Selasa, 21 Jul 2026 08:37 WIB

Dua Mucikari Ditangkap, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Gagal Awasi Titik-titik Prostitusi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Okt 2025 18:37 WIB

selalu.id - Penangkapan dua mucikari di kawasan Klakahrejo, Benowo, oleh Polrestabes Surabaya mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya. Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko (Cak Yebe), menyebut keberhasilan aparat kepolisian itu bukan prestasi, melainkan tamparan keras bagi Pemerintah Kota Surabaya.

 

Baca Juga: Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman

Menurut politisi Gerindra tersebut, tindakan Polrestabes Surabaya menunjukkan bahwa fungsi pengawasan Pemkot, Satpol PP, dan Forkopimcam setempat belum berjalan maksimal.

 

“Operasi tangkap tangan mucikari di Benowo oleh Polrestabes bukan prestasi, tapi tamparan keras untuk Pemkot Surabaya,” tegas Cak Yebe di ruang Komisi A DPRD Surabaya, Senin (13/10/2025).

 

Ia menjelaskan, kasus ini bermula dari hasil sidak anggota dewan di kawasan Sememi Jaya I dan II (Moroseneng), wilayah yang disebut masyarakat sebagai titik rawan prostitusi terselubung.

 

“Awalnya rekan kami di dewan melakukan sidak dan menemukan indikasi praktik prostitusi. Temuan itu sudah kami sampaikan dan minta Pemkot segera menegakkan aturan,” ujarnya.

 

Namun, kata dia, saat Forkopimcam Benowo bersama Satpol PP Surabaya menggelar razia pertama, petugas tidak menemukan bukti apa pun. Hal itu menimbulkan kecurigaan di kalangan dewan.

Baca Juga: Dari Moroseneng ke Dolly, Cak Yebe Beberkan Pusat Prostitusi Surabaya

 

“Kami curiga razia pertama itu bocor. Ketika tim kami dan rekan media turun, buktinya cukup kuat. Tapi begitu Forkopimcam datang, semua hilang. Ini seolah ada yang menutup-nutupi,” ujarnya.

 

Kecurigaan itu semakin kuat setelah Polrestabes Surabaya justru berhasil menangkap dua mucikari, beberapa pekerja seks, dan pemilik wisma dalam razia berikutnya.

 

“Kalau aparat penegak hukum bisa menemukan pelaku, sementara Forkopimcam tidak, ini aneh. Artinya ada yang salah dalam koordinasi atau informasi bocor ke pelaku. Razia itu harusnya mendadak, bukan diumumkan,” kata Cak Yebe.

Baca Juga: Benowo Jadi Fokus Perbaikan, Pemkot Surabaya Tutup Total Drainase untuk Pekerjaan Besar

 

Ia menilai Satpol PP dan jajaran kecamatan seharusnya lebih tanggap tanpa menunggu desakan dari DPRD. Menurutnya, aparat penegak perda tidak boleh menutup mata terhadap penyakit sosial yang masih tumbuh di berbagai titik Surabaya.

 

“Satpol PP jangan berlagak tuli. Mereka harus cepat tanggap. Jangan menunggu Dewan turun dulu baru bergerak. Kalau terus begini, kesannya menutup,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.