Ini bukti Pemkot gagal total dalam revitalisasi,” katanya.

 

Imam menambahkan, aset eks rumah bordil yang sudah diambil alih Pemkot kini hanya menjadi bangunan tidak terurus.

Baca Juga: Dari Moroseneng ke Dolly, Cak Yebe Beberkan Pusat Prostitusi Surabaya

 

“Bangunannya sekarang seperti rumah hantu. Tidak produktif dan malah menambah kesan kumuh di kawasan itu,” ujarnya.

 

Atas temuan tersebut, Imam mendesak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk turun langsung dan menindak tegas seluruh praktik prostitusi yang masih berjalan di Moroseneng.

 

“Wali kota jangan cuma menertibkan, tapi tutup total seluruh rumah bordil di Moroseneng. Jangan biarkan praktik maksiat ini terus terjadi di kota yang katanya humanis dan religius,” katanya.

 

Ia juga menuntut agar pejabat wilayah tidak berpura-pura tidak tahu.

 

“Kasatpol PP, lurah, camat semuanya harus bertanggung jawab. Kalau masih terus dibiarkan, saya minta Wali Kota Eri mencopot pejabat yang lalai,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Mucikari Ditangkap, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Gagal Awasi Titik-titik Prostitusi

 

Imam menyebut persoalan Moroseneng mencerminkan kegagalan sistemik dalam tata kelola pemerintahan kota.

 

“Wali kota seharusnya fokus menyelesaikan masalah rakyat, bukan sibuk pencitraan lewat program seremonial,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, janji penutupan total lokalisasi harus dibuktikan dengan pengawasan ketat.

 

“Jangan cuma bersih di laporan, tapi kotor di lapangan. Moroseneng harus benar-benar ditutup, bukan hidup lagi di tengah kota,” tutup Imam.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.